Settlement (1)

I just read two articles this morning dari inc.com, yang 1 judulnya “30 Things You Need To Know To Be Successful In Life” dan yang lainnya “Build Your Network by Asking 3 Simple Questions”. Hasil dari bacaan tersebut malah berakhir dengan “I am young. Masih banyak yang bisa gw kerjakan”. Why? But why? Kenapa kesimpulannya ga begitu matching.

I have an older sister. She already got married and has a daughter and a son. As I remember, maybe her marriage was held when she was 20. Yes, she was so young. Percaya ga percaya ya. Dia emang beda kayaknya dari gw, umur hampir 26 masih single and happy. Ok. Focusnya ga masalah dia udah married atau belum. Sekarang dia dan suaminya lagi kredit rumah. Suaminya kerja sebagai karyawan di perusahaan tambang. Belum permanent kayaknya tapi mereka sudah siap untuk memandang masa depan.

Kapan sih waktu yang tepat untuk settling all the things? Misal beli rumah dan mobil? Belum lagi nikah dan having kids? Terus pendidikannya gimana ntar? Let’s say umur 26 ini gw berasa sudah cukup tua untuk bermain-main. Tapi apa iya sekarang waktu yang tepat untuk settling? Pemikiran pensiun dini pun sudah menghantui dari sekarang. Umur 40 pengen pensiun. Apa iya bisa? Nah lho, nah lho. Jadi gimana dong?

Gw pernah terlibat perbincangan hangat dengan seorang sahabat mengingat-ngingat kehidupan gw dan dia yang ga jauh berbeda: kuliah di luar negeri dan single. Dari 12 orang teman dekat di kosan dulu, 8 sudah nikah dan 4 belum nikah. 5 orang ngambil S2 dan 7 orang lain S1/D3. 3 orang kerja di perusahaan IT, 1 Huawei, 1 Telkomsel, 1 Telkom, 1 dosen, 1 pegawai di kampus sambil bisnis, 1 orang kerja di LN, 2 orang akan lulus S2, 1 orang wirausaha. Setidaknya ada 7 orang yang sudah mulai mengkredit rumah dan ada yang sudah punya mobil. Jadi lingkaran terdekat gw sudah menyiapkan ini itu untuk kemapanan mereka. Apakah itu yang disebut mapan? Punya rumah dan punya mobil? Bisa jadi. Dari 11 orang yang gw kenal, rata-rata dari keluarga yang cukup mampu. Seenggaknya mereka ga ada tanggungan lain selain istri atau mereka masing-masing. Orang tua ga jadi tanggungan mereka.

Ini bukan masalah membanding-bandingkan atau rumput tetangga selalu lebih hijau, bukan. Gw cuman lagi berpikir mapan yang bagaimana yang ada dipikiran gw dan bagaimana gw mewujudkannya. Apa yang sudah gw punya? Jobs, rumah, mobil, tabungan, investasi, istri. Ternyata gw punya 1 dari 6, jobs, walau belum bisa dibilang settled mengingat gw kerja di perusahaan kecil mirip-mirip startup. Gw menganggap kalau gw sekarang far away dari yang namanya settled.

Lalu langkah apa yang mau gw tempuh biar bisa settled???

Advertisements

4 thoughts on “Settlement (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s