“..”

Ketika apa yang diazzamkan diuji kekuatannya

Baru kemarin aku mengutarakan niat untuk live without complaint dan hari itu juga diuji kekuatannya. Ya, Allah sungguh tau apa yang terbaik untukku. Bisa jadi ini teguran, bisa jadi ini tanda kasih sayang dan semoga ini bukan bentuk murka (na’udzubillah). Allah, hamba berserah diri padaMu. Hari ini rasanya “kosong” seperti beberapa waktu lalu ketika aku kehilangan salah satu benda yang cukup berharga. Berharga memang dari segi “harga” dan “makna”. Kosong itu bukan berarti kosong tapi ada sesuatu yang terasa kosong. Plong? Bukan, aku bukan plong tapi khawatir. Tenang? Itu juga bukan, karena ada was-was. Hati ini tak lepas untuk memikirkan sesuatu, mungkin akan lebih tepat “masalah”. Ada masalah namun belum ada solusi. Terus menerus berucap dalam hati, merapal perasaan “ikhlas”. How could I explain perasaan ikhlas? Sulit. Ada kekosongan, kekhawatiran, kepasrahaan, pengharapan, dan semua perasaan itu campur aduk. Aku berdo’a pada Allah. Ya Allah, apapun itu, hamba serahkan semuanya padaMu. Hamba memohon berikan lah perasaan ikhlas itu di hati hamba, tiupkan ikhlas di pikiran hamba. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s