Lelaki Sholeh

Di tengah-tengah ketidakkonsenan bekerja karena pencarian tiket promo ke negara tetangga, saya buka-buka facebook. Ketemu lah status teman (semoga pahala kebaikan mengalir padaNya) yang intinya seperti ini: ungkapan dari Umar bin Khattab.  Kata beliau hendaklah seorang wanita muslimah itu menikah dengan laki-laki yang sholeh karena meskipun ia tidak mencintai istrinya, maka ia tidak akan menyakitinya karena ia takut akan azab dari Allah SWT.

Ah, Allah SWT kembali mengingatkan dengan cara yang sangat indah. Ini kejadian kedua dalam beberapa minggu ini. Yang pertama, ketika saya  menggalau dengan menuliskan artikel tentang takut gagal. Seorang teman mengingatkan tentang isi Surah Al-Baqarah: 256-257. Ketika benar-benar hanya bergantung pada Allah, maka seharusnya tidak pernah takut jatuh karena Allah selalu akan menolong dan menjamin kehidupan kita. Masya Allah. Allah mengingatkan dengan cara yang indah.

Yang kedua adalah yang barusan terjadi. Ketika semakin bingungnya dengan suasana hati. Kesiapan menikah itu datangnya dari hati. Tidak bisa dipaksakan. Tapi bukan berarti kita tidak berikhtiar menuju kesana. Nah, yang jadi masalah adalah keenganan untuk berikhtiar, berusaha dan berdoa. Memohon agar dikuatkan hati, diteguhkan keimanan, dan diberikan kesiapan untuk segera menggenapkan agama. Dan kembali, Allah mengingatkan dengan cara yang indah. Saya tidak mengecek kebenaran kata-kata ini, namun mengambil hikmahnya saja. Seperti saya tuliskan di atas, kata Umar bin Khattab “hendaklah seorang wanita muslimah itu menikah dgn laki-laki yg sholeh karena meskipun ia tidak mencintai istrinya, maka ia tidak akan menyakitinya karena ia takut akan azab dari Allah SWT”. Those words menghipnotis saya. Bagaimana saya melihat diri saya masih jauh dari sholeh, belum dekat dengan masjid dan Al-Qur’an.

Jauh daripada itu, jika pun si suami tidak (belum) mencintai istrinya, tapi dengan alasan dan ketakukan kepada Allah SWT, maka ia pun tidak akan mendekati maksiat. Luar biasa. Speechless. Lelaki yang takut dengan dosa, yang takut dengan adzab Allah SWT. Tidak mau mendekati maksiat walau godaan di luar banyak. Lelaki sholeh. Siapa yang tidak ingin menjadi lelaki sholeh? Masya Allah. Alhamdulillah. Semoga semakin bisa memperperbaiki diri. Jika bukan agama, lalu apa yang bisa membentengi kita dari kemaksiatan, hawa nafsu, dan carut marut dunia?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s