Banjarmasin: A Sophisticated Traditional City – Part 2

I’m back. Mumpung masih segar idenya dan masih semangat nulisnya 😉

Selain mengenai transportasi dan kemacetan. Concern gw adalah pada bidang telecommunication. Coba search ke mbah google dengan keyword “kampung wi-fi”. Apa hasilnya? Kebanyakan disana adalah tentang kampung wi-fi di Malaysia. My first impression was WOW! We too far left behind than Malaysia. Ide awalnya adalah pengen adanya akses mudah internet gratis di hampir seluruh titik kota. Pernah baca tentang Seoul kota tersebar wi-fi dimana-mana? Atau internet gratis hampir di seluruh Korea? Bahkan pengalaman pribadi gw ketika naik gunung Halla (Hallasan / Halla Mountain) di Jeju, ada wi-fi gratis di post terakhir sebelum puncak. Amazing! Jika membandingkan dengan Korea, makan jelas Indonesia saaaaangaaaaaat jauh tertinggal.

Nah, jadi idenya adalah membangun kampung wi-fi di Banjarmasin. Make it simple. Kita coba build RT (Rukun Tetangga) Pintar atau RT wi-fi atau RT percontohan. Whatsoever it is, intinya ini RT  digodok, dibina, diatur, dikontrol, dan disemua-semuakan untuk menjadi RT percontohan. Gw udah cari-cari sumber di internet, mungkin sudah ada beberapa wilayah di Indonesia yang coba dikembangkan menjadi kampung pintar ini. Bahkan pernah ada yang nulis kurang lebih seperti ini “akan sia-sia jika disediakan wi-fi gratis namun tidak digunakan dengan maksimal oleh masyarakat”. Hence, pembangunan RT cerdas ini butuh banyak pertimbangan dan konsep yang matang dari berbagai ahli.

Boleh anggap gw sotoy deh. Ga apa-apa, setidaknya ini yang pengen gw usahakan. Gw beranikan nulis ini dengan harapan bahwa akan ada orang-orang/komunitas/ kelompok yang mau bekerja bersama mewujudkan hal ini. As I said, RT cerdas. Hal yang perlu diperhatikan adalah pemiliha lokasi RT-nya (Mari exclude hal ini dari pembahasan ini agar lebih fokus). Gw coba paparkan dari sisi keahlian gw aja 😀

RT Cerdas
Gambaran Komplek
Garis Biru: Jalan dalam komplek
kotak: rumah

Dengan mengabaikan penjelsan detail mengenai bagaimana cara pembangunannya namun dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa misalnya ada 1 RT yang terdiri dari beberapa rumah. Disana dibangun lah sebuah jaringan yang terhubungan dengan operator/provider (misalnya Telkom). Warga bisa mengakses internet hanya dengan menggunakan wi-fi. Jika ingin dibuat lebih oke, maka kita bisa menggunakan heterogeneous network dengan infrastructure yang sudah ada. Misalnya ada small BTS (base station) dari operator tertentu, dari sini warga bisa mengakses BTS tersebut sehingga performancenya pun menjadi lebih bagus. Small cells ini beberapa sudah diimplementasikan di Inggris, Singapura, dll. Nah, (abaikan teori pendukungnya), anggap aja teknologi ini diimplementasikan secara gratis oleh pemerintah maka yang jadi fokus gw adalah bagaimana membagun infrastrukturnya, pembinaan akan meleknya teknologi, dan pengevaluasiannya. Kebayang kan? Bisa akses internet gratis (atau murah lah), ga usah pake signal GSM (kayak yang biasanya dipake lewat hape). Ngerjain tugas jadi lebih gampang, main facebook jadi lebih mudah (aiih), ngetwit makin lancar (uwoo), ngeyoutube (ihiiir) jadi lebih joss. Hahaha. Tenang, semua web yang bisa diakses juga  bisa diatur kok. 😛 hihi

Bagi yang tertarik join force (alah), bisa kontak gw ya, anytime! Dengan senang hati gw pengen ini dijalankan segera di Banjarmasin ^_^

Advertisements

2 thoughts on “Banjarmasin: A Sophisticated Traditional City – Part 2

    1. thomhertsiadari says:

      Ya tujuannya kan pembinaan te.
      Kalau bisa ya sistemnya sudah bagus, jadi bisa dimanfaatkan utk hal2 yang bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s