“..”

Ketika apa yang diazzamkan diuji kekuatannya

Baru kemarin aku mengutarakan niat untuk live without complaint dan hari itu juga diuji kekuatannya. Ya, Allah sungguh tau apa yang terbaik untukku. Bisa jadi ini teguran, bisa jadi ini tanda kasih sayang dan semoga ini bukan bentuk murka (na’udzubillah). Allah, hamba berserah diri padaMu. Hari ini rasanya “kosong” seperti beberapa waktu lalu ketika aku kehilangan salah satu benda yang cukup berharga. Berharga memang dari segi “harga” dan “makna”. Kosong itu bukan berarti kosong tapi ada sesuatu yang terasa kosong. Plong? Bukan, aku bukan plong tapi khawatir. Tenang? Itu juga bukan, karena ada was-was. Hati ini tak lepas untuk memikirkan sesuatu, mungkin akan lebih tepat “masalah”. Ada masalah namun belum ada solusi. Terus menerus berucap dalam hati, merapal perasaan “ikhlas”. How could I explain perasaan ikhlas? Sulit. Ada kekosongan, kekhawatiran, kepasrahaan, pengharapan, dan semua perasaan itu campur aduk. Aku berdo’a pada Allah. Ya Allah, apapun itu, hamba serahkan semuanya padaMu. Hamba memohon berikan lah perasaan ikhlas itu di hati hamba, tiupkan ikhlas di pikiran hamba. Aamiin.

Sulit atau Mudah?

Sorry buat kata-kata yang lancang, tapi gw mulai menyadari betapa membosankannya menjawab pertanyaan yang itu-itu aja dan terkesan “trivial”. C’mon guys, kalo hal kayak gitu aja masih ditanyakan berarti gw anggap yang nanya belom siap berkompetisi dalam mencari beasiswa alias cuman ikut-ikutan doang pengen kuliah keluar negeri. Ibaratanya you have already known what your dream is but you do not know how to reach it. Percuma. And most of people are like that (maybe) including me, somehow. Bagi yang mau nyari  beasiswa bisa ikuti steps below but if you have your own ways then it’s better.Ada 2 kasus menurutku: daftar beasiswa dulu baru nyari kampus atau nyari kampus dulu baru nyari beasiswa. It depends on what you want. Selanjutnya ini case dengan nyari kampus lebih dulu.

  1. Tentukan prioritas negara yang mau didatangi. Makin banyak yang mau dituju makin lama nyarinya.
  2. Setelah memilih negaranya, pilihlah kampus yang akan didatangi. Cari jurusan yang sesuai dan minati. Kalau memungkinkan cari  kontak lab/professor yang menarik.
  3. Setelah ketemu jurusannya, cari beasiswa yang memungkinkan untuk diapplied.
  4. Jika ada beasiswa yang cocok maka pelajari syarat-syaratnya dan deadlinenya. Apakah harus kontak prof/lab dulu atau hanya daftar aja terus nanti ikuti seleksi beasiswa di kampus tsb.
  5. Jika tidak ada beasiswa yang cocok dan masih ingin tetap apply di kampus tsb maka cobalah hubungi prof disana because who knows prof tertarik dan mau membiayai kuliahnya.
  6. Anyway, 5 langkah itu cukup buat nyita waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu ditambah dengan kebingungan, kegalauan, dan ketakutan. You have to face it to reach your dream, don’t you? So keep fighting!

Life without Complaint

Welcome life! These days, Alhamdulillah, I live without weekend. Staying at the lab a whole day, a whole week is awesome. At least I do not need to spend more money. <—– Gosh, it’s sick, ridiculous person. It’s getting worse because he has no spouse (well, I wrote spouse because it means wife ^__________^ )  <——– freak ahjussi.

Have read some statements above? Yeah, it’s me. I totally enjoy my loneliness today because it is not something I really want but it’s destiny. I haven’t married yet! Gosh. Honestly, I campaign “Live without complaint” because I am very thankful to my God, Allah SWT, that gives me an awesome and amazing life that nobody experiences exactly the same as my life 🙂

Everyday I come to the lab and go home at 10.30PM. Awesome? Amazing? or freak? It’s your opinion. I have a lot of things to do, guys. Somehow, I think I have a bad time management because why my task are not done at all, why do I always have task to do? Why? #rhetorical

From now on, I just want to live without complaint even though others see me, my life, like a freak or whatever they say. I don’t care. Also, as long as I enjoy my activity, I do not care if people say I’m stupid. I do all my activity with my heart so God may see my sincerity.

Malas Nulis

Hello world, ini gw lagi dalam fase malas nulis untuk kesekian kalinya. Kaya gini nih usaha gw kalau mau jadi penulis dan punya maha karya? Haha. Ketawa miris dalam hati. Gw yakin ini efek mau Winter. Yup, there should be “kambing hitam” dalam segala masalah gw. Anyway, walaupun gw tau sebenarnya masalahnya ada di diri gw sendiri. Terakhir gw chatting dengan salah seorang teman di Taiwan, she said kalau “kita” (gw termasuk), sering sekali menipu diri sendiri. Kita menjadi ga yakin akan kemampuan diri kita karena kita sering melakukan hal tsb. Semakin sering mendustai diri sendiri, semakin ga percaya lah kita dengan diri sendiri.

Gw sepakat dengan kata-kata dia, betapa gw saat ini dengan sadar gw ga begitu percaya dengan kemampuan gw. Well, akhir-akhir ini gw juga terus mendapat bombardir tulisan-tulisan awesome berisi motivasi dari orang-orang sekitar. Sebut saja Nasikun, gw emang belum kenal jauh dengan anak satu ini tapi kemampuan dia menghipnotis gw dalam sekejap. Tulisan-tulisan dia menancap di benak gw. Gw copy salah satu yang paling berkesan “

Sebaik apa pun niat saya dan setinggi apa pun harapan hati ini, tapi jika tidak dibarengi dengan kompetensi yang terbaik, maka niatan itu akan hanya jadi impian kosong.” See? Itu NJLEB pisan di gw. Sebagai orang yang suka nyinyir pengen ini pengen itu, those words have deep meaning buat gw. Gw harus memperbaiki diri! Ga anehnya emang ternyata everyone has different problem. Orang-orang yang tiap harinya chatting ma gw, mengungkapkan masalah yang berbeda-beda. Gw yakin we can solve all problems with different ways. Dan gw juga yakin, kami sedang berada dalam fase pendewasaan. Allah teaches us in His ways.

So, buat teman-teman yang sedang masa pendewasaan, keep fighting, moving on buat nyelesein masalahnya. This is life dude, just once so make it wonderful! 🙂