People are the same

I’m gonna move to Australia and don’t know when I’ll be back to Korea. I’ll change my citizenship after two years, maybe.

It was interesting and surprising at the same time. “I’m gonna move to Australia and don’t know when I’ll be be back to Korea. I’ll change my citizenship after two years, maybe”, a Korean said. This is my first time heard about this issue, especially in this kind of this situation. It was a language exchange event held by a cafe every Sunday. That was my first time coming here as a guest. At first, I was just very curious with a such kind of event. Meeting with new people, chit-chat, discussion, sharing experiences in English or Korean (rarely) is my interest since I can make friend. Being a bit different ( I am a foreigner and Indonesian, plus Moslem) is not an easy way. We can talk about it later. ok.

So, after one hour discussing about every person’ background, finally there was a Korean named Henry, said that he’s gonna move to Oz and change his citizenship. He actually considers UK or Oz but we all suggested the OZ is better. UK doesn’t provides many jobs for people. UK faces a crisis as well even though it is not the same as Spain or Greece. I was shocked. Indeed, sometimes I have a thought to change my citizenship for experience but it never goes so serious. He was very serious and excited in telling us about his plan. He’ll transfer his college to Oz from Korea, do part-time job, and learn English there. When I asked about his family, he said his family will stay in Korea and has no plan to follow his movement. What an independent plan.

It brings me to think about myself (and my Indonesian culture). It is rarely happened for us, Indonesian, to move and live away from our family. Nothing wrong with that culture. It is just very huge difference.

I was very interested in his reasons. I asked why, he said he doesn’t like Korean people. They are dirty. I seem forgetting what the dirty is; whether it is about trash, about clubbing style or what. I can’t remember it well. Another Korean but Canadian citizenship added more opinion. He said Korean will not any longer as success as know because of the very low birth rate. People are getting older but they don’t want to have children. Or young generation are not interested in getting married very soon. So it will slow the growing or birthrate. Another reason is that Korea has no natural resources. I agreed to him partially. He was right in some parts. It makes me think, people are the same wherever they are. Finding the coziest place to live that gives the most advantages and beneficial for them, maybe those people are including me. Maybe. Somehow. I feel not right.

1.38PM, my desk. random.

17 Agustus

Ketika zaman SD-SMP-SMA, tanggal 17 Agustus selalu dirayakan dengan upacara bendera di lapangan kota. Ingat betul bagaimana perjuangan pagi-pagi berangkat ke lapangan dengan seragam lengkap. Baju putih, celana disesuaikan dengan jenjang pendidikan, dasi, topi, sepatu hitam, dan kaos kaki putih. Tidak boleh datang terlambat atau kalau tidak, pasti dihukum. Ketika upacara pun selalu dikontrol oleh guru agar tidak bicara dan berisik. Seperti biasa, kayaknya aku masuk dalam kategori yang mungkin kadang-kadang berisik. Semua itu dijalani hinggal aku lulus SMA.

Selalu ada rasa senang ketika 17 Agustus walaupun aku tidak begitu suka upacara. Metabolisme tubuh yang cepat berkeringat dari orang kebanyakan membuatku kadang malas upacara. Baju basah. Keringat bercucuran. Dilain hal, aku measa senang karena setiap tanggal 17 Agustus, orang-orang merayakan ulang tahunku secara tidak langsung. Ya, aku lahir tepat 17 Agustus, tepat di hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

Walaupun aku tidak memahami dengan sebenar-benarnya apa makna merdeka, tapi aku bersyukur bisa terlahir di Indonesia dan denga keluarga seperti inii. Semoga selalu bisa bersyukur dalam kondisi apapun. Ada yang bilang ulang tahun adalah hari istimewa dan ada yang bilang biasa saja. Terserah apapun dan bagaimanapun orang memaknainya. Yang jelas, kalau berdasarkan kalender masehi, umurku sudah bertambah jumlahnya dan sisa hidupku menjadi berkurang karenanya.

Memaknai hari lahir seharusnya bisa menjadi cerminan diri apakah sudah menjadi lebih baik dari kondisi tahun lalu. Momentum beruntun, baru selesai Idul Fitri dan sekarang ulang tahun, harusnya menjadi fase untuk terus mengevaluasi produktivitas dan manfaat pribadi untuk orang lain. Pekerjaan belum selesai, baik kerja pribadi maupun kerja ummat. Ya kan?

Simple. Aku ingin lebih baik dari aku yang berumur 24 tahun. Tidak perlu lah melakukan komparasi dengan orang lain. Pencapaian orang lain bisa jadi sangat berbeda jauh. Cambuk diri sendiri agar lebih baik dari pribadi lalu. Bukan begitu?

Aku mengadu dan merengek kepada penguasa langit dan bumi, mimpiku sederhana di tahun ini. Berikan kekuatan, lindungan, rezeki halal dan mudah, kesabaran, ketabahan, kebesaran hati, hidayah kepada hamba dan keluarga. Kurang specific? Hehehe… yang specifik biar jadi rahasia.

Tahun lalu ada yang membawakan kue, thanks to Ninuk, Tina, dan Fahmi. Tahun ini kayaknya harus beli sendiri 😛

Alhamdulillah, agenda pribadi sudah dibuat. Alhamdulillah do’a dari keluarga dan orang-orang dekat sudah diperoleh. Tidak boleh merasa ga bahagia di hari yang special ini. Happy Independence Day Indonesia, Happy birthday for me! 😀

Love you my family!!!

Do’a dari adik:

“Kakak Tom. Selamat ulang  tahun kak. Semoga panjang umur. Sehat selalu. Semoga diberi rahmat sama Allah. Semoga menjadi anak yang dibanggakan keluarga. Jadi anak soleh. Ditingkatkan imannya. Aamiin,

Do’a dari mama:

“Tom. Tom.  Selamat ultah, semoga panjang umur. Sehat selalu. Dimudahkan rezekinya, ditingkatkan imannya, jadi anak soleh, berguna bagi keluarga. Aamin ya robbal alamiin.

Do’a Nabi Daud

Do’a Nabi Daud:

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)
Masya Allah. Masya Allah. Masya Allah.