Indie!

Menjadi manusia adalah keadaan kita saat ini, sebuah keadaan terbaik yang diberikan oleh Allah. Bisa menjadi manusia, karena manusia adalah pemimpin di muka bumi ini.

Berawal dari sana, maka aku beranikan diri untuk membuat sebuah tulisan singkat. Beberapa bagian mengutip dari sumber tertentu. Insya Allah sumbernya saya sebutkan semua. Semoga limpahan cahaya, amal, dan pahala terus mengalir kepadanya. Amin

Well, kawan-kawan, hal akan saya angkat adalah Sumber Daya Manusia. Bukan karena saya mantan Menteri Pendidikan dan Kaderisasi BEM KBM 2009 (narsis, astaghfirullah..), tapi karena ide ini memenuhi pikiran saya. Menyumbat sudut-sudut otak saya. Menimbulkan kenangan-kenangan akan berbagai peristiwa (lebay.com).

Ada dua kata kunci tentang SDM ini. Pertama, dan ini yang terpenting, adalah persoalan pembentukan kepribadian manusia, sehingga ia tak menyalah-gunakan apapun yang  berada ditangannya. Kedua, peningkatan kemampuan, kompetensi dan kapabilitas manusia sesuai bakat, minat dan spesialisasinya.

Dari kedua kunci yang ada, maka kita dapat mengetahui bahwa metode dalam pembentukan kepribadian dan peningkatan kemampuan manusia menjadi titik vital solusi yang ditawarkan. Bagaimana metode tersebut dibentuk, materi yang ditawarkan, lingkungan yang diciptakan, semuanya saling terkait.

Tujuan dari kunci pertama adalah pembentukan kepribadian sesuai dengan kemauan Allah dan Rasul. Sudah ada buku panduan yang jelas, sudah contoh nyata dari sosok kepribadian yang sempurna. Kemudian ditingkatkan kemampuannya, baik dalam kegiatan akademis, profesionalitas, dan lain-lain sehingga dapat menjadi sosok unggul di masyarakat.

Sejenak saya berpikir, apa metode yang tepat supaya terciptanya bibit unggul seperti itu? Adakah yang tau jawabannya? Allright, Inilah jawaban yang saya yakini: TARBIYAH.

Dengan membuat tulisan ini sebenarnya saya ingin meyakinkan diri saya sendiri, inilah metode yang terbaik yang saya dapati. Proporsional. Setidaknya ada 4 hal utama yang ada dalam Tarbiyah: Manhaj, Idarah (manajemen), Murabbi, dan Mutarabbi. Keempat hal inilah yang kemudian menjadi titik tolak dari pencapaian keberhasilan Tarbiyah. Jelas kita mempunyai Manhaj. Manajemen pun sudah ada. Murabbi dan Mutarabbi juga ada. Namun cukupkah itu semua jika semua sudah terpenuhi? Tidak! Tentu tidak. Masih banyak perbaikan yang harus dilakukan untuk keberhasilan dakwah Islam.

Sebenarnya saya ingin mengungkapkan beberapa hal terkait perbaikan ini. Namun sepertinya tidak sekarang, butuh waktu berpikir untuk itu.

–Alhamdulillah—Menulis untuk mengingatkan diri, introspeksi diri atas kondisi tarbiyah yang dilakukan saat ini—Sesungguhnya, semuanya akan dipertanggung jawabkan kepada Allah suatu hari nanti–

Sengaja tak kujelaskan mengapa judulnya Indie, silakan anda persepsikan sendiri 😀

Pustaka: http://www.al-ikhwan.net/kader-kunci-kemenangan-dakwah-3688/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s