~Ordinary man with extraordinary and unique things~

Latest

Cutting The Budget

Nampaknya inilah hasil dari keputusan (sementara) gw hari ini: cutting the budget. Dengan pendapat beasiswa gw yang secukupnya :( dan hobby jalan-jalan serta belanja gw yang ga bisa menurun (ommo, nampaknya kumat lagi), dua bulan ini uang beasiswa gw habis ludes bahkan gw ngorek-ngorek saving gw untuk beli sepeda. Tapi, honestly I do need the bicycle. Kehidupan lab-rumah gw adalah hal mutlak untuk pulang malam dan bus kota terakhir itu jam 10.48Pm which means itu terlalu cepat buat gw (kebayang jam pulang gw kan) :)

Back to cutting the budget, gw 3 hari lalu ke Busan karena ada acara disana. Ini emang ga memakan banyak biaya karena gw nebeng mobil teman dan penginapan serta makan dibiayai oleh sponsor. Cuman tetap aja terjadi pengeluaran. Habis dari Busan gw mampir di Daegu yang artinya gw shopping. Gw merasa butuh sepatu semi formal, kemeja dan T-shirt baru untuk mendukung penampilan gw. Noted: gw benar-benar perlu karena kemeja gw cuman 2 dan polo shirt gw yang layak pakai cuman 1. So akhirnya gw belanja lah di Daegu. Kalo ditotal kemarin itu gw sudah menghabiskan sekitar 80.000 won. Lumayan lah ya bikin bankrut.

Semangat gw untuk saving itu masih ada. Gw sudah memisahkan uang saving gw bulan ini. Jadi prinsip gw: uang yang tersisa akan gw gunakan sampe gw dapat gaji bulan berikutnya tanggal June 17th nanti. ^^ Usut punya usut, gw ada trip gratis ke Yeosu Expo akhir minggu ini. Dan demi apa tour disana cuman ada slot 3 jam. Teman gw yang dari Jepang sudah kesana 2 minggu lalu, dia bahkan 2 hari di Yeosu itu tidak cukup untuk mengelilingi semua tour booths disana. Dan gw hanya 3 jam?? Damn so true, gw bingung. Mulai lah gw menyusun itinerary gw sendiri: berpisah dari rombongan (spend more day in Yeosu) or return to Gumi (trip to another city).  Cuman kenyataannya bicara lain, duit gw sisa dikit dan gw belum beli susu protein, perfumes, and oatmeal. Apakah yang akan gw putuskan nanti? Biarkan gw bingung sendiri :(

See you readers!

Lost My iPod

Tepat sehari yang lalu di jam yang hampir sama, gw merasa kehilangan ipod pas mau berangkat ngegym. Glek! Rasanya kayak disambar gledek dan dapet serangan jantung tiba-tiba. I realized that my iPod has lost.  Gw ingat saat-saat gw terakhir memegangnya di toilet, gara-gara gw pake twitteran. Huft. Akhirnya dengan tergesa-gesa gw lari ke toilet, ketemu ahjumma (wanita yang bekerja sebagai CS), gw nanya pake bahasa abal-abal. Dia malah ngerespon dengan memberikan hapenya karena dia pikir gw mau pinjam hape. Terus berulang kali gw gunakan bahasa tubuh gw dan dia akhirnya ngeh dan bilang “opsoyo” :(

Disela-sela kepanikan gw, gw berusaha untuk berpikir jernih. Apa yang bisa gw lakuin? Ada cara ngetrack iPod kah? Googling lah gw untuk nyari tahu gimana cara ngetrack lost iPod. Ada caranya tapiiii… Tapi gw belum nginstall programnya di iPod gw atau gw belum setting hal itu (Find my iPod). Mengumpatlah gw sejadi-jadinya ke diri gw atas kebodohan yang gw lakuin. Damn it, I am stupid! Gw coba cari cara lain lagi.. Read the rest of this page »

Satu: Berbagi

Alhamdulillah kalo gw diberikan teman-teman yang luar biasa. Setiap orang dengan keunikan dan tujuannya. Satu yang sama dari mereka: berbagi.
Sebut saja Bang R. Mungkin sudah lebih dari 2 tahun Bang R ini membangun komunitasnya untuk tidak mengeluh akan hidup. Aku kenal dengan Bang R ini. Kecal cukup baik. Memang dia istimewa. Berbeda sifat denganku tapi kami bersahabat. Seputar mengenai komunitasnya: JMS (Jangan Mengeluh, Sahabatku). Aku ga terlalu paham dan sedikit lupa apa motivasinya saat awal membuat komunitas ini. Aku menjadi anggota awal-awal karena memang dulu 1 kosan. Sekarang JMS sudah berkembang, dia sudah “mempekerjakan” orang-orang yang juga sama-sama ingin berbuat kebaikan. Program unggulan yang kutahu adalah itahajjud. Bagaimana tahajjud bisa menjadi karakter seorang muslim. Serius. Mungkin itu kata yang tepat. Dia beli hape khusus untuk JMS ini, membuat websitenya juga. Ya, dia benar-benar serius dalam berbuat kebaikan. Aku sampai tidak habis pikir betapa besar pahala kebaikan yang mengalir setiap waktunya kepada dirinya. Semoga Allah menguatkan dan terus memberikan kerendahan hati dalam bersikap.

Beda halnya dengan Bang R, dua orang sahabatku N dan T mengambil jalan berbeda. Mereka berdua ini sering melakukan kegiatan charity. Selalu bilang, meskipun ga banyak yang penting tetap bisa berbagi. Saat ini mereka menggadang program #dropyourbooks. Konsepnya sederhana, hanya menyumbangkan buku yang tidak terpakai dan dibuang percuma. Berasal dari kota kecil Banjarmasin dan keinginan kuat: kayaknya harus ada yang bisa dilakukan untuk orang lain sehingga program ini bisa berjalan. Sangat senang mendengar program mereka ini berhasil tembus dalam lomba di Kedubes USA. Mereka pun diundang ke Jakarta untuk mempresentasikan program mereka. Ah, sungguh iri. Mereka bisa bermanfaat untuk orang lain.

Aku sungguh terpesona melihat mereka, kalian para sahabat. Sungguh, aku membayangkan bagaimana nanti ketika apa yang kalian lakukan membuahkan hasil. Menjadi besar tanpa ambisi menjadi besar. Menjadi besar dengan kerendahan hati. Menjadi besar dengan kebaikan. Keep fighting guys! Mari tebarkan kebaikan di muka bumi Allah :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 239 other followers