Just Wanna Write

Bismillahirrahmaanirrahiim.. Dengan mengucap nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Shalawat serta salam selalu tercurah untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Well, just wanna write something; my feelings in this week. very complex. Bercampu-campur perasaan dalam minggu ini. entahlah. Aku yang mungkin memang tipe melankolis, merasa cukup lelah dengan keadaan saat ini. lelah? Are yuo sure? cuman segini kemampuanmu thom?? huuuffftttt,..

*sambil diiringi lagu bernafas tanpamu-lyla-, merasa sendirian*

Mencoba untuk jujur pada diri sendiri dan mengukur sampai mana batas maksimal pertahanaan diri. Cukup lama bertahan. iya kah? tidak juga. mungkin. susah dijelaskan. Tidak bertujuan untuk mengeluh, tidak. tidak sama sekali. karena saat menulis note ini aku sangat dalam keadaan tenang dan cukup good mood. semua keganjilan itu pun coba untuk kulepaskan.

Satu hal penting, faktor ibadah dan kedekatan kepada Allah sangat mempengaruhi moodku. setidaknya hal ini sudah cukup lama kusadari. Bagaimana tarbiyah dzatiyah, amalan yaumiyah, dan ibadah-ibadah pendukung lainnya sungguh sangat berpengaruh pada keseharianku. well, inilah yg menjadi tolak ukur apakah aku berlaku baik atau tidak pada hari tsb.

Berawal dari sini lah semua menjadi kompleks. layaknya tubuh, inilah ‘otak’nya. lalu bagaimana setiap instruksi2 diperintahkan kepada organ-organ tubuhku untuk bergerak. jikalau otakku kacau, maka tindakan-tindakanku pun ikut kacau. terbayang? yah.. Sangat sadar aku sangat tergantung padaNya. hiks..aku yang masih sangat kurang.. T_T

Di keseharianku yang alhamdulillah masih diberi kepercayaan oleh Allah untuk memikul beberapa amanah, khususnya amanah dakwah. Aiihh.. pantaskah kusebut diriku sebagai pejuang dakwah? Begitu banyak tuntutan yang harus kupenuhi. terkadang merasa sendirian, merasa tidak diperhatikan, dan lain sebagainya. dan memang aku manusia biasa. kadang butuh perhatian. barang untuk ditanyakan kabar. ooh.. rindu pada sahabat-sahabatku.. ukhuwah yang mengering ataukah aku yg tidak cukup pantas untuk diperhatiakan? kelakuanku yang buruk. Lisan yang tak terjaga. tindakan yang tidak pantas. Astaghfirullah… aku terlalu menuntut banyak. Bukankah melakukan memberikan lebih baik daripada meminta? bukankah lebih baik aku yang memperhatikan orang lain? bukankah lebih baik aku yang menyayangi orang lain? bukankah lebih baik aku yang berkorban untuk orang lain? 😦

*Ya Allah, hampir tidak bisa melanjutkan note ini. Semangat. Semangat.

Belum cukup disitu, pola kamunikasi yang belum tepat menjadikan amanah itu menjadi cukup berat. Padahal begitu banyak orang yang harus diservice, dipebuhi keinginannya. Aku dituntut untuk lebih care, lebih sensitif, lebih bisa mengayomi. Tapi kalau hanya aku sendiri kan jadinya sulit?? kadang berulang kali meminta ‘tolong komitmen donk’. Berikan sedikit perhatian, waktu, dan kasih sayang kalian pada organisasi ini. Ini tanggung jawab kita guys. Tapi memang cukup berat untuk bisa menyadarkan mereka. dan aku tak boleh mundur selangkahpun.

Perbedaan keinginan antara satu dua orang memang wajar. Miss understanding dan miss comm lah hal paling sering terjadi. si fulan ingin saya yang ngerjakan. Tapi ga pernah bilang seperti itu. Lha mana bisa terwujud, wong bilang aja kagak. Ditambah ‘ketidakkonkritan’ perkataan dan perbuatan. Namun tidak akan habis membicarakan kekurangan. Karena memang mereka pun sangat luar biasa. Banyak kelebihan yang tidak bisa disebutkan satu persatu.Dan sungguh luar biasa, subhanallah, Allah memerintahkan orang-orang didekatku untuk mengingatkanku.

Aku ingin melakukan yang terbaik dalam sisa umurku ini. Aku ingin melakukan yang terbaik dalam setiap amanah-amanahku. Aku ingin Engkau yang melihatnya, tidak perlu orang lain! Aku ingin Engkau ya Allah. Aku ingin Engkau..

Finally, kata-kata yang selalu terngiang dalam pikiranku “Bagaimanapun buruknya mereka, bagaimanapun bentuk ketidak-konkritannya, bahkan betapa besar rasa kecewa yang ada di hatiku, aku tidak akan mundur, tidak akan meninggalkanya, tidak akan menjauhi mereka. Karena Islam tidak pernah mengajarkan untuk menyerah. Islam mengajarkan bagaimana kita saling mengingatkan. Insya Allah. Kuatkan hamba ya Allah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s