Disuruh Nunggu

Cerita punya cerita gw habis melakukan transaksi dengan seseorang terkait uang. Mutual relationship lah harusnya. Detailnya gini..
Pagi-pagi dikontek seseorang untuk transaksi. Berhubung yang tau gw perlu transaksi ini cuman di sebuah grup tertutup, jadi gw ga curiga apapun ke si orang ini. Seriously, 100% gw percaya dengan dia. Dia janji bakal kirim uang ke gw jam 9. Jadinya gw tunaikan lah kewajiban ke dia. Gw kirim uang ke dia. Tunggu punya tunggu, si orang ini ga kirim uang juga sampai sore. Gw kontek orangnya dan dapat respon katanya sms bankingnya error. Ntar temennya yang kirim jam setengah 5. Well, gw cek jam sekarang di Indonesia harusnya sudah jam 5. Gw tanya lah “Bukannya sekarang itu jam 5 ya?” Dijawab “Oh iya, maaf mas saya ga konsen”. Ok gw tunggu lagi.

Jam 9an gw kontek lagi, ternyata belum dikirim. Alasannya lagi ke RS. Ga tanggung-tanggung, ketuban pecah, mau MELAHIRKAN! Sebagai orang yang beradab dan berperasaan, gw MAKLUM. Sangat maklum dengan kondisi kayak gini. Apalagi melahirkan adalah perjuangan antara hidup dan mati. Gw pun minta nomor hape suaminya, yang sampe sekarang belum dikasih. Well, ini kejadiannya di hari Selasa.

Ada sedikit kecurigaan. Akhirnya gw message lagi. Tolong dikirim balik aja uang gw. Yang akhirnya dikirim juga jam 3 subuh. Si orangnya bilang dia sudah melahirkan. Alhamdulillah dong ya. Alhamdulillah duit gw dibalikin dan dia melahirkan dengan selamat. Tapi…. ternyata uang yang dikirim itu kurang. Akhirnya gw bilang “Uangnya kurang xxxx, tolong dikirim ya. Makasih”. Sejak hari Rabu pagi sampai sekarang pesan gw belum dibaca. Uangnya ga banyak2 amat. Tapi ya itu tetap uang. Ya kan? Kata teman gw, tunggu aja 3 harian. Oke gw tunggu. Rabu-Kamis-Jum’at. Udah 3 hari kan. Terus ada juga yang bilang tunggu aja seminggu, biasanya orang habis melahirkan itu sibuk. Suaminya juga sibuk. Oke. Gw sepakat. Gw setuju mungkin keadaannya super sibuk sampai ngirim balik uang orang yang di dia aja belum sanggup. Kalau sudah seminggu ga dikirim juga gimana? Gw disuruh sabar! Yes. Itu lah solusi dari segala solusi. Gw ga boleh nuduh si orang ini tanpa alasan dan gw juga disuruh sabar. Disitulah letak solusi dari segala solusi.  Tunggu aja! Orang baru melahirkan gimana pun kondisinya ya harus ditunggu. Pun begitu suaminya yang super sibuk dengan anak baru. Lagian ini masih ada untungnya kok. Untung uang gw dibalikin sebagian. Kalau ga dibalikin sebagian? Ya tunggu aja sampe anaknya bisa jalan! Mungkin akan dikirim:D hehe

Now vs Future

Akhir-akhir bersyukur bisa dapat pemasukan lain untuk mencapai target 2016. Tapi doing business while studying itu bukan hal yang mudah. Business yang dijalanin cuman perlu duduk depan meja, ada akses internet, dan tergantung third party. Third party ini fungsinya cukup vital sehingga jika mereka tidak ada maka business yang gw usahakan akan mandek. Relatively mudah dan nyaman doing business ini. Alhamdulillah. Namun riset jadi ga konsen padahal doing riset ini untuk masa depan.

Berkaca dari beberapa senior yang bisa doing business while having publications in top journals, harusnya melakukan kedua hal ini sekaligus bisa-bisa aja. Walau pasti banyak fakto yang menentukan misalnya tingkat kecerdasan, adanya pegawai atau orang lain yang membantu, dll. Nah, buat gw pribadi, masih cukup struggle untuk bisa fokus di keduanya. Makanya sekarang coba lebih getol lagi nyari solusi bisa bisa research and part-time balance. Playing mah ga usah dibahas, hampir tiap weekend ga pernah belajar. Sampai-sampai bertanya nih, am I a PhD student? So, saran untuk diri sendiri, please be wise dalam melakukan dan memutuskan hal. Dapat duit cepet perlu tapi consider my future juga. Alhamdulillah sudah nemu research interest yang baru! Semangat!