CV: Bab 1 Pengolahan dan Pemrosesan Gambar

Sumber referensi: Programming Computer Vision with Python (pdf, codes, data bisa diunduh di sini http://programmingcomputervision.com )

  1. PIL – The Python Imaging Library
    PIL menyediakan library umum untuk pengolahan dan pemrosesan gambar seperti resize, crop, rotate, dan color conversion.
  • Membaca gambar
    from PIL import Image
    pil_im = Image.open('../data/empire.jpg')
    pil_im.show()
    

    pil

  • Merubah format gambar
    pil_im = Image.open('../data/empire.jpg').convert('L')
    pil_im.show()
    

    format_im

  • Membuat Thumbnails
    Thumbail adalah jenis gambar beresolusi kecil. Biasanya dipakai di web.

    pil_im.thumbnail((128,128))
    pil_im.show()
    
  • Copy dan Paste area tertentu pada gambar
    Cropping image bisa dilakukan dengan menggunakan crop(). variable box terdiri dari 4 koordinat (kiri, atas, kanan, bawah). Setelah dicrop, lalu di-paste ke gambar asli.

    box = (100,100,400,400)    #koordinat untuk cropping
    region = pil_im.crop(box)  #crop gambar asli seukuran box
    region.show()              #menampilkan gambar cropped
    region = region.transpose(Image.ROTATE_180) #transpose 180 derajat
    region.show()              #menampilkan gambar
    pil_im.paste(region, box)  #paste crop gambar ke gambar asli
    pil_im.show()              
    

     

  • Resize dan Rotate
    Resize: mengubah ukuran gambar (x,y)
    Rotate: merotasi gambar (derajat)

    out = pil_im.resize((128,128))
    out.show()
    out = pil_im.rotate(45)
    out.show()
    
resize
resize
rotate
rotate 45

2. Matpotlib (bersambung)
3. Numpy (bersambung)
4. SciPy (bersambung)
5. Lanjutan (bersambung)

CV: Perkenalan

Tulisan kali ini akan membahas tentang Computer Vision (CV), bidang yang sangat luas dan dalam. Meskipun begitu, tujuan dari penulisan tutorial ini adalah mengenalkan apa itu computer vision melalui pemrograman langsung. Dari sekian banyak programming language, kenapa harus Python? Karena saya sedang belajar computer vision dan python sekaligus. Ga ada yang lebih efektif jika belajar teori sekalian praktek. Nah, karena ini membahas tentang Computer Vision maka bahasannya pun ga jauh-jauh dari Image dan Video (di sini saya akan banyak menggunakan kata-kata Bahasa Inggris supaya ga mengurangi makna aslinya. Pun saya rasa kadang penerjemahan ke Bahasa Indonesia malah membuat bingung).

Silakan baca apa itu computer vision: http://ardiwinahyu.blogspot.kr/2015/04/pengertian-computer-vision-dan.html (sekilas info saja, blog ini menyantumkan referensi wikipedia). Karena di tulisan ini saya akan lebih ke pemrograman, maka urusan teori ga akan terlalu banyak dibahas. Tapi jika dirasa perlu, akan saya jelaskan sepahamnya. Maklum, saya juga masih belajar.

Sumber referensi pemrograman: Programming Computer Vision with Python (pdf, codes, data bisa diunduh di sini http://programmingcomputervision.com)

Di sini Saya menggunakan OSX, Python 2.7,  Anaconda, Eclipse – PyDev, dan Jupyter Notebook.

Yuk, belajar bareng-bareng..

Beli Handphone di Korea

Kali ini gw mau share tentang pengalaman beli hape + kontrak di Korea. Sebenarnya ini bukan kali pertama beli hape di korea. Bulan Nopember 2013 gw beli iPhone 5s dengan kontrak 2 tahun. Saat itu hape iPhones 5s harganya 680K won. Dapat diskon sekitar 200K won karena kontrak 2 tahun. 3 bulan di awal bayar sekitar 100K untuk pake 5GB (kalau ga salah ingat). Saat itu visa yang dipake adalah E7, jadi pihak Olleh (gw pake KT Olleh tanpa alasan kuat, cuman ngeliat teman-teman sekitaran pake Olleh. FYI, 3 provider besar di Korea adalah SK Telecom, KT Olleh, dan LG U+). Anyway, setelah 3 tahun memakai iPhone 5S dengan performa yang memuaskan, akhirnya gw memutuskan untuk ganti hape dengan alasan baterainya sudah bermasalah alias cepat habis. Namun, kontrak hape 2 tahun tidak memungkinkan dengan status sebagai mahasiswa (visa D-2). Sedangkan beli hape yang gw pengen harganya cukup mahal. iPhone 6s atau iPhone SE ga affordable buat kantong. Akhirnya gw putuskan untuk memilih Samsung atau LG. Hape tipe-tipe Xiomi, Oneplus, Zenfone(?) susah didapatkan di Korea. Kudu impor dari Indonesia.

Dengan niat ga mau ganti provider karena sudah pakai Olleh selama 3 tahun dan punya Egg (portable AP) yang belum tau cara stop nya, akhirnya gw melakukan kunjungan ke Olleh store. Hasilnya adalah dengan visa D2 gw bisa kontrak 2 tahun tetapi harus membayar harga hape di depan. Setelah melakukan investigasi selama 4 hari (thanks to my wife yang udah support dan mendengarkan keluhan suami yang ga kunjung selesai selama 4 hari hanya untuk sebuah hape) dan survey web Olleh, LG, baca review, nonton review di youtube, akhirnya gw memutuskan hape Samsung Galaxy A5 2016. Why? Harganya terjangkau, middle range handphone, tapi designnya kayak high-end device. Kombinasi yang bagus. Tapi kalau pun ga pilih A5, gw tertarik dengan J7 kayak punya istri.

Di Indonesia harga baru hape A5 adalah 4.7juta. Di Olleh website harganya 429K won. Lumayan. Nguras budget juga kalau mesti beli cash. Tapi dengan sistem kontrak 2 tahun, gw dapat diskon 227K untuk langganan paket 54K per bulan (6GB LTE data, unlimited voice + sms). Bayar hapenya 168K won. Wow pisan. Good deal nih gw pikir. Pas kunjungan ke Olleh store yang ada di kampus, mbak nya bilang kalau gw kudu bayar 202K. Mikir juga kan. Setengah harga, tapi gw mau nya 168K. Dengan niat nyari diskon, gw pun pergi ke toko lain yang kata google penjaga tokonya bisa Bahasa Inggris. Alhamdulillah, yang punya orangnya baik banget. Gw dikasih 168K seperti yang tertulis di Olleh web. Pas datanya diproses, gw dapat diskon lagi 36K won karena punya Olleh membership points. Untungnya setia pakai Olleh. Wow. Alhamdulillah pisan. Jadi total yang dibayar hanya 132K untuk device, casing transparent, anti gores, dan Xiomi powerbank 5000mAh. Yeayyy… Ini hape Android gw yang pertama. So far so good, GUI nya masih smooth dan ga ribet-ribet banget. Moga-moga awet dan berkah pake hape ini. Aamiin.

NB: foto hape dan review lain insyaAllah menyusul

Note 1: Buku Ayah Juara (7 Hari Menjadi Ayah Qur’ani)

Page 38.

Nabi Ismail, bayi yang begitu didambakan dan didapatkan dengan susah payah, kini harus ditinggalkan bersama sang ibu di negeri tak bertuan yang kering dan tandus. Tiga kali Siti Hajar bertanya, “Lima hajartana?” (Mengapa engkau tinggalkan kami berdua?). Tapi akhirnya Siti Hajar tersadar setelah melihat suaminya tak jua kunjung menjawab, dan ia pun bertanya dengan penuh keyakinan, “Allahu amaraka bi hadza?” (Apakah Allah yang memerintahkanmu?). Ketika Nabi Ibrahim mengangguk mengiyakan tanpa menoleh lagi sedikit pun maka semakin mantap lah keyakinan Siti Hajar. “Idzan la yudhayyiana syaian,” (Kalau begitu, Allah tak akan menyia-nyiakan sedikit pun). Sebuah percakapan lambang kesuksesan suami istri dalam memahami perjuangan.

Review Daejeon Bus vs Kakao Bus

Sejak 3 tahun lalu tinggal di Daejeon, gw pake Daejeon Bus app untuk ngecek jadwal bus harian. Daejeonbus tersedia untuk Android dan iPhone users. Untuk iOS tersedia dalam Bahasa Inggris tapi untuk Android hanya tersedia dalam Korean. This app helps me a lot. Setelah 3 tahun setia menjadi user dari app ini, seminggu lalu gw baca article tentang Kakao Bus; sebuah aplikasi dari kakao group (pasti tau kan Kakao Talk, nah satu company deh ini) yang aslinya adalah Seoul Bus dan dikembangkan jadi KakaoBus. Penasaran tentang app ini, gw donlot dan coba pakai beberapa kali. Surprisingly, this app somehow gives more beautiful interface. Makanya gw tertarik untuk review. So far, gw masih investigasi mana yang lebih enak dipake. Apparently, kedua apps masih terinstal di hape. Mungkin ntar gw akan pilih salah satu but not now. Berikut beberapa captures dari kedua apps.

Daejeon Bus
– Pertama kali buka app, muncul tampilan ini. Ada 5 options: bookmark, bus routes, bus stops, maps, and info. Di Daejeon ada beberapa tipe bus. Yang paling banyak adalah metro bus.
Photo 2016. 7. 10. 오후 3 53 25
– Tampilan Bus Stops yang menunjukkan lokasi bus stop terdekat. Problemnya adalah kadang kita ga tau bus stop mana yang kita mau. Misal kita mau ke Daedok High School. Di list ini ada 2 buah bus stops dengan nama Daedok High School. Lokasinya biasanya berseberangan. Jika salah pilih lokasi maka jadwal yang kita mau pun akan salah. Ini drawbacksnya.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 53 29

– Tampilan Maps. Menurut gw, tampilan mapnya perlu diperbaiki. Agak kurang oke walaupun ga jelek-jelek amat.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 53 52

– Tampilan bus routes. Beberapa nomor  bus yang ada di daejeon.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 54 11

– Tampilan salah satu bus route. Pangkalan awalnya adalah no 1.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 54 21

– Contoh tampilan bus stop. Di sini terdaftar bus nomor berapa aja yang berhenti di bus stop tersebut.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 54 28

– Pilih misalnya kita mau naik bus 318. Kita bisa tau posisi bus sekaranga da dimana.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 54 38

Kakao Bus
– Ini adalah tampilan pertama yang muncu ketika membuka app kakao bus. Anyway, app ini terintegrasi dengan kakao talk id.
Photo 2016. 7. 10. 오후 3 55 28

– Tampilan options. Bisa nge-set bus arrival notif, kota tempat tinggal, dan alamat rumah.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 55 33

– Tampilan bus stop terdekat. Yang muncul adalah yang paling dekat saja. Tinggal pilih itu, lalu muncul mapnya.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 55 44

– Map lokasi bus stop terdekat. Bandingkan dengan daejeon bus, mapnya lebih jelas.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 56 13

– Misal kita pilih salah satu bus stop, akan muncul nomor bus berapa aja yang berhenti di tempat ini beserta waktu mencapai bus stop ini. Sangat berguna kan?

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 56 20

– Tampilan untuk ngeset lokasi rumah.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 55 50

– App ini juga dilengkapi dengan kakao taxi.

Photo 2016. 7. 10. 오후 3 56 00

Overall, gw lebih suka tampilah kakao bus. Kita lihat apakah gw akan bertahan menggunakan kakao bus atau ga karena app nya relatif baru. Oh iya, kakao bus ini bisa digunakan di seluruh Korea. What a useful app!