Definition of Love

Here we go, a very random thought to know what the definition of love is. Google has answers, of course! 

 

Advertisements

Crazy over London

Lalala~ I am back with my delusional yet optimistic target for this year: Visiting L O N D O N. I love British accent. Eargasm. I love Briton. Do I? Well, I am not sure. But I love hearing them speak closely to my ears whole day and every day. Eargasm.

Let my imagination go anywhere it may. I enjoy it, for sure.

I close my eyes, I imagine what London is: environment, people, scenary, water, food, festival, happiness, excitement, anything! I wander in the city with friends or alone. It doesn’t matter! Meet very kind strangers. We talk, we discuss about life, about their life, about British. I listen to them thoroughly.

In my hotel, I wake up early. Having my Fajr praying is a must. Enjoy the sunrise with Halal English breakfast. I enjoy every bite of my food. Amazing.

Without specific itinerary, I visit famous tourism spots and unpopular ones. I like combining both. Feeling more personal to the city.

I just wander here and there. Try many food as possible as I can. I dont calculate my budget. Sit on cafe, drink a cup of coffee. Yes, vanilla latte. Or visit a famous cafe. Don’t forget a cheese cake. Perfect.

Night life of London is one of the lists. Enjoy jazz music. If it is possible, I go to particular jazz concert until 10PM. Back to hotel and take a rest. I plan my tomorrow trip to visit Cambridge. UK in general is knowledge source. I want to see the library, park, university where knowledge is generated. One whole day for edu-trip.

In the next day, I want to join meet up with start up company runners. Sharing idea. Listen to their experience. Take some notes. Learn as many as I can. For lunch or dinner, I will have it together with one of respective professors I know. Wonderful.

Well, don’t forget Kebab and chocolate as well while in London. I heard Kebab in London is very delicious. Chocolate? I don’t know. I just want to eat it. 😀

Is it enough for 3-day trip? Hmm, I also plan to visit Edensor. Should I add more day? If I could, I will be in UK for a week. So, basically I need to add more stories. 😆


source: picture

Tidur, tidur lah

Tidur, tidur lah.. Lupakan hiruk pikuk hari ini.
Tidur, tidur lah.. Lupakan permasalah yang mendera.
Tidur, tidur lah.. Ucapkan syukur atas nikmat yang ada.
Tidur, tidur lah.. Mohon ampun pada Sang Penguasa.
Tidur, tidur lah..

Mungkin beban hidup terasa berat, tapi insyaAllaah esok hari masih ada. Jika tak ada, maka semoga bertemu di surgaNya. Bukankah itu lebih nikmat?

Waktu memang berharga, sesuatu yang mahal tanpa tandingannya. Jika semua yang ada di dunia dikumpulkan jadi satu, ingin ditukar dengan waktu yang telah berlalu, nilainya tidak akan bisa mengembalikan waktu tersebut. Maka lupakan lah masalah yang ada. Jangan sia-siakan waktu terbuang sia-sia. Tidak perlu disesali. Pikirkan hari esok yang lebih berharga.

Maka tidur, tidur lah..

Balik Bulik

Do you know what “bulik” means? It means kembali atau bahasa gaulnya balik. Yes, indeed gw pengen balik ke kampung halaman, Banjarmasin. Gw orang yang terlalu delusional untuk membangun daerah dengan planning, strategy, and tactics yang belum jelas. Am I wrong here? Ga sama sekali. Gw ga merasa bersalah dengan semua hal delusional yang gw pikirkan tentang membangun Banjarmasin.

Salah kah gw berpikir akan menjadi orang kaya di Banjarmasin dengan membuka bisnis diberbagai lini? Gw berencana membuat smart village di Banjarmasin. Bekerjasama dengan vendor tertentu membuat sebuah perkomplekan atau apartment yang full technology support. Layanan listrik pake smartgrid, ada solar cell, wifi gratis, het-nets, small cell, dan IoT. Ada sensor di tiap-tiap tiang listriknya. Tentunya untuk security. Sumber energi lampu nya diambil dari solar cell atau penyerapan wireless signal: wireless signal harvesting. Beuh. Keren ya. Ditambah lagi ada Islamic Center yang full multimedia dan support technology. Kalau bisa ada semacam glasses untuk ngecek tilawah kita. Aih, joss tenan. Tapi sebelum itu bisa terlaksana, gw kudu belajar dulu dan ga males-malesan kayak sekarang. Ya kan? Ya kan?

Pencarian Jati Diri

Semuanya berawal dari group chatting di whatsapp. Gaa disengaja terjadi perbincangan antara gw dan beberapa teman gw yang tinggal di Korea. Kami sama-sama pekerja di Korea, lulusan kampus yang sama. Cerita dimulai dengan gw posted 10 Life Lessons I Learned From Surviving My 20s. Ternyata gayung bersambut, most of people sedang merasakan hal yang sama. Apa yang sebenarnya dicari, apa yang dituju, pencarian kebahagiaan, pencarian kepuasan, dll. Kami sepakat, bisa jadi keimanan sedang turun. Diam-diam, gw mengagumi my friends, they are more than better dari yang gw bayangkan.

Berhubung pikiran gw sudah tercampur berbagai paham. Mulai dari yang bener tentang perjuangan sahabat, para pemimpin Islam zaman dulu, sampai paham yang ga bener (mungkin kurang bener aja kali ya, bukan berarti salah). Sedikit cerita tentang pemimpin muda Indonesia, sebut saja Anis Matta, Anies Baswedan, Fahri Hamzah, dll. Those people are amazing. Bagaimana bisa mereka bisa menjadi seperti itu di umur mereka yang masih mudah. Anis Matta sudah menjadi sekjen PKS at least 3 periode (HNW, TS, LHI). Berarti minimal sudah hampir 10 tahun. Keren? Sangat. Fahri Hamzah, beliau aktivis dari zaman reformasi. Luar bisa rekam jejak perjuangannya. Itu para politis dalam negeri. Beda lagi dengan Steve Jobs yang dari muda sudah berjuang membuat Apple. Kalau zaman sekarang, ada Mark Zuckerberg, Evan Williams, Kevin Systrom, dll para founders social media yang terkenal di dunia. They are in their 30s. Kagum? Jelas. Ngiri? Tentu saja. Tapi ini bukan hanya tentang uang dan materi, tapi apa yang telah mereka hasilkan di umur muda mereka.

I dream about this case. Dreaming about contribution to the world. But when I look at myself, I realize I am not that great or that smart. I am a commoner. 

But hey, meskipun gw orang biasa bukan berarti gw ga bisa berkontribusi kan? Nah, this is the key point. Everyone has different role play for the world. Kalo semua jadi orang jago semua, mau jadi apa dunia kan. Pasti ada pembagian perannya. Gw positive thinkingnya untuk mengambil peranan disana. Ga boleh nyerah dan putus asa.

Sebagai langkah awal, selalu ada pikiran untuk kembali ke tanah air. Negara tercinta sudah carut marut ga jelas. Kejahatan dimana-mana. Korupsi diberbagai tempat. I have no faith untuk hukum. Tapi semua itu emang tujuan dari si pembuat konspirasi. Mereka menanamkan paham agar penduduk tidak percaya pemerintah.

Duh, sudah ngalor-ngidul ga jelas, jadi intinya apa? haha. Sebenarnya yang mau gw tuliskan adalah mengenai peran masing-masing. Gw mau create my paths untuk sukses dan mulai belajar cara membentuknya. Sekarang gw makin menyadari dengan apa yang sudah dijalani. Punya gelar M.Eng dari Korea bisa saja berguna atau ga, ga ada yang pasti. Bisa jadi gw mau bikin coffee shop dan jadi barista, apa M.Eng gw masih berguna? Ga ada yang tau. For now, yang akan gw lakukan adalah belajar dan mewarnai kehidupan gw untuk masa depan. No regret. Gw mau coba hal-hal seru sebelum terlambat. Which activity is the best for the first?  ^^

Pindah Negara

Gw pernah cerita belum kalau selain Korea, gw dulu menargetkan kuliah di Germany? Nah, jadi ada 2 negara tujuan kuliah yang ditulis dalam bucket list pribadi. Korea and Germany. Entah gimana ceritanya kalau gw jadi ke Germany ya? Haha. Even gw pernah ngambil les dan tes Bahasa Jerman, A1. Wuih. Niat men. Gw dulu niat banget pengen ke Jerman.

A couple days ago, I had chatting with my junior. He studies in Germany. Lupa nama kampusnya tapi gw sempat cerita-cerita dengan dia. Bentar. Dia lah yang bercerita kehidupannya di Berlin. Gw sih nanya-nanya sana sini doang. Dari hasil obrolan singkat tadi, gw baru tau kalau Berlin adalah salah satu kota paling murah di Germany. Kirain tuh ini kota selevel dengan Frankfurt atau Munich. Ternyata oh ternyata, kotanya murah. So bisa ditebak kalau biaya hidup cukup murah. Dia bilang nyari kerja part-time cukup mudah dan hasilnya lumayan. Bisa surplus lah. Ditambah pengeluaran dia paling-paling 600 Euro per bulan. Dari obrolan ini, harapan dan mimpi ke German muncul lagi. Selain cukup murah, bisa nyari duit agak mudah, dan bisa sekolah. Ih, apalagi kalau bisa bawa pasangan. Hahay. Indah deh. Should I move dari negara kimchi ini ke negara Hitler sana? ^^

Sulitnya Menulis

This is not my first time experiencing in difficulty to write a post. Maybe second? third? or hundredth? Yeap, selalu sulit untuk menulis karena terlalu banyak hal yang ingin ditulis. Seandainya saja makin banyak tulisan yang gw post maka makin banyak uang yang mengalir ke dalam rekening pribadi. Seandainya oh seandainya. Sayangnya kenyataan berkata lain, tulisan gw belum tentu menarik untuk dibaca atau bahkan ga ada seorang pun yang baca tulisan-tulisan di blog ini.

Sempat terpikirkan untuk membuat blog lain, yang fokus tentang technology, culinary, and traveling but hey, it is really required? For what? Hahay. The very basic question is coming, untuk apa sebenarnya gw ngeblog? Dengan tulisan yang ga bagus-bagus amat, info yang kadang “sampah”, dan gw juga bukan orang terkenal. Satu hal yang pasti bisa gw jawab: preparation. Gw mempersiapkan diri gw saat nanti menjadi orang terkenal, ketika gw menjadi public figure yang kata-katanya didengar oleh khalayak ramai, yang tulisannya dibaca ribuan bahkan jutaan orang, yang gerak-geriknya dibicarakan dan diperhatikan dengan detail. Mungkin lo ngeliat I am ridiculous, delusional, and whatsoever you name it, bisa jadi, bisa jadi gw seperti itu. Tapi bukankah gw juga bisa menjadi orang yang tadi tersebut diatas? I am not pathetically into popular tapi gw pengen bermanfaat dan memberikan kebaikan sebanyak-banyaknya ke universe. For the good sake, semoga hati dan pikiran gw tetap berada dalam kebaikan. Nah, efeknya di masa depan adalah I know a very detail how to write, post, and behave. Ya kan? Pelan-pelan pasti gw jadi makin pintar dalam menulis dan menyampaikan ide/pendapat gw. 😀

Continue reading “Sulitnya Menulis”