This Country

I love this country more and more

Ibarat bayi yang berumur 2 tahun, itulah umpama kehidupan gw di Korea. Kalau ingat keponakan gw yang umurnya hampir 2 tahun, dia udah bisa jalan, udah banyak giginya, dan udah bisa dikit-dikit nyoba ngomong. Lucu dan lincah. Mungkin gw bisa diumpamakan seperti itu. Tinggal 2 tahun di Korea bisa apa sih gw? Ngomong Korean juga belum bisa, masih a-i-u doang. Belum lagi masalah kebudayaan, cuman secuil yang gw pahami. Lucu dan lincah? Iya, gw lucu kok. Lincah? Masih banyak lokasi wisata yang belum dijamah.

Dua tahun itu waktu yang sebentar bagi sebagian orang dan lama pula untuk yang lainnya. Menjalani master degree hampir 2 tahun itu lama tapi terlalu sebentar untuk pemahaman risetnya. Seiring berjalannya waktu, sudah sunatullah kalau makin banyak juga yang dihadapi. Kadang bosan, muak, dan benci dengan keadaan disini. Tapi juga di lain hal gw takut meninggalkan negara ini. Hari demi hari, gw mulai terbiasa tinggal disini dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Bukan kah yang harus gw lakukan adalah melengkapi kekurangan itu bukannya mencari-cari alasan untuk meninggalkannya? 😉

Gw bertanya pada diri sendiri, apakah setiap orang yang tinggal di luar negeri mengalami fase yang sama seperti gw? Ingin balik ke Indonesia untuk memperbaiki negeri, tapi disana malah tidak dianggap. Belum cukup kuat mental untuk berjibaku dengan kerasnya hidup. Ingin menetap lama di negara lain, namun keterbatasan juga banyak. Mari dinikmati saja lah, sampai waktunya tiba untuk memutuskan hal yang lebih besar ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s