Interior Design

It is strangely enough but I like interior design. I guess people are just naturally loving beautiful creatures. So it is very normal to admire beautifulness.

As I remember, I always visit Caffe Bene nearby my dorm at least every week either Satnite or Sunday night. Besides it is very close, it is also the most convenient coffee shop with decent taste. Not to mention the good interior design. It is owned privately by one family. The wife and husband are always there. Sometimes I meet their daughter. I like their decision running a cafe. I believe they are wealthy enough to open one of famous coffee chained shops in Korea. Well, this is one of my fav design. Combination of books, shelves, lights. Perfect.

  

Conquer Own Fear

When I have an idea or even some ideas, I always ask question whether my idea is meaningful or not. And it is also the same way as I am doing research. I have an idea, I make a slide, I want to share it, but I am afraid of harsh critics. It is too scary to listen to others saying my idea is bad. However, nothing i can do, right? If I don’t share my idea then how could I know it is meaningful or not. The thing that I can do is just facing it. Make it good, arrange it beautifully, and present it. Let’s conquer my own fear!

Crazy over London

Lalala~ I am back with my delusional yet optimistic target for this year: Visiting L O N D O N. I love British accent. Eargasm. I love Briton. Do I? Well, I am not sure. But I love hearing them speak closely to my ears whole day and every day. Eargasm.

Let my imagination go anywhere it may. I enjoy it, for sure.

I close my eyes, I imagine what London is: environment, people, scenary, water, food, festival, happiness, excitement, anything! I wander in the city with friends or alone. It doesn’t matter! Meet very kind strangers. We talk, we discuss about life, about their life, about British. I listen to them thoroughly.

In my hotel, I wake up early. Having my Fajr praying is a must. Enjoy the sunrise with Halal English breakfast. I enjoy every bite of my food. Amazing.

Without specific itinerary, I visit famous tourism spots and unpopular ones. I like combining both. Feeling more personal to the city.

I just wander here and there. Try many food as possible as I can. I dont calculate my budget. Sit on cafe, drink a cup of coffee. Yes, vanilla latte. Or visit a famous cafe. Don’t forget a cheese cake. Perfect.

Night life of London is one of the lists. Enjoy jazz music. If it is possible, I go to particular jazz concert until 10PM. Back to hotel and take a rest. I plan my tomorrow trip to visit Cambridge. UK in general is knowledge source. I want to see the library, park, university where knowledge is generated. One whole day for edu-trip.

In the next day, I want to join meet up with start up company runners. Sharing idea. Listen to their experience. Take some notes. Learn as many as I can. For lunch or dinner, I will have it together with one of respective professors I know. Wonderful.

Well, don’t forget Kebab and chocolate as well while in London. I heard Kebab in London is very delicious. Chocolate? I don’t know. I just want to eat it. πŸ˜€

Is it enough for 3-day trip? Hmm, I also plan to visit Edensor. Should I add more day? If I could, I will be in UK for a week. So, basically I need to add more stories. πŸ˜†


source:Β picture

Internet dot org

Angkat tangan bagi yang belum tau internet.org? Ayo ngaku! Well, mau angkatan atau ga bukan masalah. Yang jelas internet.org, sebuah project dari Facebook (yes, FB, that Facebook) ini sangat mulia dan keren, at least menurut gue. Untuk sementara mari dibuang jauh-jauh masalah konspirasi dibalik internet.org atau facebook, karena emang gue juga ga paham. Sekarang bahas yang positifnya aja.

Masih terkait dengan inclusive innovation (baca tulisan sebelumnya), menurut gue project internet.org ini bisa dikategorikan sebagai bagian dari inclusive innovation. Bro Mark Zuckerberg punya visi bahwa semua orang dan tempat di seluruh dunia bisa terkoneksi dan menikmati layanan internet tanpa terkecuali, terutama orang-orang yang kurang mampu di negara-negara terbelakang, dengan gratis atau setidaknya biaya yang lebih murah. Dengan adanya project ini, mungkin 5-10 tahun lagi seluruh dunia bisa saling terhubung. Orang-orang kurang mampu bisa menikmati layanan untuk pendidikan atau lainnya dengan lebih mudah. Proses inovasi pun bisa dilakukan dengan melibatkan orang-orang tsb. Misalnya petani, dengan terhubung ke internet bisa jadi mereka menemukan suatu metode atau teknik bertani yang lebih baik dan bisa diterapkan ke pekerjaan mereka. Inovasi-inovasi kecil yang bisa mendukung kemudahan kerja sehingga roda perekonomian bisa terus berjalan.

Inclusive innovation ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang kurang mampu dan negara-negara terbelakang. Oleh karenanya, jika memungkinkan memang hasil riset bisa diterapkan untuk membantu mereka, dan masyarakat dunia bisa lebih concern dalam menyelesaikan ini. Hal yang sungguh menarik, moga-moga nanti gue bisa dapat ilmu lagi untuk dibagi disini. Jadi pengen kontribusi di internet.org πŸ™‚

South Korea and India

Awalnya cuman kepikiran tentang Korea doang tapi pas lagi nonton video youtube Sundar Pichai ngasih keynote speech di Google I/O 2014 jadi inget dengan India. Ceritanya hari ini di kelas STI Policy membahas tentang inclusive innovation. Simply speaking, isi materinya tentang bagaimana melibatkan orang-orang yang ter-exclude dalam proses inivasi. Orang-orang ter-exclude ini kebanyakan adalah the poor. Nah, apa kaitannya dengan India dan South Korea? Jadi konsep inclusive innovation ini pada awalnya dikembangkan oleh India. Fakta yang bikin shock adalah 75% dari penduduk India hanya menghasilkan less than $2 per day. Tapi fakta lainnya adalah banyak sekali warga/etnis India yang jadi mahasiswa atau kerja di luar negeri, Amerika misalnya. Bahkan mereka sudah banyak memimpin perusahaan-perusahaan besar, Sundar Pichai di Google, Satya Nadella di Microsoft. Jadi sungguh heran ternyata kondisi negara asal mereka masih dalam area poverty. Di lain hal, negara “kecil” Korea ini juga sudah mulai memimpin. President of The World Bank dan United Nations adalah orang Korea (at least secara etnis). Jadi memang menurut gue, dua negara ini (selain Chinese/China) memang sudah sangat maju dalam hal keahlian. Banyak warga negara atau bangsa mereka yang menorehkan karir luar biasa di kancah internasional. Bedanya adalah Korea secara negara jauh lebih maju dari India. Korea saat ini memang sedang di atas awan. Gue pribadi jadi mikir, Indonesia apakah bisa seperti ini? Well, warga negara tentunya alias kualitas SDM nya. Moga-moga deh gue bisa berkarir cemerlang 10-15 tahun lagi. Hehe.. Aamiin πŸ™‚

Mixed Up

Habis curcol (walau ga bisa dibilang curcol sih) ke salah seorang teman.

Me: hari ini ga fokus kerja, malah mikirin diet, olahraga, dan startup.
Temen: yang dipikirin tulis di blog aja.

And this is it, ditulis lah apa yang sedang dipikirin.

Diet. Lagi mikir mau diet mayo. Beli bahan-bahannya ga susah, masaknya pun ga susah. Yang susah adalah ngejalanin dan nyediain waktu untuk masak. Should I start it on this weekend? Tapi salah seoarang tim akan balik dari US hari Senin ini. Pasti ada oleh-oleh makanan! #Ngarep.com Tuh kan, niatnya aja mulai kalah sama oleh-oleh. Gimana mau diet mayo 13 hari??

Olahraga. Baru dapat link dari junior dulu kuliah di Telkom. Isinya tentang exercise challenge. Duh, asik lah dapat challenge gini. Gueudah print out 2 buah challenges: half-marathon and core. Kalau ternyata yang marathon susah, gue akan ganti challengenya ke cardio aja. Pengen mulai yang abs challenge setelah core selesai. Well, abs nampaknya susah! Belum berani ngambil tantangan itu.

Startup. Udah clear dan yakin kudu serius dalam 3-4 tahun kuliah PhD. Habis lulus gue harus bisa bikin produk/service yang berguna untuk orang lain (kalau ga mau nyebut masyarakat). Nyari-nyari startup community di Daejeon sini, ada 1 di KAIST tapi ga yakin bahasa pengantarnya English. One important thing kalau mau join community adalah kemampuan bahasa. Gue agak bisa mendengar, tapi kalau bicara masih sangat jelek. Belum yakin bisa bikin startup, tapi gue pengen bergaul dan belajar mengenai bisnis. Mungkin semester depan bakal coba ngambil kelas IT business di KAIST. Hope there is one opened for next semester.