Tadarusan dan Bedah Buku

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Subhanallah Alhamdulillah Wa laa illaha illallah Allahu Akbar. Puji syukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat luar biasa, yang tak akan bisa terhitung jumlahnya.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Q.S Ar-Rahman:13

Tiada satu hal pun yang dapat terjadi tanpa izin Allah SWT. Salawat serta salam selalu tercurahkan untuk junjungan kita, teladan kita, sang pejuang dengan kharisma yang luar biasa, akhlak yang mulia Bagida Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarg, sahabat, dan pengikutnya sampai akhir zaman.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Q.S Ar-Rahman:13

Tak dapat berkata apa-apa selain puji syukur kepada Allah, Allah begitu banyak memberikan nikmat di setiap saat dan dimana saja kita berada. Tak peduli dengan dosa dan pengkhianatan yang terus kita lakukan, Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang, nikmat dan karunia-Nya selalu diberikan kepada hamba-hamba-Nya di muka bumi ini.

Hari ini cukup berbeda. Entahlah. Beberapa hari ini memang berbeda. Pengalaman spiritual, emosianal, dan intelektual dilalui dalam beberapa hari. Hari Minggu dan Senin kemarin aku mengikuti ESQ, tapi dalam tulisan ini aku tidak membahas mengenai ESQ tersebut. Yupz, aku ingin cerita tentang pengalamnku Tadarusan dan Bedah Buku Tangan-Tangan Amerika di Museum Konferensi Asia-Afrika Braga Bandung.

Pengalaman pertamaku datang ke gedung ini, pengalaman yang cukup unik. Ditambah dengan tadarusan buku Bandung Connections by Dr. H. Roeslan Abdul Ghani. Dahsyat. Pengalaman pertama melakukan kajian tentang keadaan KAA yang terjadi di tahun 1955. Sebenarnya sih aku agak bingung juga. Tidak begitu mengerti dengan tema yang diangkat. Tapi ya sudahlah, terlanjur basah, ya sudah mandi sekalian.. hehehe

Aku tiba lebih awal di acara ini, bukan karena rajin, sungguh bukan karena itu, tapi karena aku salah liat jadwal pelaksanaan. Aku kira pukul 15.30, ternyata jam 16.30. Terbayang kan ya betapa rajin diriku. Pakai acara tersesat pula. Salah masuk ruangan 😀

Karena kerajinanku tersebut, sukses lah aku menorehkan rekor pertama orang yang datang. Mengisi presensi dengan urutan no.1. Aku tidak memesan sertifikat, karena memang lagi krisis dompet. Hemat bung. Yang penting ilmunya. Halah, alesssssaaaaannnnn.. Bilang aja ga punya duit.

Akhirnya setelah beberapa menit menunggu, satu per satu teman-teman yang kunantikan datang. Raly, Anwar, Dika, Edi, Uli, Pipin, dan Arief. Acaranya sih terlambat 30 menit dari jadwal yang ada di poster. Hal tersebut semakin mengukuhkan betapa rajinnya diriku datang jam 16 kurang ke tempat tersebut.

Well, tidak apa-apa. Baiklah, akan kuceritakan acara yang berlangsung seperti apa. Di awali dengan pembukaan oleh MC (lupa namanya), kemudian dipilih moderator dari MC tersebut. Oh iya, acara pertamanya Tadarusan Buku. Tidak jauh beda dengan Tadarusan Al-Qur’an, dari anggota yang duduk melingkar di kursi diminta membacakan minimal satu alinea paragraf di bab buku tersebut. Kebetulan hari ini adalah bab 11 dari buku itu. Bab tersebut bercerita tentang pidato-pidato dari kepala negara peserta KAA. Tidak banyak hal yang kuingat, tapi poin penting yang ada yaitu tentang fokus masalah Zionisme, Komunisme, Kolonialisme, Imperialisme.

Setelah selesai membaca bab tersebut, dilanjutkan dengan diskusi dan tanggapan dari peserta Tadarusan Buku. Macam-macam pendapatnya, antara lain: pewacanaan untuk membuat pembanding PBB yang bersifat lebih netral, memindahkan markas besar PBB dari USA ke negara lain, menyoroti keadaan bangsa Indonesia saat ini, dan yang paling menarik adalah penyataan ini “Amerika itu dibenci, namun dirindukan.”

Yes, that’s right. Kita tidak bisa melakukan apa-apa ketika USA mengembargo negara kita. Kita caci mereka karena kejahatan dan kelicikannya, tapi kita tidak bisa lepas dari mereka. Kegiatan ekspor-impor, pendidikan, dll. Kita masih ketergantungan dengan USA. Keadaan yang sungguh sangat menyedihkan.

Acara Tadarusan Buku ini ditutup ketika waktu Shalat Maghrib tiba. Alhamdulillah, sesuai harapan, dari panitia memberikan konsumsi. Snack. Lumayan menghemat biaya tidak perlu beli makan untuk buka. Tidak hanya itu, dari panitia berjanji memberikan konsumsi untuk makan malam. Alhamdulillah, sungguh luar biasa. Ilmu dapet, perut pun kenyang.

@kamar July 20,2010 10.40pm

To be continued–ngantukz

Advertisements

4 thoughts on “Tadarusan dan Bedah Buku

    1. thomhertsiadari says:

      belum nin.. ntar di-update lagi. bukunya belum beres dibaca. masih berkutat dengan buku yang lain :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s