The Answer

The answer of everything.

Al-Qur’an Surat Al-An’am: 152.
And do not approach the orphan’s property except in a way that is best until he reaches maturity. And give full measure and weight in justice. We do not charge any soul except [with that within] its capacity. And when you testify, be just, even if [it concerns] a near relative. And the covenant of Allah fulfill. This has He instructed you that you may remember.
source: http://quran.com/6/152

Advertisements

Increase productivity

There are many ways to increase productivity, depend on each person. Below are my chosen ones:
1. Avoid chatting (Whatsapp, Kakaotakl, others), except if it is VERY urgent!
2. Stay away from smartphone. Put smartphone in bag when we are working and only check it every 25 minutes.
3. Check all email earlier on the morning. And delete unimportant emails. Reply directly an important one. I barely have important emails though, but I still do not want to unsubscribe unimportant ones. :p
4. Morning is the most important things. Do all important task on morning, finish it as soon as possible. Sometimes I feel bored and sleepy after lunch.
P.S: number 1 & 2 are the most important part for me. I couldn’t focus on my work if my phone is nearby me.

Untuk Dia (1)

Sudah empat tahun aku tak melihat wajahnya bahkan tak mendengar suaranya. Tak pernah kubayangkan jika sudah selama ini aku dan dia tak berkomunikasi. Tak pernah saling sapa, tak pernah berhubungan. Teknologi yang canggih pun tak mampu menolong kami. Karena memang aku tak tahu kabarnya, dan dia pun tak pernah menghubungiku. Bukan karena tak ingin mengontaknya, tapi mungkin keadaan yang memaksa ini semua terjadi.

Aku sebenarnya rindu tapi kami tak bisa bertemu. Hanya kumpulan memori yang bisa kupanggil ketika aku rindu. Belaian hangatnya, perhatiannya, kata-katanya, bahkan marahnya. Semua menjadi berarti saat ini. Aku ingat dulu ketika sakit, dia selalu menelponku, mengingatkan untuk makan obat, bertanya bagaimana keadaanku, sudah sehat atau belum. Padahal sakitku tak begitu parah. Ketika tak punya uang di kampung orang, dia tak pernah mengeluh mengirimiku uang setiap minggu. Uang sakuku tak pernah berbatas, ia selalu berusaha memenuhi semua kebutuhanku. Pikirnya pendidikanku adalah yang terpenting. “Umur 30 harus bisa jadi doktor”, ujarnya. Aku sungguh ingat kata-kata itu. “Beli aja raket tenisnya, para bos kan main tenis”, sebutnya ketika aku minta dibelikan raket tenis. Mimpinya adalah menjadikanku sukses. Ia tahu pendidikan lah yang bisa menjadikanku sukses. Karena ia pernah mengalami hal-hal pahit dalam hidupnya. Masa kecilnya dipenuhi perjuangan dari hari ke hari. Keluarganya memang bukan orang kaya raya.

#bersambung

Kisah Para Nabi Melawan Penguasa oleh Ust. Anis Matta

Taujih Menggugah Ust. Anis Matta, Kisah Para Nabi Melawan Penguasa 
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya yakin Antum semua di bulan Ramadhan kemarin telah mengkhatamkan Alquran. Tinggal masalahnya, berapa kali khatam?Ikhwah fillah. Interaksi kita dengan Alquran baru akan terwujud ketika kita merasa dibimbing Alquran dalam setiap interaksi kita, termasuk pengalaman-pengalaman hidup kita. Pola interaksi kita dengan Alquran itulah yang harus kita tingkatkan, agar Alquran benar-benar memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita.

Ikhwah fillah. Salah satu kandungan Alquran adalah sejarah yang berisi fakta-fakta kemudian ditafsirkan. Tujuan utamanya bukan menguasai fakta-fakta itu, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari fakta-fakta sejarah tersebut.
Kisah Alquran yang erat kaitannya dengan kehidupan bernegara, di antaranya adalah kisah Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, dan Nabi Musa vs Penguasa kala itu.
Nabi Musa mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memposisikan diri sebagai oposisi. Nabi Yusuf mengajarkan kepada kita konsep dan aplikasi tentang “musyarakah” sehingga kisahnya yang berawal di penjara dapat berujung di istana. Berbeda lagi kisah tentang Nabi Sulaiman, yang bercerita tentang bagaimana jika agama telah mampu menguasai negara.
Ketiga cerita tersebut meskipun berbeda, tetapi mempunyai persamaan:
(1) Konflik
Baik ketika beroposisi, bermusyarokah, maupun menguasai negara, konflik itu selalu ada. Bahkan (cikal bakal) konflik antara Nabi Musa dan Fir’aun telah ada jauh sebelum Nabi Musa lahir, yaitu keinginan Fir’aun melenyapkan setiap bayi laki-laki karena dikhawatirkan akan menyingkirkan kekuasaannya.
Konflik adalah salah satu bentuk cobaan Allah kepada manusia. Manusia yang paling keras cobaannya adalah para nabi dan orang-orang yang paling “mirip” dengan para nabi itu (orang-orang shalih).
Konflik itu biasa, bahkan konflik antara Yusuf dan Benyamin (satu ibu-satu bapak) dengan saudara-saudaranya yang juga anak-anak keturunan Nabi (keluarga Yusuf, 4 generasi ke atas adalah Nabi semua) hingga berujung pada skenario pembunuhan. Apalagi hanya dalam sebuah organisasi atau negara. Kata Sayid Qutb: kita tidak bisa memilih untuk tidak berkonflik, yang bisa kita pilih adalah di kubu mana kita berada.
Khusus cerita Yusuf kita dapati konflik terjadi karena kecemburuan akan kadar keikhlasan saudara-saudaranya. Maka, prinsip dakwah kita yang pertama dan utama adalah salamatush-shadr (lapang dada, wujud ukhuwah paling minimal -ed).

(2) Konspirasi
Hal yg patut dicatat: ayat-ayat yang berkaitan dengan konspirasi kepada para nabi itu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan kepada taqdir, supaya kita punya keyakinan bahwa Allah-lah yang mengendalikan semuanya. Dia-lah sebaik-baik pembuat tipu daya.
Kita lihat bagaimana kisah Nabi Musa yang diselamatkan Allah dengan mengantarkan beliau ke istana Fir’aun melalui Sungai Nil kemudian ditemukan oleh isteri Fir’aun. Siapakah yang mengendalikan pikiran isteri Fir’aun sehingga Musa diselamatkan dan diijinkan menikmati hidup di istana? Bukankah sebelumnya Fir’aun ingin agar setiap bayi laki-laki dibunuh? Mengapa dia justeru setuju untuk membesarkan Musa di istananya? Allah telah mengubah persepsi Fir’aun dan isterinya sehingga menyelisihi niatnya sendiri.
Ingat pertempuran Fir’aun dan Musa, ketika Musa terjepit Ia justru lari ke laut. Logika perang modern dimana-mana kalau terjepit larinya ke gunung atau hutan bukan ke laut. Maka tatkala Fir’aun mengetahui hal itu, ia dan pasukannya besorak karena sangat mudah menghancurkan Musa dan pengikutnya. Tapi Allah punya rencana, diperintahkan Musa memukulkan tongkat ke laut dan terbelah-lah lautan. Fir’aun pun tak sempat berpikir panjang, mengejar ke tengah lautan yang terbuka, dan ia pun binasa ditelan lautan.
Demikian pula, siapakah yang mengendalikan pikiran saudara Yusuf sehingga mereka hanya menceburkan Yusuf ke dalam sumur, dan bukan membunuhnya? Ingat, sebab utama konflik antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya adalah KECEMBURUAN, yang berakhir pada konspirasi untuk membunuh Yusuf as.
Jika kita punya kesadaran tentang kekuasaan Allah, tidak boleh ada ancaman yang membuat kita berhenti bergerak dan berjuang. Maka, jangan pernah memandang besar dan kuat terhadap musuh-musuh kita. Allah-lah yang memberikan kita kekuatan dan persepsi itu.
(3) Jarak
Yang dimaksud di sini adalah jarak antara mimpi dan realisasi atas mimpi itu. Kita harus punya optimisme bahwa mimpi kita pasti terwujud. Harus punya nafas perjuangan yang panjang agar mimpi kita terwujud. Berapa lama jarak antara mimpi Nabi Yusuf dan realisasi kekuasaan beliau? Salah satu riwayat menjelaskan, jarak itu adalah 40 tahun. Kesabaran Yusuf itulah yang menjadikannya dimenangkan oleh Allah SWT.
Kesabaran adalah faktor yang sangat penting dalam suatu perjuangan. Kisah nabi Yusuf antara dibuang saudara-saudaranya dengan realitas mimpi ayahnya nabi Yakub, bahwa saudara-saudara akan menyembah/sujud ke nabi Yusuf, adalah sekitar 40 tahun (8x pemilu), riwayat lain 80 tahun (16x pemilu).
Jatuh bangun dalam pilkada, pileg, adalah biasa dalam pendakian menuju kemenangan. Yang pasti, kita harus terus naik, meskipun dlm perjalanan naik itu kadangkala butuh istirahat. Kalaupun kita menang pilkada bahkan memenangkan negara ini masih akan panjang perjuangan (tantangan dan konfliknya). Usai memenangi negara kita harus berjuang dan berkonflik memenangkan tahap berikutnya hingga sampai ustadziyatul ’alam.
Jadi miliki nafas yang panjang, jangan pernah patah arang apalagi hanya karena survey.
Siapa yang akan menang, adalah mereka yang berumur lebih panjang: stamina tetap, teknik semakin baik. Pemimpin Bosnia kala tahun 1994 diwawancarai oleh Fox News ditanya tentang masa depan Bosnia, beliau mengatakan, “Yang memenangi peperangan ini bukanlah yang membunuh lebih banyak jiwa, tetapi siapa yang bisa hidup lebih lama.” Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada 
akhirnya Serbia pergi dan Bosnia berdiri merdeka.

 
Yakinlah kapanpun itu kita akan tetap menang pada akhirnya. Mana lebih lama umur negara atau agama? Imperium Romawi-Yunani sekarang mana? Tapi agama yang dulu pernah mereka kalahkan sampai hari ini masih tetap ada. Maka karena kita berjuang untuk agama ia akan selalu menang! Politisi menciptakan voters, tapi agama menciptakan Followers. Kuat mana voters dan followers?

(4) Mindset
Baik Nabi Yusuf, Musa, maupun Sulaiman, ketiganya punya mindset sebagai PEMENANG, bukan pengabdi. Coba perhatikan, Doa Nabi Sulaiman yang sangat dahsyat: Robbii hablii mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba’dii. Sulaiman minta negara dan ia minta negara itu tidak diberikan kepada selainnya.
Kita doanya apa? kita doa minta istri, anak-anak sholeh, dan semua itu diberikan oleh Allah. Tapi pernahkah kita berdoa minta negara?
*Sulaiman bukan hanya minta negara, tapi negara/kekuasaan yang tak diberikan Allah kepada setelahnya*
Kalau kita tak pernah meminta (berdoa) minta negara akankah Allah berikan kita negara ini? Oleh karena itu mari kita tambah doa-doa kita dengan doa Sulaiman.
*Kalau kita minta negara maka Allah akan sertakan segala isinya, tapi kalau kita hanya minta suami, istri, anak sholeh belum tentu negara akan diberikan pada kita. Sulaiman karena doanya itu menurut riwayat istrinya 99, bahkan Daud istrinya 1000*
Berdoalah kepada Allah agar kita diberikan kekuasaan yang dengannya kita memperbaiki umat dan bangsa ini. Bahkan lebih daripada itu, kita akan tunjukkan peran kita di muka bumi ini.
Apakah Antum siap untuk mengubah mindset sebagai pemenang? Apakah Antum siap memenangkan dakwah ini? Yakinkah Antum dengan kemenangan yang akan Allah berikan?
Inspirasi Dari Kisah Nabi Musa, Yusuf dan Sulaiman

The Jjamppongers & Lebaran

Alhamdulillaah di UST-Daejeon ada beberapa teman yang bisa diajak nongkrong dan makan bareng. Ritual buka bersama diadakan tiap Jum’at dengan untuk menjalin silaturrahim dan menghindari kebosanan masakan sendiri. Tiap Jum’at dipilih resto atau warung mana yang mau dikunjungi. Jum’at pertama buka di Chinese Resto, Jum’at kedua buka di Ssakanaya, yang ketiga di Misoya, dan yang ke-empat di Bokdongeori. Berhubung hari ini adalah hari terakhir puasa, Anatta mau traktiran karena hajatnya terpenuhi. Kami pun memilih bukber di Chinese Resto.

Makanan favorit di Chinese Resto ini adalah Jjamppong 삼 선 짬뽕. Dari nama makanan inilah terinspirasi untuk menyebut gang ini dengan The Jjamppongers. Habis bukber terus nyari coffee shop. Komplit deh. Seru aja punya teman yang punya minat sama buat nongkrong dan makan bareng. Efeknya saya jadi makin males pergi-pergi sendirian.

Well, beruhubung besok lebaran, kami mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1436H. Mohon maaf lahir batin. Semoga bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun depan.

  

Ramadhan 29

Sahur kali ini agak maruk. Udah direncanakan sahur pake indomie goreng tapi ga nyangka pas masak malah nafsu makan banyak. Semuanya dibikin 2: 2 bungkus indomie, 2 telur, sayuran, dan kornet. Hasilnya makanan ini hampir ga habis dan bikin kliyengan. Kekenyangan!