Note 1: Buku Ayah Juara (7 Hari Menjadi Ayah Qur’ani)

Page 38.

Nabi Ismail, bayi yang begitu didambakan dan didapatkan dengan susah payah, kini harus ditinggalkan bersama sang ibu di negeri tak bertuan yang kering dan tandus. Tiga kali Siti Hajar bertanya, “Lima hajartana?” (Mengapa engkau tinggalkan kami berdua?). Tapi akhirnya Siti Hajar tersadar setelah melihat suaminya tak jua kunjung menjawab, dan ia pun bertanya dengan penuh keyakinan, “Allahu amaraka bi hadza?” (Apakah Allah yang memerintahkanmu?). Ketika Nabi Ibrahim mengangguk mengiyakan tanpa menoleh lagi sedikit pun maka semakin mantap lah keyakinan Siti Hajar. “Idzan la yudhayyiana syaian,” (Kalau begitu, Allah tak akan menyia-nyiakan sedikit pun). Sebuah percakapan lambang kesuksesan suami istri dalam memahami perjuangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s