H-13 Perbanyak Istighfar

Saat-saat mendekati hari H gini banyak macam-macam pikiran yang muncul. I can’t describe it here because it is very personal. I guess when you are preparing your marriage, mixed thought is a very common thing. We just have to handle it correctly. And the solution is perbanyak istighfar. Ingat sama Sang Pencipta. Banyakin berdo’a supaya apa yang direncanakan bisa lancar, berkah, dan penuh ridho. Itu yang sedang gw lakuin sekarang. Kalau pikiran aneh datang, cepet-cepet istighfar. Kalau readers punya cara ampuh lain, tolong share di sini! Thanks..

Advertisements

Welcome 2016

I barely celebrate a new year since I stayed in Korea for the last 4 years. Nobody could tell the life. I didn’t expect for staying here this long. My first new year celebration was 2012. Then 2013, 2014, 2015, and now 2016.

To put it simple, I do expect more this year. More productive in any possible way. Life and work. I am planning to stop using Instagram and Twitter. I stopped using Path several months ago. Well, never be a fan of this app tho. I also stop tweeting. Get bored, basically. As for IG, I find myself looking unuseful information every time I open my account. So, i choose to stop it. Can i promise myself to become more productive? Can I not access these apps before I make myself better in any possible way? There is only one thing that I want to do this year and I have to do it whatever it takes: I want to be a better man for my life, my family, and my work. I want to do more good deeds and lessen my bad habit. So, hope this year will become a better year for me and my family. 

How life goes

Alhamdulillaah life is going pretty well. Semoga aja hidup yang dijalani ini berkah dan dirahmati Yang Punya Kuasa. Karena kalau perasaan makhluk doang yang seneng tapi Yang Punya Nyawa sebaliknya kan gawat. 

Even though research is not going that fast, at least there is still progress. Udah sedikit dapat ide dan mau kolaborasi dengan senior. Target 2 minggu bisa ngelarin performance metrics.

Yang paling penting thanks to Gan Agi yang mau berbagi “ilmu”. Terus saling menyemangati akan target masing-masing gan. When we can dream, we can achieve it. Semoga target gw dan lo bisa tercapai secapatnya! Aamiin.

Alhamdulillaah, October brings more happiness walau kantong agak bolong 😉 moga bisa segera terisi kembali! Yeay 😀

Fokus pikirin masa depan, jauhi yang mengganggu. Keep it simple, stay strong & productive, increase the balance!! Haha

Question Mark(?)

Hidup dalam standar orang lain itu capek, secapek ngupasin kulit kuaci sekaleng. Ngebayanginnya aja udah capek duluan. Paling ga suka ketika ada orang yang netapin banyak hal pake standarnya untuk orang lain. Tiap orang kan punya standar masing-masing. Dan gw pun punya standar pribadi. Tapi ada ga ya suatu standar di mana semua orang agree kalau itu oke? Kalau ada, apa contohnya ya?

Buat gue sekarang hal terpenting dalam hidup adalah pursuing happiness dengan standar Tuhan yang bisa gw penuhi karena Tuhan itu nomor 1. Tuhan kan ya yang punya standar baik dan buruk? Jadi ga perlu terlalu ngambil dalam-dalam ucapan orang lain yang ga cocok dengan kita. Manusia mah sebenarnya ga berhak untuk menghakimi. Sejauh apa sih sebenarnya kita manusia boleh menghakimi orang lain dengan perkataan kita? Misal ada yang berbuat dosa, terus boleh ga sih kita hina atau cibir? Kalau dia mencuri dan ada saksinya ya jelas bisa diputuskan dia bersalah atau ga, hukumannya apa dan sebagainya. Tapi untuk hal-hal yang berlaku secara social doang gimana ya? Apa kita sebagai manusia sudah terlalu terbiasa dalam menghakimi manusia lain? Apa kata-kata gw ini juga termasuk dalam menghakimi?