Kamingsun…

Tulisan yang ingin kuterbitkan dalam waktu dekat:

1. Rangkuman/ resensi Novel “Hafalan Shalat Delisa by Tere-Liye”

2. Cara membuat Web Server di Ubuntu 8.04

Advertisements

PA..ohh..PA.. ^_’

Tepat pukul 2.15 am jam laptopku, aku merasa senang sekali. Setelah 3 hari ini aku berkutat terus dengan PA ku. Ya, Proyek Akhir. Beberapa hal yang kurasa melangalami kemajuan pesat. Progress report PAku yaitu:

1. Web Server sudah berjalan

2. Camserv sudah berjalan

3. Sudah bisa menampilkan video di web sederhana

4. Web 25 % dah jadi

Yang harus segera dilakukan:

1. Membuat suara dan gambar tampil di web, membuat audio server

2. Membuat tampilan web lebih menarik

3. Membuat chat server (pilihan)

4. Membuat Rencana Simulasi (menambahkan dengan wireless connection + HP)

5. Buku dan Administrasi lain

6. Bimbingan PA euy..

Goresan Kecil

Upzz…agak ngantuk neh..tapi gak papa..lagi semangadh ’45 menuliskan kata-kata hari ini.

“Think Positive. Yes, I can!”

“Hidup adalah media pembelajar terindah bagi org2 yg mengerti. Betapa sempurna sekolah ciptaan Allah ini. Ada senang,sedih,harapan,cinta,dsb. Pelajaran2nya pun bermacam2. Lulus ato gak lulus,bagus ato gak bagus nilai kita,kita yang menentukan..”

“Sukses = ikhtiar, doa, ikhlash, cerdas”

“Kerja itu ada banyak macamnya; kerja cerdas, kerja keras, kerja ikhlash”

“Memintalah kepada Allah sedetail mungkin. sebanyak mungkin. Karena tidak akan mengurangi keagungan Allah sedikitpun. Tapi ingat, harus ikhtiar. Karena Allah juga melihat usaha kita”

Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (end)

continue..

Malam itu pula aku memutuskan untuk bangkit. Kalau kata temanku, kita itu da’i. Da’i untuk ummat. Kalau da’inya saja lemah bagaimana ummat yang akan dibimbing. Cukup banyak aku sms-smsan dengan akh azhary. Dari hati ke hati kami bicara. Kutuliskan sedikit sms beliau yang cukup menggugahku walaupun sebenarnya mungkin bagi sebagian orang biasa-biasa aja:

Nikmatnya yang manakah yang kan kau dustakan, bila kau hidup dengan rizkiNya!! Nikmatnya yang manakah yang kan kau dustakan, bila kau bernafas dengan udaraNya?! Masihkan kita lalai?!”

Memang antum kenapa akh? Antum ada masalah? Gimana shalat wajibnya? Gimana tilawahnya? Gimana shalat sunnahnya? Gimana liqonya? Ada yang menurun kualitas atau kuantitasnya?”

Afwan ya akh terlalu mencampuri. Tapi jika kita merasa jauh dangan Allah, tu bukan karena Allah yang menjauhi, tapi karena kita yang menjauhi Allah dengan segala maksiat yang kita perbuat, kecil atau besar”

Kenalilah Allah saat kamu senang, niscaya Allah akan mengenalimu saat kamu sedang susah (HR. Ahmad, Tarmidzi, Hakim, Baihaqi)”

Akh,, Allah itu mau tau sejauh mana kita taat padaNya. Kalau kita bilang taat tapi perbuatan tidak, Allah akan terus menguji dengan maksiat yang sering kita lakukan. Terus menerus sampai kita sadar.”

Bukan berarti kita seorang kader lantas Allah menerima amal kita. Coba deh berpikir, kalau amal yang kita buat tanpa maksiat aja belum tentu diterima, apalagi jika kita beramal terus maksiat?!”

Terus apa yang membuat kita melakukan maksiat itu lagi. Ayo akh berubah, kita tukar kenikmatan semu dengan kenikmatan abadi. Dengan konsekuensi, diri ini akan lebih tersiksa…”

Insya Allah, salng mendo’akan ya. Yuk, sama-sam a berjuang. Kita raih ampunan Allah atas maksiat yang telah dilakukan, dengan sungguh-sungguh menjauhinya. S.M.A.N.G.A.T ^_’ “

Itulah sepenggal sms dari beliau. Sesaat menmbuatku merenung. Aku memang salah. Tak seharusnya aku melakukan tindakan bodoh itu. Sudah tau salah. Tapi malah menjauh. Huh.. Itulah kisahku bagaimana mencoba bangkit dari keterpurukan. Berpikir positif kalau Allah Maha Pengampun. Kuputuskan malam itu juga akan bangkit. Besok harus lebih baik lagi. Dan benar, hari Rabu ku awali hariku dengan lebih baik lagi. Semoga terus bertahan, pintaku pada Allah. Tulus aku meminta keistiqomahan itu.Amin

Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (part.3)

continue…

Sehabis nonton aku langsung bersiap menjemput juniorku, Irwin namanya. Namun ketika sudah sampai di parkiran BSM Kak Reza mengagetkan kami.Dia berkata bahwa HP-nya tertinggal dalam bioskap. Jadilah kami kembali ke lokasi nonton tadi, alias bioskop studio 3. Alhamdulillah, akhirnya nemu tu HP. Untung gak hilang, kalau hilangkan kasian banget Ka Reza. Gimama nggak, kan tu HP bukan punya dia.

Gosip punya gosip -he- aku berhasil membujuk alias merayu kak reza dan raly untuk menemaniku menjemput irwin. Dengan yakin bayar parkir mall yang super duper mahal. Perjamnya 1500 bo. Weleh-weleh. Sesampainya di stasiun -sebenarnya gak tau pintu masuk utama yang mana- langsung nunggu di tempat tunggu penumpang. Gak lama berselang orang yang ditunggu-tunggu pun datang. Irwin Wahyu Utama. Tak perlu berlama-lama, kami langsung go home. Cuci kaki cuci muka. Berangkat ke kasur. Si Irwin tidur di kamarku. Aku sendiri tidur di kamar ka Jack karena si Rikad pulkam ke Jakarta.

Huuuaaah… Hari Sabtu tiba. Tidak jauh berbeda hari ini kuhabiskan waktuku dengan bermalas-malasan. Bangun-tidur-makan. Itu aja kerjaannya. Yang tadinya pengen baca Al-Qur’an eh malah gak dibaca. Betapa bodohnya aku. Dalam hati aku berpikir, malam ini kan agenda rutinan ma si boz. Mau jawab pertanyaan bos gimana ya. Jujur, aku sulit bohong. Tapi kalau jawab aku lagi malas kan gak mungkin. Malu donkz.hehehe. Tepat pukul 18.30 aku mengantarkan Irwin pulang-ke tempat ngetem angkot di radio palasari. Sebelum itu aku dihubungi si boz kalau hari ini gak jadi ketemuan karena beliau agak gak enak badan dan kami (P&B serta aku) diminta pergi ke DPD Kabupaten untuk Continue reading “Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (part.3)”

Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (part.2)

continued…

Kegundahan masih menyelimuti seluruh akal pikiranku. Ditambah dengan kebelet pipis, lengkap sudah ketidakkonsenanku menyiak keadaan. Satu fakta terungkap. Aku melihat segerombolan orang berjalan, berbaju hitam. Entah tepat atau tidak aku sebut mereka pasangan-pasangan yang sedang refreshing semasa UTS. Mereka sangat kukenal. Teman satu kampus. Deg-degan aku melihatnya. Benar kata orang, benar gosip yang beredar. Secepat kilat perasaan kesal menjalari seluruh tubuh. Udah gak enakan dari tadi, malah ditambah ngeliat mereka.

Kak Reza yang terlebih dahulu melihat mereka langsung bersembunyi di samping pintu lift. Alih-alih harapannya gak keliatan. Sukses. Sukses besar. Kak Reza memang tidak tertangkap mata mereka. Aku yang sadar juga ikut bersembunyi. Aneh bukan?aku juga tidak tau kenapa kok aku malah ikut-ikutan sembunyi. Bergegas mengambil langkah seribu ingin mengejar. Namun aku terlambat. Mereka sudah berbeda lantai dengan kami. Dan aku melihatnya, melihat mereka. Tiba-tiba berkelebat sejuta tanya, inikah kenyataan sebenarnya? Bukankah ia bilang sudah tidak ada hubungan dengan cewek itu? Bukannya dia ADK seperti yang lain? Ternganga aku dibuatnya. Berjanji dalam hati, akan ku tabayyunin besok! Sayang kenyataannya berbeda, Continue reading “Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (part.2)”

Seribu Gundah Membuncah, larikah aku??

Melangkah gontai tanpa arah. Hari-hari itu kujalani dengan hampa. Sejak jumat sampai Senin minggu depannya. Sebenarnya perasaan ini sudah lama kurasakan, sejak berbulan-bulan lalu atau bahkan sejak 9 bulan yang lalu. Entahlah, aku sendiri juga bingung. Yang pasti sejak ikutan panitia PDKT 2008, ibadahku kacau balau. Tidak istiqomah, belang betong kayak zebra. Sebentar naik, sebentar turun. Namun turunnya lebih lama daripada naiknya. Puncaknya ya hampir seminggu itu, nagapa-ngapain malasnya luar biasa. Ibadah-ibadah rutin kutinggalkan. Tilawah, shaum, bahkan tahajjud. Namun aku masih sadar, itu salah. Aku tetap menjaga shalat wajib dan dhuhaku. Pikirku yang penting shalat wajib jangan sampai terlewat. Tepat hari jumat, Continue reading “Seribu Gundah Membuncah, larikah aku??”