Workplace 4

Terbongkar lah semua daftar gaji pegawai di kantor ini. Apa gunanya buat gw? Secara langsung emang ga berdampak apa-apa, namun dilain hal gw mendapat pembelajaran lain. Pegawai kantor ini loyalitasnya tinggi. Sebuah fenomena yang menherankan jika dibandingkan dengan jumlah gaji yang didapat setiap bulan.

Sebut saja ada 8 orang pegawai di kantor ini, 2 orang asing dan 6 orang local. 6 orang local ini terdiri dari 1 team leader, 2 orang bersatatus tengah-tengah, 3 orang bawahan seperti gw tapi lebih duluan masuk kantor ini. Awalnya gw berpikir team leader dapat pembagian keuntungan dari setiap proyek yang didapatkan perusahaan. Secara logis, dari apa yang gw baca di beberapa article, team leader ini bisa diibaratkan co-founder. Orang yang jadi saksi sejarah perkembangan kantor. Tam leader ini adalah orang yang dari awal membangun perusahaan bersama-sama dengan si boss. Hampir semua lini proyek ada keterlibatan si team leader. Entah apa jadinya kalau team leader ga ada di perusahaan. Namun prasangka gw yang ini belum terbukti. Gw belum bisa membuktikan teori gw kalau team leader dapat shared profit. Yang gw bisa buktikan adalah nilai gaji dari si team leader.

Setelah tadi mengintip daftar gaji di computer boss secara ga sengaja, gw terkesiap. Gaji si tim leader ga terlalu besar kalau mengingat kontribusi dia terhadap perusahaan. Tapi apa yang membuat dia bertahan? Gossip-gossip yang beredar di dunia perburuhan korea, harusnya orang local dapat gaji lebih tinggi dari foreigner. Kondisi yang terbalik di negara kesayangan. Gaji orang asing lebih tinggi dari penduduk local.

Mari kita mulai analisis sederhana gw mengenai kesetiaan pegawai kantor ini yang siap lembur hampir tiap hari:

1. Love what they are doing
Apa yang bisa ngalahin passion. Kalau udah bidangnya dan minatnya disana, apapun bisa dijalani dengan gaji seadanya. Pekerjaan pun menjadi tantangan yang sulit untuk dilepaskan.

2. Company’s condition is good
Kondisi perusahaan yang baik. Makan siang dibayarin, makan malam kadang juga dibayarin. Kadang-kadang dibeliin kopi di café bawah. Kadang-kadang dibeliin ice cream dan snacks. Persediaan kopi sachet juga komplit.

3. Working in Daejeon is better than working in Seoul
Seoul adalah kota terbesar di Korea dan gw yakin gaji pegawai disana lebih tinggi. Namun macet, padat, dan udara yang katanya ga begitu bersih membuat orang-orang sini malas berpindah tempat.

4. Good boss
Si boss tuh pada dasarnya orangnya baik dengan segala kekurangannya. Setiap orang pasti pernah marah kan ya. Doi juga. Cuman pas awal gabung ni kantor, si boss bilang. We are family. Saya akan coba jadi boss yang baik. Semoga deh beneran baik ya, dan gaji turunnya lancar. Bagian yang aneh adalah kebiasan dia memegang kepala gw sambil mengelus-elus rambut gw. Berasa jadi iklan sampo.

5. No other place for working
Ga ada tempat kerja lain. Kalau dihitung-hitung umur pekerja disini, rata-rata udah hampir 30 tahun. Ada 1 orang yang sedang part time master degree. Nah, karena part time, dia makanya kerja di kantor ini. Ga tau deh kalau habis lulus dia bakal bertahan atau enggak.

6. Too lazy to find another working place
Ini terkait dengan nomor 5. Udah terlalu males nyari kantor baru. Jadi dinikmati aja dengan keadaan seadanya disini.

Begitu lah analisis sok tau gw. Benar atau enggak, ya gw ga tau pasti. Yang jelas kalau gw ditanya kenapa gw bekerja disini, gw akan jawab jujur: gw butuh kerja dan penghasilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s