TIGA!

Guys, akhirnya gw update lagi nih. Betapa susahnya buat berjanji pada diri sendiri untuk menulis sesuatu di blog sendiri untuk kepentingan diri sendiri agar menjaga eksistensi diri dalam dunia maya #panjangbeud

Baiklah, edisi kali ini adalah mengenai kebosanan.  Ada yang tau bosan karena apa? Ya, mungkin anda salah! Gw sangat sangat sangat bosan memasak dan mencicipi rasa masakan gw sendiri. Gw bocorkan 3 bumbu rahasia gw pada dunia ini: bawang putih, garam, dan merica. That’s all! Mau bahan campuran apa aja, bumbunya mereka bertiga itu.

Gw sangat bersyukur pada Allah SWT menjadikan 3 bahan tersebut ada di Korea. Bayangkan bagaimana perasaan gw sebagai makhluk bernyawa yang selalu dimanjakan dengan rasa masakan Indonesia jika tidak ada 3 bahan itu? Bisa kah dibayangkan? Tidak! Tentu tidak! #stress kalo dibayangkan

Mungkin saja para pecinta kuliner ingin mencoba resep masakan gw yang sensasional ini. Cukup 3 bahan dan anda akan mampu membuat nasi goreng, mie goreng, oseng-oseng, sup, dan lain-lain yang nama makanannya belum ada di dunia.

Mau coba?

1. Nasi goreng: Nasi, sayuran, bisa pakai daging/ayam, jamur, dan tentu 3 bahan utama.

2. Mie goreng: Mie, sayuran, bisa pakai tahu/daging/telur/ayam. jamur, dan tentu 3 bahan utama.

3.  Oseng-Oseng: Sawi, Wortel, Tahu, Jamur. 3 bahan utama

4. Bala-Bala: tepung, telur, wortel, toge, jamur, sawi, dan 3 bahan utama

Itu lah 4 masakan utama andalan gw, bisa kebayang kan rasanya? Membosankan. B O S A N!~

 

10 Reasons To Love You

First, your heart, like a tree that give me rest
Second, your smile, like the sunshine glow brightly upon me
Third, your hand, who keeps me in your arms every time it’s get difficult, I love you

Fourth, your warmth, make my heart warm
Fifth, your tears, I’ve to work harder
Sixth, your prayers, strengthen my drooping shoulder, I love you

Seventh, your expressions, make the sulky me laugh
Eighth, your voice, because you’re giving me strength
Ninth, your steps, everyday come to find the pitiful me.
Tenth is the gift that is you

Do IT

Bisa jadi aku menulis ini dengan sangat emosional. Entahlah, hari-hariku kini dipenuhi perasaan galau dan gelisah. Benar saja, bagaimana tidak. Siang malam terpikir riset, terpikir bagaimana besok memulai hari. Apa yang harus dilakukan lebih dulu. Apa solusi dari error yang didapat dari ini. Iya, itulah hari-hariku saat ini.
Memikirkan bagaimana waktu dari jam 10 pagi sampai 10 malam di lab bisa efektif untuk mengerjakan target yang ada. Selalu deg-degan kalau ketemu professor yang ruangannya tepat di samping ruang lab. Suara buka tutup pintu ruangan professor menjadi bunyi kegalauan jiwa tersendiri.
Ya. Inilah keadaanku sekarang.


Berpikir mencari solusi dari sekian banyak problem yang ada.

Kawan, aku masih semangat. Iya, walaupun kadang tak nampak dari wajahku bahwa aku semangat. Tapi serius, aku masih semangat. Hanya semangat inilah yang menjadi alasanku untuk bertahan disini. aku yang berusaha, melakukan “perjudian” nasib menjadi lebih baik di kemudian hari dengan proses ini. Mungkin kasar dan tidak tepat, aku sedang berjudi dengan nasib. Mungkin.
Oportunis realistis. Aku memang ingin seperti ini, tapi apa sebenarnya yang aku ingin? Aku ingin kehidupan yang lebih baik. That’s it. Inilah caraku. Bagaimana caraku nanti memperbaiki keluargaku, menyenangkan orang tuaku, atau bahkan memperbaiki bangsa ini. Ini adalah langkah persiapanku. Aku berjuang karena memang ada tujuan baik untuk diriku maupun untuk orang lain.

Aku, tak perlu malu bertanya sana-sini. Aku masuk forum mana saja. Aku hubungin siapa saja. Bertanya, mengajak diskusi, dan lain sebagainya. Semua untuk mencari jawaban atas error yang kualami. Perasaan bingung ketika menulis email kepada seseorang yang tak kukenal dan menanti dengan was-was balasan emailnya jikalau ada secercah harapan untuk perbaikan dan kemajuan riset.
Itu adalah nuansa hati sehari-sehari.

Aku selalu berdo’a pada Sang Pemilik Ilmu, kuatkan aku. Kuatkan aku. Mudahkan dan lancarkan jalanku. Semua terjadi hanya karena pertolonganMu.
Aku tak ingin menodai pikiran kecilku dengan menduakanMu. Aku tak mau mendzalimi diriku sendiri karena lalai waktuku. Aku mencoba dan selalu berusaha agar tiap waktu yang kulalui adalah usaha untuk mendekatkan diri padaMu. Jangan jadikan ilmu dan usaha ini menjadi penyebab menjauhiMu.

–in the middle of doing research @_@ –