Sayyidul Istighfar

Sayyidul Istighfar adalah rajanya istighfar alias istighfar yang paling baik. Sehingga akan sangat baik untuk terus diucapkan dan diamalkan. Berikut bacaanya:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ
بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Allahumma anta Rabbi, laa ilaaha illaa anta kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, a’udzubika min syarri maa shona’tu, abuu u laka bini’matika ‘alayya wa abuu u bidzambii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzuunuuba illa anta.”

Artinya:
“Ya Allah Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang patut disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang telah mencitptakanku, dan aku adalah hamba-Mu dan diatas ikatan janji-Mu yang aku jalankan semampuku, aku berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan jelek yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka Ampunilah aku, Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

Fadillah membaca Sayyidul Istighfar:
“Barangsiapa yang mengucapkannya (sayyidul istighfar) pada siang hari dan meyakininya (ampunannya akan diterima oleh Allah), kemudian dia mati pada hari itu sebelum waktu sore maka dia termasuk golongan penghuni surga, dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, kemudian dia mati sebelum waktu pagi tiba maka dia termasuk golongan penguhuni surga.”

Hadist diriwayatkan:

  • Al Bukhori dalam shohihnya no 63o3, 6323 dan al Adabul Mufrad no 617, 620.
  • An Nasa-i, as Sunnanul Kubra no 9763, 10225.
  • Ath Thabarni dalam kitabnya al Mu’jamul Kabir no 7172 dan al Mu’jamul Ausath no 1018 dan kitab ad Du’aa no 312-313.
  • Ibnu Hibban dalam kitab at Ta’liiqaatul Hisaan no 928-929.

 

Sumber: http://santrigaul.net/sayyidul-istighfar/