Seoul Trip (1)

Gw menyukai perjalanan gw ke Seoul beberapa minggu lalu. Menurut gw sih perjalanan yang tidak biasa. Awalnya gw berencana ketemu Ninuk, Tina, Cheppy, Poppy, dan Alif di Busan tapi apa daya karena satu dua hal membuat mereka ketinggalan bus gratis ke Busan. Kalaupun mereka memaksakan menggunakan kereta, mereka bakal nyampe Busan sore hari. Maybe it was not worthy enough. Dan akhirnya gw mengalah dengan mendatangi mereka ke Seoul which was very expansive trip dari Gumi (versi gw sih mahal). Butuh sekitar 3 jam perjalanan Gumi-Seoul dengan bus, sayang 2 ribu buat naik kereta dan lebih lama pula. Entah kenapa saat itu gw pasti capek banget setelah naik bus berjam-jam (hal ini juga terjadi saat perjalanan Incheon-Gumi, gw teler). Sesampainya di Seoul, satu-satunya cara gw menghubungi mereka adalah dengan twitter. Canggih dan bodoh. Dua kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana sulitnya komunikasi via twitter. Alasannya adalah karena gw pake ipod, gw hanya mengandalkan wi-fi gratis sedangkan mereka ada wi-fi gratis tapi super duper lama responsenya (setelah dikroscek, mereka terlalu lelah. Nyem. Gw maafkan kekurang ajaran kalian). Bersusah payah gw nyari rute dan bertanya sana-sini sampai akhirnya gw bisa sampai di Seoul Hostel. Sebuah hostel biasa di tengah kota Seoul, dibilang cozy ya biasa aja, fasilitas standar (kamar mandi, kulkas, rice cooker, microwave, wi-fi) dengan harga bersaing (sekitar 15 ribu won / malam / person). Anyway, dari Terminal Express Bus ke Seoul Hostel (sekitar daerah Jong-ro) butuh waktu hampir sejam perjalan dengan busway. Gw agak lupa line berapa, tapi butuh transfer 1 kali. Sesampainya di hostel, sesuai amanat dari Tante, gw coba mencari penjaga hostel berkawat gigi (am I right?) dan bertanya dimana kamar Agustina Lestary yang sudah dibooking. Si penjaga ini paham maksud gw dan coba membantu gw, dia coba ketuk kamar Tina namun ga ada tanggapan. Akhirnya dia berkesimpulan bahwa Tina Cs sedang keluar. Dalam hati gw bertanya-tanya dongkol “WHAT??? Keluar?? Demi apa gw disuruh ke Seoul dan mereka ga nunggu gw malah jalan sendirian???” Sempat kesal karena nunggu 1 jam lebih dan dengan canggihnya twitter and no response dari Tina, Ninuk, dan Poppy. Kesabaran gw habis. Daripada gw cincang-cincang mereka, akhirnya gw memutuskan untuk jalan ke Gyeongbokgung Palace. Walaupun udah cukup sore (sekitar jam 5), gw tetap “memaksa” masuk. Gw pikir ini palace cuman kecil ternyata lumayan gede juga and I just had about one hour untuk berkeliling. Damn. Buru-buru deh gw saat itu. Menurut gw palacenya lumayan bagus dan masih terawat. Oh iya, perlu dicatat, kalo gw cuman sendirian saat itu. ^^ Benar-benar forever alone nih gw. Di palace ini gw menginga-ngingat semua lokasi drama yang pernah gw tonton dan terjadi disini. Gw berasa “ikut” dalam suasana syuting drama-drama itu. Lebay! 😀  Yang paling gw ingat adalah Rooftop Prince, kayaknya ada salah satu scene si permaisyuri mati mengapung di atas kolam. Nah, gw kayaknya yakin lokasinya ada di palace ini. hehe.  Disini gw bertemu dengan anak-anak SMA yang menawarkan bantuan untuk memoto gw di depan palace, orang Japan, China, Korea, dll. Berbeda dengan pengalaman Gunawan (coba cari Gunawan, rasis, Korea di Google), gw bahkan ga perlu minta tolong untuk ditolongin oleh orang Korea. Mereka dengan sukarela menawarkan bantuan untuk memotret gw yang sendirian ini.

Setelah puas berputar-putar di Gyeongbokgung palace, sambil menunggu kabar dari Tina Cs, gw bertanya-tanya dimanakah letak Cheonggyecheon Stream (sungai bersih di tengah kota Seoul). Ternyata lokasi stream ini ga begitu jauh dari palace tadi. Alhamdulillah. Gw agak bersyukur ini teman-teman gw sungguh bisa mencari lokasi penginapan yang strategis 🙂 *masih sambil kesel*  Sekali menyelam minum air, ternyata gw juga lewat Gwanghwamun dan bisa mampir di stream itu. Berjalan-jalan sendirian ada enak ada enggaknya. Yang paling ga enak adalah gw mesti foto-foto sendirian. :p Sesampainya di stream, akhirnya gw mendapat response dari Ninuk cs bahwa mereka ketiduran. Uhmm.. well, gw kesel tapi juga ga tega dengan mereka yang kelelahan. Sedikit bermain-main disana menghilangkan kekesalan gw dan gw menemui mereka di hostel. Because that was not real plan, akhirnya mereka memutuskan untuk ke Myeongdong malam itu (gw cukup senang ke tempat ini ^^).

To be continued… Seoul Trip (2) gw akan cerita tentang kegagalan Nami Island, Insadong, Nongdaemun, Hongdae, Cheonggyecheong (again), Bukcheon Village.

Advertisements

2 thoughts on “Seoul Trip (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s