Solution, maybe?

Walaupun gw belum pernah melakukan survey akurat (secara gw dulu pernah kerja di perusahaan consumer research muti-nasional), tapi gw yakin almost 100% kalo tiap orang pernah berjanji dengan dirinya sendiri dan berulang kali mengingkarinya, am I right? Kalau gw salah, you can leave this article then! 🙂 Kalau lo masih insist buat baca, semoga ini bermanfaat deh buat you all yang belum pernah merasakan dikhianati diri sendiri. *bahasa gw* Yup, kali ini gw mencoba berteori tentang solusi yang harus gw ambil untuk mengatasi segalam macam problems yang gw hadapi. Step by step, I try to fix all my problems. Let’s see teori gw. Setelah mengalami banyak fase dalam menghadapi masalah, akhirnya gw berkesimpulan bahwa masalah gw adalah time management and  “one direction”. Mungkin time management semua orang udah tau, hal ini bisa diselesaikan dengan berbagai versi.

Nah, untuk “one-direction”, ini bukan boyband yang lagi naik daun teratai tapi hubungan gw dengan Tuhan gw, Allah SWT. Menurut gw, apa yg gw lakukan sehari-hari menunjukkan level “faith” gw ke Allah. Ga percaya? Silakan coba tanya ke diri masing-masing. Honestly, gw paling ga tenang kalau habis melakukan sesuatu called sin. Gw merasa bersalah dan akhirnya mengganggu aktivitas gw. Ujung-ujungnya gw jadi malas. Permasalahannya cuman 2 disini, bahkan kedua hal ini saling berhubungan. How we think of time will show how we act all the time. Kalau kita ngerasa waktu itu penting, maka kita akan memanfaatkan waktu dengan baik mungkin. Waktu ga bisa diulang coy, yang artinya hidup ga bisa diulang, dosa yang udah dilakukan juga ga bisa diperbaiki, kita cuman bisa tobat dan mohon ampunan. Anyway, beberapa tips yang gw lakukan kali ini berjudul “Seminggu saja”. Seminggu saja ini adalah waktu yang harus gw tempuh untuk menjalankan seluruh “ideal condition” yang gw set.

  1. List semua hal yang “baik” dan sebaiknya dilakukan setiap hari i.e sholat subuh tepat waktu, waktu buka facebook, waktu nonton movie, waktu olahraga, etc. Tulis deh semuanya. Ideal condition yang dipikir this is the best me if i could do like this and this.
  2. Now, make a list semua hal buruk yang biasa dilakukan, yang mengakibatkan kemalasan, waktu terbuang sia-sia i.e ngerumpi di kantor, makan sambil ngobrol, bangun telat.
  3. Ketika semua bad things udah ditulis. Now try to decrease it. Hal apa yang harus dilakukan untuk merubah itu semua. Misalnya gw suka nonton Kdrama setiap hari. Maka dengan sangat terpaksa gw menghapus semua drama yang gw punya. Gw hanya menyisakan drama-drama yang sedang tayang doang. Gw suka liat facebook dan twitter at working time, gw block semua website ga mutu itu pada saat waktu kerja.
  4. Make a list Mon-Sun, tentang semua hal baik dan buruk tadi; Ideal condition and bad things tadi. List ini berguna untuk melakukan check list kedua hal tsb jika dilakukan. Contohnya kalau Senin sholat Subuhnya telat, maka dicentang item” Sholat subuh telat”. Atau kalau mau mudah, bad things aja yang dibuat Mon-Sun, toh sebenarnya ini berkebalikan dengan ideal condition. Suka-suka yang buat deh, enaknya gimana.
  5. Do ACTION! Jujur pada diri sendiri walau sulit and evaluate in the end (pas Sunday itu datang). Kita bisa ukur seberapa serius kita dalam berusaha.

Kalau 5 hal tersebut bisa dilakukan dalam seminggu awal, maka itu udah bagus. Hal selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan kondisi tersebut. Saran gw, don’t make it too hard to do. Lakukan apa yang bisa dirubah secepatnya. Step by step aja. Well, semoga itu bisa jadi solusi buat gw dan readers yang bermasalah. I’ll update my evaluation seminggu ke depan. See ya! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s