Settlement (2)

Kelanjutan dari postingan tentang settlement (1) lalu nih, gw mengalami pencerahan yang luar biasa dari blognya Assad #NFQ tentang konsep rezeki. Langsung gw paste disini ya! Based on below concept, gw makin percaya dengan janji-Nya. I can go through these difficulties nicely and sweetly.

Ada Tiga Tipe Rezeki:

1. Rezeki yang dijamin
Allah SWT telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk ciptaan-Nya. Seluruh makhluk hidupnya, dari manusia hingga binatang terkecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, semua sudah ada bagian rezekinya..

Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin oleh Allah rezekinya. Dia Maha Mengetahui tempat kediamannya (dunia) dan tempat penyimpanannya (akhirat). Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz).” (QS. Huud [11] : 6).

Jadi disini ibaratnya, masing-masing kita ini sudah punya rezeki yang dijatah oleh Allah SWT. Jadi, kita tidak perlu risau dan khawatir takut ga kebagian rezeki. Kalau kata Imam Ibnu Athaillah dalam kitabnya al-Hikam, “Jangan merisaukan apa yang sudah dijanjikan Allah kepada kita. Tetapi, risaukanlah jika kita lalai menjalankan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada kita.”.

2. Rezeki yang digantungkan
Ini adalah jenis rezeki yang kedua. Yaitu, rezeki yang digantungkan. Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa Allah SWT telah menjamin rezeki bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Tapi, manusia juga wajib untuk MENJEMPUT jatah rezekinya tersebut. Contoh mudahnya adalah, Allah SWT memberikan rezeki kepada singa setiap harinya. Namun Dia tidak serta merta melemparkan daging rusa ke kandang singa. Singa itu sendiri lah yang harus berusaha keluar kandang dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya..

Kalau singa aja gitu, gimana kita manusia? Kita diberikan seperangkat potensi yang sangat dahsyat untuk mencari rezeki. Kita punya otak untuk berpikir, kaki untuk berjalan dan tangan untuk berusaha. Semakin keras kita berusaha mendapatkan jatah rezeki kita, semakin maksimal kita akan berhasil mendapatkan semuanya. Tapi kalau kata Ust. Yusuf Mansur, kerja keras saja tidak cukup, harus ditambah dengan cerdas dan ikhlas. Kerja keras adalah tugas fisik kita, kerja cerdas adalah tugas akal kita, dan kerja ikhlas adalah tugas hati kita..

3. Rezeki yang dijanjikan
Nah kalau rezeki model ini ada hubungannya dengan sedekah (my fave topic!). Semakin banyak kita bersedekah maka akan semakin banyak rezeki yang mengalir ke kita, minimal 10 kali lipat. Al-Quran menegaskan, “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat sepuluh kali lipat amalnya..” (QS. Al-An’am [6]: 160).

Bahkan di surat lain, Al-Baqarah, Allah berjanji akan membalas sebanyak 700 kali lipat! Canggih! Coba disimak baik-baik: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 261)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s