Beli Handphone di Korea

Kali ini gw mau share tentang pengalaman beli hape + kontrak di Korea. Sebenarnya ini bukan kali pertama beli hape di korea. Bulan Nopember 2013 gw beli iPhone 5s dengan kontrak 2 tahun. Saat itu hape iPhones 5s harganya 680K won. Dapat diskon sekitar 200K won karena kontrak 2 tahun. 3 bulan di awal bayar sekitar 100K untuk pake 5GB (kalau ga salah ingat). Saat itu visa yang dipake adalah E7, jadi pihak Olleh (gw pake KT Olleh tanpa alasan kuat, cuman ngeliat teman-teman sekitaran pake Olleh. FYI, 3 provider besar di Korea adalah SK Telecom, KT Olleh, dan LG U+). Anyway, setelah 3 tahun memakai iPhone 5S dengan performa yang memuaskan, akhirnya gw memutuskan untuk ganti hape dengan alasan baterainya sudah bermasalah alias cepat habis. Namun, kontrak hape 2 tahun tidak memungkinkan dengan status sebagai mahasiswa (visa D-2). Sedangkan beli hape yang gw pengen harganya cukup mahal. iPhone 6s atau iPhone SE ga affordable buat kantong. Akhirnya gw putuskan untuk memilih Samsung atau LG. Hape tipe-tipe Xiomi, Oneplus, Zenfone(?) susah didapatkan di Korea. Kudu impor dari Indonesia.

Dengan niat ga mau ganti provider karena sudah pakai Olleh selama 3 tahun dan punya Egg (portable AP) yang belum tau cara stop nya, akhirnya gw melakukan kunjungan ke Olleh store. Hasilnya adalah dengan visa D2 gw bisa kontrak 2 tahun tetapi harus membayar harga hape di depan. Setelah melakukan investigasi selama 4 hari (thanks to my wife yang udah support dan mendengarkan keluhan suami yang ga kunjung selesai selama 4 hari hanya untuk sebuah hape) dan survey web Olleh, LG, baca review, nonton review di youtube, akhirnya gw memutuskan hape Samsung Galaxy A5 2016. Why? Harganya terjangkau, middle range handphone, tapi designnya kayak high-end device. Kombinasi yang bagus. Tapi kalau pun ga pilih A5, gw tertarik dengan J7 kayak punya istri.

Di Indonesia harga baru hape A5 adalah 4.7juta. Di Olleh website harganya 429K won. Lumayan. Nguras budget juga kalau mesti beli cash. Tapi dengan sistem kontrak 2 tahun, gw dapat diskon 227K untuk langganan paket 54K per bulan (6GB LTE data, unlimited voice + sms). Bayar hapenya 168K won. Wow pisan. Good deal nih gw pikir. Pas kunjungan ke Olleh store yang ada di kampus, mbak nya bilang kalau gw kudu bayar 202K. Mikir juga kan. Setengah harga, tapi gw mau nya 168K. Dengan niat nyari diskon, gw pun pergi ke toko lain yang kata google penjaga tokonya bisa Bahasa Inggris. Alhamdulillah, yang punya orangnya baik banget. Gw dikasih 168K seperti yang tertulis di Olleh web. Pas datanya diproses, gw dapat diskon lagi 36K won karena punya Olleh membership points. Untungnya setia pakai Olleh. Wow. Alhamdulillah pisan. Jadi total yang dibayar hanya 132K untuk device, casing transparent, anti gores, dan Xiomi powerbank 5000mAh. Yeayyy… Ini hape Android gw yang pertama. So far so good, GUI nya masih smooth dan ga ribet-ribet banget. Moga-moga awet dan berkah pake hape ini. Aamiin.

NB: foto hape dan review lain insyaAllah menyusul

Extending E-7 visa in Korea

It was on September 23 I went to immigration office to extend my visa. As I guess it would not take a very long time to do this process. It took only 20 minutes to renew period of visa. However, the completeness of requirements and number of queueing made it longer than expected. Here are some requirements you need if you want to extend E-7 visa. To provide some of these you need helps from your HR company or your boss.

  1. Application form (you can take this at immigration office and fill it on the spot)
  2. Alien Registration Card
  3. Passport
  4. Proof of paying tax (visit http://www.nts.go.kr. Ask a help from Korean friends. It was complicated and tedious)
  5. Tax payment documents from company (ask to HR or boss)
  6. Employment contract (state exact salary and working period)
  7. List of company’s employee (ask to HR or boss)
  8. Housing contract (If your contract is under your name. It will be fine. You just need to bring it yourself. But if it is under other person (my case is under my boss’ wife), this person needs to fill form no. 5 that you can take at immigration office)
  9. Fee KRW60,000. It was doubled from last year fee.

So, no. 4,5, and 6 are provided by your company, while others are provided by you. Those requirements are not difficult to be provided but need process. I took one or two days to make all requirements complete. When I first visited immigration office, I didn’t bring form no.5 and company’s tax payment without stamp. So I had to back to office and came after getting both. There were not so many people in queueing, so I could finish my extending visa process within one hour. Hope this writing useful for you guys!

Perpanjang Visa E-7

Tanggal 23 September lalu gw asli riweuh dari pagi sampe sore. Sebenarnya gw ga terlalu panik, hanya mencoba untuk tenang dalam memikirkan hal ini: memperpanjang visa. Jujur aja, masa aktif visa gw cuman sampai 24 September. Jadi 2 hari sebelum gw menjadi ilegal, gw baru memperpanjang visa. Riskan banget kan? Tapi itulah keadaannya. Ini terjadi bukan karena gw yang mau menunda-nunda, tapi emang syarat memperpanjang visa itu butuh bantuan boss gw. Jadi kombinasi syarat yang gw siapin secara pribadi dan dari boss. Boss gw yang super sibuk mengakibatkan syarat yang dibutuhkan ga gw dapat-dapat. *kesannya nyalahin bos* Tapi ga juga sih, gw emang masih setengah-setengah mau memperpanjang visa atau ga. Nah, sejauh ingatan, ini syarat-syarat yang diperlukan untuk memperpanjang visa E-7:

  1. Formulir (tersedia di immigration office. Tinggal ambil dan isi. Centang bagian extension)
  2. Alien Registration Card asli
  3. Passport
  4. Bukti pajak (ini didapat dari http://www.nts.go.kr)
  5. Surat bukti pajak dari perusahaan (minta sama HR atau boss langsung. Jangan lupa dicap. Pas kunjungan pertama itu gw ga pake cap. Disuruh balik lagi. Tapi emang ada syarat lain yang juga kurang)
  6. Surat kontrak kerja (minta kantor. kudu detail dengan gaji dan sampe berlaku kapan)
  7. List pegawai di kantor (minta kantor)
  8. Bukti tempat tinggal. Kalau apateu-nya nyewa sendiri bawa aja surat kontraknya. Kalau misalnya kontrak atas nama orang lain maka orang tersebut harus tanda tangan dengan form no. 5. Form nomor 5 ini bisa diambil di kantor imigrasi.
  9. Uang KRW 60,000. Tahun lalu cuman 30,000 namun sejak 1 Januari 2014, semua harga visa naik 2x lipat. Wow banget.

Dari 9 syarat ini, nomor 4, 5, dan 6 disediakan kantor sedangkan syarat lainnya dipersiapakn sendiri. Syarat nomor 3 itu yang paling sulit. Perlu mencetak form dari website NTS. Gw sendiri dibantu oleh workmate yang native korean.

Proses perpanjangan visa hanya memakan waktu sekitar 20 menit (di luar proses antrian yang mungkin bisa berjam-jam. Tergantung banyaknya orang yang ngantri). Ga butuh waktu lama karena imigrasi hanya perlu mencetak perpanjangan periode aktif di bagian belakang kartu. Well, harus persiapan mental kalau petugas imigrasinya ga ramah dan jarang senyum. No expression. Kalaupun ada ekspresi, mereka nampak galak. Finally, gw masih bisa tinggal secara legal setahun ke depan. Please, be nice ya Korea!

Postingan Yang Tertunda

Korupsi waktu woy. Korupsi waktu! Nyuri waktu kerja buat nulis artikel di blog sendiri. Haha. Ya sudah lah. Mari dilanjutkan. Judul postingannya adalah postingan yang tentunda. Setelah melihat-lihat foto-foto di pesbuk, gue lupa kalau belum menuliskan beberapa cerita perjalanan baik ke Tokyo, Beijing, atau pas mama dan nelin datang.

Frankly saying, cerita perjalanan ke Tokyo itu gue bikin private karena gue ga suka kalau ada 1 orang khusu yang liat tulisan gue. Siapa dia? Tebak dong. Tebak! Mudah bukan? Yeap, si babeh lab. Karena guenya ngabur alias pergi tanpa izin. Bandel bukan. Demi jalan-jalan ini. Hahaha. Sebenarnya udah nulis ceritanya sampe 2 parts, tinggal 1 last part aja. Dan gue lupa naruh filenya dimana.

Cerita kedua adalah perjalanan gue ke Beijing bersama 2 orang sohib: Wicak dan Fadil. This trip was sooo awesome karena perjalanannya ga sendirian. Seru lah bareng yang lain. Bener-bener gempor jalannya. Bener-bener backpacking tanpa kenal lelah. Budget total kayaknya sekitar 3juta’an tidak termasuk tiket pesawat. Bagian yang mahal karena belanja-belanji macam sepatu, gantungan kunci, dll. Kira-kira habisnya cuman 2 juta’an deh buat hostel dan makan. Hostel sendiri aja hamper sejuta. Berarti makan doang dan tiket masuk spots wisatanya sejutaan.

Cerita ketiga adalah kedatangan mama dan nelin ke Korea. Masya Allah. Senangnya luar biasa. Cuman si mama dan nelin ga kuat jalan-jalan. Maklum, bukan habitnya. Masalah ongkos dan lain-lain gue ga ngitung. Untuk ortu ini sendiri J

Cerita apalagi yaa.. cerita kerjaan udah, lulus juga udah. So, ntar dibikin lengkap deh cerita perjalanannya. Stay tune! 

Keliling Korea

Hampir dua tahun lalu pertama kalinya gw menginjakkan kaki di Korea. Negeri romantis bagi para pecinta. Dulu ketika jadi mahasiswa, ada satu alasan klise untuk bisa jalan-jalan; Duit. Sekarang ketika jadi pekerja, harusnya alasan duit bukan menjadi nomor satu lagi. Yah, minimal mengalami perbaikan dari taraf hidup mahasiswa. Status pekerja ini menjadikan gue membuat sebuah mimpi baru: keliling Korea. Yeap, traveling around Korea. Kalau bisa keliling seluruh lokasi di Korea dalam waktu satu tahun ke depan.

Mari kita list kota apa saja yang sudah pernah gue kunjungin dalam 2 tahun ini: Seoul, Busan, Jinhae, Andong, Gyeonju, Gwangju, Daegu, Daejeon, Gyeongsan, Cheonan. Fyuuhh… Baru sedikit rupanya. Masih banyak lagi kota-kota yang belum di kunjungi.

Setelah dipikir-pikir, budget tetap jadi perhitungan 😆 Tentu saja sebagai manusia yang beriman dan bertakwa, gue ga bisa ngabisin duit dengan cara yang boros. Hal ini harus diperhitungkan benar-benar. Misalnya kalau target sebulan 2x jalan, berarti setahun 24 kali jalan. Nah, 2x dalam sebulan ini ga boleh lokasi yang jauh-jauh banget dari tempat tinggal. Maksimal yang paling jauh itu 40,000 KRW return. Yang dekat maksimal 20,000 return. Jadi kalau ditotal, sebulan expense buat transportasinya 60,000. Tempat nginap dan makan bisa dipikir belakang. Asal ga naik taksi aja sebenarnya bisa murah. Kalau misalnya 100,000 budget sebulan untuk jalan-jalan kayaknya ga begitu berat juga. hehehe.. Semoga deh bisa tercapai. Good luck masbroh! 😀

Workplace 1

Satu hari menjelang bulan Ramadlan, si boss yang tulen orang Korean dan ga tau agamanya apaan bilang mau ngerayain mulainya puasa gw dengan makan-makan sekantor. Ga usah dibayangin kantor gw segede gaban, bertingkat-tingkat, dan terletak di kompleks perkantoran. Bukan, kantor gw ga gitu. Kantor ini cuman 1 lantai dari bangunan bertingkat 6 di pinggir jalan dekat Yuseong (Daejeon) Terminal. Kantor yang kecil. Kalau dicari di google, kayaknya ga bakal nemu deh nama kantor gw ini apaan. Namun alhamdulillah, kalau nyari lokasi kantor lewat naver, si naver masih bisa menemukannya. :))

Kantor kecil ini sepertinya perusahaan keluarga. Sekali lagi, ga kayak perusahaan keluarga Bakrie yang disana-sini ada, ini perusahaan keluarga suami dan istri. Soalnya si ibu boss hampir tiap hari datang ke kampus dan entah main komputer atau apa di ruangan suaminya. Nama perusahaannya Pangaea Solutions, ingat, ini bukan yang di Oz ya 🙂

Biar lebih kebayang, mari gw jelasin sedikit tentang kompisisi karyawan kantor ini.

  • Web developer: seorang nuna mungkin hampir 30 tahunan.
  • Graphic designer: seorang nuna atau hampir seumuran. Sering naik sepeda ke kantor. Gw menyukai sepedanya yang keliatan mahal. Ini nunanya duduk di belakang gw. Sering pakai baju yang pendek-pendek @_@
  • Game developer: ceritanya si mas ini umurnya 30 lebih. Sepupunya si bos.
  • iOS developer: gw panggil gendut. Belum tau gimana hasil program dia. Udah kerja sama bos 3 tahun ini.
  • Android developer: si suara lucu. Baru kerja 7 bulan.
  • Team leader: gw panggil dia kaki tangan. Dia ini 5 tahun kerja ama bos. umurnya 30 tahun.
  • Hardware and software developer: gw dan eddy. Baru kerja beberapa minggu dan belum ada hasil yang signifikan.

Kalau ngeliat struktur karyawannya, hampir semua project di handle sama 1 orang. Kebayang ribetnya. Tapi serunya, ini bisa jadi bahan belajar buat gw untuk masa depan. Tetap ada keinginan di lubuk hatiku gw terdalam untuk mendirikan perusahaan IT sendiri di Indonesia. Bidang yang gw bahas saat ini yaitu tentang ISA100a dan WirelessHART. Lumayan baru lah bidang ini dan di Indonesia masih jarang banget dibahas. Ada kesempatan untuk berkembang lebih jauh. So, manfaatkan kesempatan di kantor ini dengan baik. Maksimalkan potensi diri. Do my best dan rajin ya, Thom! Hwaiting 🙂