Rehearsal

Sesuai schedule, hari ini dilaksanakan rehearsal alias pra sidang thesis gw. Acara dimulai dari jam 2.30PM dan berakhir jam 6.30PM. 4 jam terasa hanya sebentar buat gw yang nunggu giliran presentasi. Dari 5 orang lab mate yang akan bareng lulus, gw dapat giliran ke 4. Karena giliran ke-4 ini sudah banyak melihat 3 orang lain yang “dibantai” oleh prof dengan komennya yang membangun, gw berasa ciut untuk presentasi. Tak bisa dipungkiri kalau gw dag-dig-dug nervous dalam hati. Pikiran mumet kalau kalau prof kurang sreg dengan hasil penelitian gw atau simulasinya kurang bagus atau ini itu dan hal lainnya. Keadaan diperparah dengan kekurang dari slides presentasi yang akan dipresentasikan. Beberapa hal yang sudah disadari kurang adalah kenapa gw propose thesis gw seperti itu. Nah, gawat kan kalau hal itu ga tersampaikan dengan baik. Bisa-bisa nanti juri yang denger ga paham hasil kerja dan kontribusi yang gw telah usahakan berbulan-bulan.

tesis

Presentasi gw yang cuman 11 menit mendapat feedback yang cukup membangun dari prof. Gw diminta untuk perbaiki introduction, problem statements, benerin figures, etc yang gw rasa emang perlu. Alhamdulillah ga terlalu ribet. Jadwal sidang pun berubah jadi 14 Juni 2013. Two weeks towards the freedom 🙂

Semoga semuanya dilancarkan prosesnya oleh Allah, dimudahkan jalannya, dan dikuatkan imannya. Ga sabar pengen lulus dan kerja di tempat yang baru ^_^

 

Advertisements

Coffeelicious

Bukannya nulis thesis malah blog-walking dan sekarang nulis blog! #bejek-bejek-keras-baju

Gw sedang berada dalam kondisi pengen-segera-lulus-kemudian-kerja-dan-dapat-duit-banyak! Pengen segera mewujudkan point per point dari bucket list yang udah ditulis. Coffee. Ah, ga bisa dikategorikan penggila kopi sih, cuman gw suka minum kopi. Hal inilah yang menginspirasi gw untuk membangun coffee shop pribadi dan belajar mengolah kopi sendiri layaknya barista. Udah  mencari-cari lokasi recommended coffee shop di Korea dan menyiapkan diri beserta duit untuk mengunjunginya satu per satu.

Kalau dari sini ada 10 recommended coffee shops di Seoul. Ga tau berapa jumlah uang yang harus diinvestasikan untuk mengunjungi semua kafe disana. Oohh God, semoga bulan depan bisa langsung kerja dan dapat duit banyak. Aamiin100x. Kalau dalam sebulan harus ke Seoul 1x, berarti kudu 10 bulan untuk mengunjungi semua kafe tsb. Budgetnya? Sekali jalan ke Seoul itu minimal 50ribu KRW dan ini artinya akan plus plus lagi #tepok-jidat

Well, hobi emang perlu pengorbanan. Ideal banget harapan gw jika bisa punya teman yang memiliki coffee shop di kota Gumi dan gw bisa berkunjung secara rutin tiap minggu untuk belajar bikin kopi. Hmmm, why not kan? Gw kudu nyari perkumpulan dan kenalan deh secepatnya 🙂 God, please grant my wish soon. #Aamiin

Sikap Relatif

Dalam menghadapi masalah, setiap individu bisa memberikan tindakan yang relatif. Wajar. Sungguh merupakan hal yang sangat wajar. Termasuk sikap ketika menghadapi sebuah sistem yang di dalamnya terdapat sesuatu yang salah. Gw ilustrasikan sebagai berikut

Jika dalam sebuah sistem kita melihat ada sesuatu yang jelas salah, apakah kita berdiam diri dan membiarkannya?

Yeap, ada yang memang mengambil sikap berdiam diri dan membiarkannya begitu saja. Ada pula yang berusaha melawan dan memperbaiki sistem tersebut. Penentuan sikap atas sebuah persoalan diatas tentunya membutuhkan berbagai pertimbangan untung-rugi, keadaan saat ini dan nanti, dan banyak hal lainnya. Semua itu tergantung, misalnya siapa saja yang ada di dalam sistem, apa posisi kita dalam sistem, sebesar apa sistem tersebut, apa saja resiko yang diambil jika merubah sistem, bagaimana respon pihak luar terhadap tindakan kita, dsb. Banyak. Semakin besar sistemnya, semakin banyak pula pertimbangannya.

Lalu apa jawabannya?

Gw pribadi bersikap opportunis, jika sistem itu menyangkut diri gw, maka akan gw usahakan untuk menyuarakan perubahan. Resiko? Honestly, gw ga akan membabi buta untuk bertarung tanpa senjata. Lihat keadaan, apa yang gw miliki, dan apa yang bisa gw usahakan. Saat ini gw terjebak dalam sebuah sistem yang gw-tidak-puas-dan-tidak-rela-untuk-membiarkan-ini-terus-berlangsung. Hence, gw berusaha untuk menyuarakan perubahan. Bagaimana tanggapan orang sekitar? Entahlah. Jika gw berjuang sendiri dan tidak mendapat support yang lain juga akan berbahaya. Disini gw mulai berpikir strategi bagaimana cara terbaik agar tidak berontak secara frontal. Bagaimanapun juga, sistem yang salah ini harus diperbaiki perlahan-lahan. Untuk siapa? Gw sebentar lagi akan keluar dari sistem ini kok, buat apa gw repot-repot. Yeap, tapi gw memiliki tanggung jawab moral untuk itu. Ada orang yang merasa ya sudah lah, yang penting selamat dulu. Namun, gw pribadi ga bisa gitu. Kedzaliman harus dihentikan bagaimanapun caranya tapi dengan mengambil resiko yang kecil :p Gw belum cukup berani untuk bertarung frontal mengingat power yang gw miliki sangat kecil atau hampir tidak ada 😀

Why After This?

Habis baca ini 100-list dan tertohok. Where did I put my bucket list? Hidup gw berasa flat akhir-akhir ini.

Why After This? Yeap, tinggal tunggu hari, harusnya gw udah sidang dan secara legal akan segera lulus dari my master degree. Seneng? Tentu saja. Namun hal yang membuat gw agak “yah-kalau-bisa-libur-dulu” adalah gw akan segera kerja (insya Allah) awal Juni nanti. Belum sidang emang, tapi harus mulai training di perusahaan tsb.

Pulang dari lab malam ini, gw akan mencari dimana gw letakkan bucket list gw. Kalau masih ga nemu, well, gw akan mengulang menulisnya dan mempostnya di blog ini secara pribadi. Hidup cuman sekali, sayang kalau dilewatkan begitu saja. Ya kan readers?

Ga ada salahnya membuat keinginan yang tercatat, anggap aja itu proposal dan do’a kepadaNya. Kekuatan untuk mewujudkannya akan semakin besar. Universe will conspire to help us. Liat aja hasil dari magic penulisannya nanti 🙂

Welcome Back (again)

Welcome back ke Korea lagi setelah visited Beijing for one week from April 26 to May 2 2013. Yeap, I had conference there.  Kembali ke Korea berarti ketemu babeh di lab, teman-teman, dunia riset, dan lain-lain yang beberapa sudah terasa sangat membosankan. Alhamdulillah ada beberapa kabar baik pas datang: “it” dan tex refund adalah hal yang paling membahagiakan.

Hope Korea be nice to me! Hwaiting for graduation!