H-5

Sedikit berbagi aaahh 🙂

Perjalanan ke Jepang ini bisa dikatakan solo traveling gw yang pertama!! YAIY!! Ada deg-degan, excited, happy, worry, and so on. Deg-degan karena gw ga minta izin babeh lab karena gw pikir cuman 2 hari ini *Semoga ga kenapa-napa di jalan* Aamiin. Lindungi hamba ya Allah. Excited karena jepang gitu lhooo.. *ga tau alasannya, semangat aja bawaannya*. Tapi timbul pertanyaan, kenapa gw kemarin mutusin pergi ke Jepang ya? Dengan jumlah duit yang sedikit karena salary bulanan mahasiswa ngepas dan ngirit namun gw pakai ikat kepala, pakai kacamata kuda beli tiket dan nyiapin uang saku. Kalau di total, semua perjalanan mulai dari tiket, visa, bekal, transport dalam negeri korea, semuanya nyampe 1 bulan gaji gw. @_@ Geleng-geleng liat kelakuan gw.

Nasi sudah jadi bubur, saatnya berdo’a untuk kelancaran perjalanan. Yuk bikin checklist

  • Visa
  • Uang saku JPY
  • Booked guest house
  • Rute perjalan
  • Rute subway/train
  • Tokyo Map

Hope everything is going well ya! See you later 🙂

February to March

Ada segudang cerita yang ingin gw kisahkan kepada readers tapi apa daya kemampuan gw dalam menulis sangat lah terbatas dan diperparah waktu gw yang mepet #soksibuk. Dari February to March ini banyak banget hal yang terjadi dalam hidup gw. Campur aduk rasanya, warna warni kalo dituangkan ke dalam gambar.

#Korea

Tanggal 15 lalu gw mudik ke Indonesia. Kepulangan gw ke Indo ini diikuti dengan banyaknya tugas riset yang tak kundung selesai. Ingat tulisan gw “Bangkit”? Yeap, professor dengan sukses ngaduk-ngaduk hasil karya gw.

#Indonesia

2 minggu di Banjarmasin membuat gw senang walau kadang ada bosannya: ga punya duit, ga banyak teman, dan hujan. Untung ada mama dan adik yang bikin semuanya baik-baik saja. Riak-riak hidup bersama kembali terasa, ada pertengkaran kecil, tawa canda, bujuk rayu, dan lain lain yang memang sering terjadi di keluarga. Gw ingat kata-kata seorang teman, Because we call it family so that we give and forgive without request. Di Banjarmasin ini banyak hal yang udah gw lakuin seperti berkunjung ke LBH (Lembaga Bantuan Hukum) untuk ngurus beberapa hal, perpanjang SIM (Surat Izin Mengemudi, yang ternyata sangat murah jika dibandingkan dengan Malaysia yang seharga 4 juta rupiah dan Korea 10 juta rupiah), ngopi bareng sohib, nongkrong ga jelas di Audimart, submit paper yang (Alhamdulillah) diterima (yaiy, going to China), ngurus tiket PP Korea-Indo untuk mama dan nelin (adik gw, akhirnya gw kenalkan dia ke publik), ngisi sharing session tentang Life in Korea (finally, my dream came true buat ngasih acara sharing kayak gini. Thanks Masri dan Nyuen serta Tina), makan bareng Tina, Nyuen, Alif, dan Nuna, hadir acara first anniversary-nya #dropyourbooks, ketemu Mbak Risna dan Azhary di Jakarta (thanks for your coming 🙂 🙂 )

#Korea

Back to Korea dari tanggal 3 March, dari sini mulai sakit-sakitan. Mulai dari kedinginan sampe sakit kaki karena hal yang ga jelas. Beberapa moment penting: kabur dari lab untuk bikin visa jepang tapi ke gap pas lagi pulang #ngasal #ngakak lalu dibawa ke medical center karena emang kaki gw sakit pas itu (ntar cerita lengkapnya ya), teman itu sangat berharga (dibantui berkali-kali sama Mas Harist, makasih mas), kematian itu sangat dekat (info kakaknya ifa, teman se-lab, yang meninggal), aktivitas di lab yang ga berubah-ubah, dll. Insya Allah akan ke Jepang selasa depan. Semoga berhasil pergi dan enjoy my trip. Aamiin. Mendadak kangen keluarga di Banjarmasin. Ya Allah, please save and guide us.

@Lab
#nyeruput kopi hangat ^_^

See you later!