Pencarian Jati Diri

Semuanya berawal dari group chatting di whatsapp. Gaa disengaja terjadi perbincangan antara gw dan beberapa teman gw yang tinggal di Korea. Kami sama-sama pekerja di Korea, lulusan kampus yang sama. Cerita dimulai dengan gw posted 10 Life Lessons I Learned From Surviving My 20s. Ternyata gayung bersambut, most of people sedang merasakan hal yang sama. Apa yang sebenarnya dicari, apa yang dituju, pencarian kebahagiaan, pencarian kepuasan, dll. Kami sepakat, bisa jadi keimanan sedang turun. Diam-diam, gw mengagumi my friends, they are more than better dari yang gw bayangkan.

Berhubung pikiran gw sudah tercampur berbagai paham. Mulai dari yang bener tentang perjuangan sahabat, para pemimpin Islam zaman dulu, sampai paham yang ga bener (mungkin kurang bener aja kali ya, bukan berarti salah). Sedikit cerita tentang pemimpin muda Indonesia, sebut saja Anis Matta, Anies Baswedan, Fahri Hamzah, dll. Those people are amazing. Bagaimana bisa mereka bisa menjadi seperti itu di umur mereka yang masih mudah. Anis Matta sudah menjadi sekjen PKS at least 3 periode (HNW, TS, LHI). Berarti minimal sudah hampir 10 tahun. Keren? Sangat. Fahri Hamzah, beliau aktivis dari zaman reformasi. Luar bisa rekam jejak perjuangannya. Itu para politis dalam negeri. Beda lagi dengan Steve Jobs yang dari muda sudah berjuang membuat Apple. Kalau zaman sekarang, ada Mark Zuckerberg, Evan Williams, Kevin Systrom, dll para founders social media yang terkenal di dunia. They are in their 30s. Kagum? Jelas. Ngiri? Tentu saja. Tapi ini bukan hanya tentang uang dan materi, tapi apa yang telah mereka hasilkan di umur muda mereka.

I dream about this case. Dreaming about contribution to the world. But when I look at myself, I realize I am not that great or that smart. I am a commoner. 

But hey, meskipun gw orang biasa bukan berarti gw ga bisa berkontribusi kan? Nah, this is the key point. Everyone has different role play for the world. Kalo semua jadi orang jago semua, mau jadi apa dunia kan. Pasti ada pembagian perannya. Gw positive thinkingnya untuk mengambil peranan disana. Ga boleh nyerah dan putus asa.

Sebagai langkah awal, selalu ada pikiran untuk kembali ke tanah air. Negara tercinta sudah carut marut ga jelas. Kejahatan dimana-mana. Korupsi diberbagai tempat. I have no faith untuk hukum. Tapi semua itu emang tujuan dari si pembuat konspirasi. Mereka menanamkan paham agar penduduk tidak percaya pemerintah.

Duh, sudah ngalor-ngidul ga jelas, jadi intinya apa? haha. Sebenarnya yang mau gw tuliskan adalah mengenai peran masing-masing. Gw mau create my paths untuk sukses dan mulai belajar cara membentuknya. Sekarang gw makin menyadari dengan apa yang sudah dijalani. Punya gelar M.Eng dari Korea bisa saja berguna atau ga, ga ada yang pasti. Bisa jadi gw mau bikin coffee shop dan jadi barista, apa M.Eng gw masih berguna? Ga ada yang tau. For now, yang akan gw lakukan adalah belajar dan mewarnai kehidupan gw untuk masa depan. No regret. Gw mau coba hal-hal seru sebelum terlambat. Which activity is the best for the first?  ^^

Advertisements

One thought on “Pencarian Jati Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s