Sulitnya Menulis

This is not my first time experiencing in difficulty to write a post. Maybe second? third? or hundredth? Yeap, selalu sulit untuk menulis karena terlalu banyak hal yang ingin ditulis. Seandainya saja makin banyak tulisan yang gw post maka makin banyak uang yang mengalir ke dalam rekening pribadi. Seandainya oh seandainya. Sayangnya kenyataan berkata lain, tulisan gw belum tentu menarik untuk dibaca atau bahkan ga ada seorang pun yang baca tulisan-tulisan di blog ini.

Sempat terpikirkan untuk membuat blog lain, yang fokus tentang technology, culinary, and traveling but hey, it is really required? For what? Hahay. The very basic question is coming, untuk apa sebenarnya gw ngeblog? Dengan tulisan yang ga bagus-bagus amat, info yang kadang “sampah”, dan gw juga bukan orang terkenal. Satu hal yang pasti bisa gw jawab: preparation. Gw mempersiapkan diri gw saat nanti menjadi orang terkenal, ketika gw menjadi public figure yang kata-katanya didengar oleh khalayak ramai, yang tulisannya dibaca ribuan bahkan jutaan orang, yang gerak-geriknya dibicarakan dan diperhatikan dengan detail. Mungkin lo ngeliat I am ridiculous, delusional, and whatsoever you name it, bisa jadi, bisa jadi gw seperti itu. Tapi bukankah gw juga bisa menjadi orang yang tadi tersebut diatas? I am not pathetically into popular tapi gw pengen bermanfaat dan memberikan kebaikan sebanyak-banyaknya ke universe. For the good sake, semoga hati dan pikiran gw tetap berada dalam kebaikan. Nah, efeknya di masa depan adalah I know a very detail how to write, post, and behave. Ya kan? Pelan-pelan pasti gw jadi makin pintar dalam menulis dan menyampaikan ide/pendapat gw. 😀

Nah,  balik lagi dengan ide awal kesulitan menulis. Hal yang paling gw sadari adalah ternyata kuantitas (serat kualitas) menulis begitu dipengaruh oleh seberapa banyak hal yang mendistract pikiran gw. It is like a small pain in your ass. Sakit banget sih enggak, tapi tetap mengganggu. Itu lah pikiran gw. Gw mudah mendapatkan ide, tapi susah eksekusi sampai selesai. When I am in th middle process, facing the obstacles, dan karena terlalu banyak yang gw kerjain akhirnya ga ada yang selesai dengan baik. *Tuh kan, gw hampir buka facebook karena tersengat ide pengen tau gimana perlakuan hukum di Malaysia terhadap WNA di negara tsb*

Jadi kesimpulan paling jelas adalah distraction. Jumlah ide yang ada dalam pikiran gw mempengaruhi seberapa cepat gw menulis. Makin banyak, maka makin susah nulisnya. Selain dari itu, tujuan juga mempengaruhi bagaimana gw menulis. Apakah tulisan ini sesuai dengan tema blog gw, apakah ini bermanfaat untuk para pembaca blog gw (kalau ada yang baca), apakah tulisan ini itu dan sebagainya. Haruskah gw menulis randomly sesuai dengan apa yang gw pikirkan (kayak selama ini gw ga random aja, haha 😆 )? So, demi kesenangan bersama, kayaknya gw mau mencamkan untuk nulis secara random dengan tetap mempertimbangkan sisi manfaat. Well, keep fighting dude! Tetap nulis biar makin banyak fans 🙂

picture: disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s