Bangkit

Banyak orang yang sudah tau apa arti bangkit? Sepaham gw, bangkit adalah suatu gerakan/aktivitas/kegiatan dari keadaan jatuh menuju keadaan tegak/berdiri. Ya, kurang lebih seperti itu. Bangkit, gampang banget ngucapinnya. Gw sebut 100x bahkan 1000x juga bisa. Gampang man! Namun, dalam kenyataannya “move-on” atau bangkit itu “lumayan”/ “agak” / “sangat” sulit tergantung dari bagaimana si pelaku bisa mengatasi pelbagai masalahnya.

Perasaan terjerembab, tidak ada pertolongan, dan kita harus bangkit dengan usaha kita sendiri. Selutuh dunia nyuruh lo bangkit juga ga akan berguna kalau dari diri sendiri ga mau melakukannya. Am I wrong? Gw sedang mengalami masa kejatuhan dan bagaimana gw bangkit adalah dengan cara menuliskan artikel ini. Gw HARUS meyakinkan diri gw sendiri bahwa gw bisa bangkit. Gw bisa berusaha. Masalah apakah pilihan yang gw ambil itu butuh waktu panjang untuk melakukannya atau sulit, itu adalah hal berikutnya. Sekarang gw harus nyari sesuatu untuk gw bisa bangkit.

Sedikit curhat, sekolah di luar negeri itu ga mudah kawan, berkali-kali gw ngasih wanti-wanti kepada junior atau kolega gw yang mau sekolah ke luar negeri. Banyak cobaan disini. Kita harus bisa berdamai dengan ego pribadi dan ego professor. Bagaimana menyocokkan frequency pribadi dan prof agar matched. Itu hal yang masih belum bisa gw lakukan sampai saat ini. Apakah gw bodoh? Gosh, nooo.. Gw ga mau sampai diri gw sendiri bilang gw bodoh. Gw hanya belum bisa menebak ritme yang dimaui oleh prof gw. Jadilah seperti ini: saat gw udah nulis publikasi ilmiah, ternyata dia dengan gampangnya bilang “It’s meaningless if you use your algorithm in that system. Try to implement in other system”. Njleb. Ini kerjaan ga seminggu dua minggu prof. Ini kerjaan berbulan-bulan dan prof baru bilang sekarang??????????????? Setelah sekian lama kita melakukan meeting-meeting dan meeting???????? Seketika hancur hati gw, menangis pun sudah tak bisa. Lemah, lunglai tak berdaya.

Dari semalam gw berpikir, salah gw kah? Salah prof kah? Salah siapa? Gw sudah ga peduli siapa yang salah. Gw harus bangkit. Gw langsung coba cari cara, ngatur strategi, dan mendata apa yang tersisa. Gw buka-buka lagi riset gw sebelumnya yang pernah gw published. Ada 1 judul lain dan 1 algorithm tadi. Keduanya gw menilai biasa-biasa saja. Ga terlalu asoi, belum lagi masih ada kemungkinan kalau algoritma yang gw propose itu gagal. Possible kan? Yeap. Waktu sisa 4 bulan dan harus submit 1 jurnal.

Semua yang ada di depan mata terasa sulit. Ditambah beberapa rekan di lab sudah terbebas dari tanggung jawab riset ini. Sebenarnya itu juga menambah “down” di hati gw. Tapi ya sudah lah, untuk apa gw memperdulikan hal tsb? Istighfar. Istighfar. Istighfar. Hal itu mendamaikan hati gw dan menjernihkan pikiran gw. Bukan kah gw masih punya Allah yang bisa membolak-balikkan hati? Bukan kah gw masih punya Allah yang mengatur semuanya? In shaa Allah, selalu ada hikmah atas apa yang terjadi. Pinter-pinter gw mengambil pelajaran aja.

Sumber foto:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s