A Month

Ga terasa sudah 4 minggu menghabiskan waktu sebagai PhD student di UST ETRI. Gimana perasaannya? Anxious and nervous. Bidangnya cukup baru dan belum ada bimbingan yang signifikan dari babeh. Sebagai PhD student sejujurnya ga terlalu berharap ada bimbingan yang intensif. Everything is done by the student. It is a PhD student philosophy. However, I really need kind of constructive discussion. FYI, di team ini ada 9 orang yang terdiri dari 1 kepala team (babeh), 7 orang karyawan (5 PhD holders, 2 Masters), 2 orang mahasiswa (senior dan saya sendiri). Semua karyawan di tim ini gue panggil paksanim (dalam bahasa korea artinya Mr/Ms. Doctor). Secara garis besar nama timnya adalah Smart-work research section yang fokus risetnya adalah telepresence.  Dari telepresence project dibagi menjadi beberapa sub bidang yaitu network (server), PLR (packet loss recovery), audio processing, video processing, dan tele-experience. Tim ini terdiri dari sub tim kecil yang mengerjakan bidang-bidang tersebut: 2 orang fokus PLR, 2 orang network, 1 orang audio processing, 2 orang video processing & tele-experience. Nah, background gue sebenarnya wireless communication atau paling mepet bisa lah network atau PLR. Namun in my opinion, babeh recruited me to find a new topic in this team. Something that I haven’t found yet.

It has been just a month.
Emang proses studinya baru sebulan tapi gue merasa jalan di tempat. It is a dangerous situation dalam proses riset. Sehari-hari cuman baca paper. Read this and that topics. Berusaha mencari topik yang menarik dan futuristic. Tapi hasilnya masih nihil. Do I make a progress? Gue belum bisa jawab. Padahal tiap hari selalu menulis research note supaya tau apa yang dikerjakan. Sepertinya harus menggunakan metode yang berbeda. Selama sebulan ini berasanya tenaga terkuras tapi hasilnya ga maksimal. Pernah mengalami hal yang sama ga? Pulang kerja rasanya capek banget tapi pas dilihat hasil kerjaan ya ga seberapa. It stresses me out. As I ever wrote: PhD is my last formal education process. I want to make it meaningful and unforgetful.

What’s the plan?
Menurut gue hal yang harus dilakukan sekarang adalah diskusi dengan babeh dan memutuskan arah riset yang sesuai dengan team’s goal. I already made a table about research direction with pros and cons. And now it is time to share this with babeh. Wish me luck!

PhD notes #1

And finally I hope I want to make my PhD time as one of  the best period of my life. It is only once (of course I believe I could finish this study). Doing my very best activity every day is my goal. I dream something that can be beneficial for society. I really want to help others through this study. So I let myself dream..

Proses pendaftaran UST – ETRI campus (1)

UST: University of Science and Technology (www.ust.ac.kr), ETRI: Electronics and Telecommunication Research Institute (www.etri.re.kr)

Keputusan untuk melanjutkan PhD ke UST sebenarnya sudah diambil sejak Maret 2014 untuk masuk periode Fall 2014. Sayangnya pada proses tersebut saya kurang total dalam pendaftaran. Saat itu saya tidak mendapatkan calon advisor yang bersedia membimbing sehingga hal tersebut melunturkan semangat saya untuk mendaftar. Hal serupa terjadi pada saat saya mendaftar periode Spring 2015, namun kali ini lebih total. Meskipun belum mendapatkan balasan dari calon pembimbing, saya tetap keukeuh mendaftar. Menurut saya, akan sangat berguna jika pengalaman saya mendaftar dituliskan dalam blog ini.

UST adalah universitas berbasis riset terbaik di Korea yang bekerjasama dengan 31 research institutes dalam aktivitas risetnya sehingga mahasiswa UST “harus” bekerja dan belajar di institusi tersebut. Beberapa institute yang bekerjasama dengan UST: KIST, ETRI, KRICT, KIMM, KIER, KIGAM, KRISS.

Pre-proses:
1. Unduh panduan pendaftaran UST di admission UST site
2. Baca panduan tersebut dengan teliti dan cermat
3. Pilih kampus dan major yang diinginkan. Istilah kampus disini berarti research institute

Screen Shot 2015-03-08 at 3.54.02 PMScreen Shot 2015-03-08 at 3.52.38 PM
4. Pilih minimal 3 professor yang kira-kira sedang melakukan riset yang sama dengan minat kita. Buat prioritas 1, 2, 3 untuk professor yang paling menarik untuk kita. Buka link ini  sebagai contoh list professor yang ada di bidang IT, major Information and Communication Network Technology.
5. Googling dan pelajari tema riset dan publikasi yang dimiliki professor tersebut. Baca minimal 1 paper yang paling menarik dari professor tersebut. Kalau perlu buat lah summary dari paper tersebut dan cari point untuk pengembangan papernya. Jika memberikan saran adalah hal yang sulit, minimal tunjukan point menarik dari paper tersebut.
6. Saatnya menghubungi professor. Kirimkan email dengan cara yang sopan dan bahasa inggris yang baik dan benar.  Contoh panduan mengirimkan email ke calon professor (sumber: http://www.cs.virginia.edu/~evans/advice/prospective.html)
From: Flipper Wordsfish <flipper@adou.edu>
Subject: Student Interested in TSU Problem

Dear Professor Nemo,
I will be finishing a BS degree in Underwater Mathematics at the Atlantis Deep Ocean University this year. I am considering applying to UVa’s PhD program and would be interested joining your Octople Cryptology research group.

I found your paper, “A Linear-Time Solution to the Travelling Sea Urchin Problem”, on your website (http://www.smith.org/urchin.html). I was fascinated by your result, especially as I have spent several summers studying the similar travelling sea cucumber problem as an intern at Microshifty Corp in the Attle Sea. You can find a paper about my work on this at http://www.flipper.com/research/tscp.html.

I believe your result is even more important than your paper implies, since it can be extended to solve the Travelling Salescritter Problem and thus to prove P = NP.

Do you think it would be worthwhile to pursue this line of research? If you are interested, I can send you a proof sketch.

Regards,
Flipper Wordsfish (flipper@adou.edu)

7. Tunggu balasan professor selama 3 hari. Kalau belum ada balasan, coba email lagi. Kalau belum ada balasan lagi setelah 3 hari, coba kontak professor lain. Sebenarnya pada saat belum dibalas pertama kali, bisa saja langsung mengirimkan email ke professor lain. Atur sesuai keinginan.
8. Hindari menghubungi professor lain dalam waktu bersamaan, terutama professor tersebut terdaftar di major yang sama. Bisa jadi professor 1 kenal dengan professor 2. Opportunis lah dengan bijak.
9. Hindari sikap agresif yang berlebihan. Jika belum ada balasan dari professor, maka berdoa lah yang rajin. Jangan putus asa. Masih ada harapan. Saya adalah contoh nyata dari kasus ini. hehe