Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (part.3)

continue…

Sehabis nonton aku langsung bersiap menjemput juniorku, Irwin namanya. Namun ketika sudah sampai di parkiran BSM Kak Reza mengagetkan kami.Dia berkata bahwa HP-nya tertinggal dalam bioskap. Jadilah kami kembali ke lokasi nonton tadi, alias bioskop studio 3. Alhamdulillah, akhirnya nemu tu HP. Untung gak hilang, kalau hilangkan kasian banget Ka Reza. Gimama nggak, kan tu HP bukan punya dia.

Gosip punya gosip -he- aku berhasil membujuk alias merayu kak reza dan raly untuk menemaniku menjemput irwin. Dengan yakin bayar parkir mall yang super duper mahal. Perjamnya 1500 bo. Weleh-weleh. Sesampainya di stasiun -sebenarnya gak tau pintu masuk utama yang mana- langsung nunggu di tempat tunggu penumpang. Gak lama berselang orang yang ditunggu-tunggu pun datang. Irwin Wahyu Utama. Tak perlu berlama-lama, kami langsung go home. Cuci kaki cuci muka. Berangkat ke kasur. Si Irwin tidur di kamarku. Aku sendiri tidur di kamar ka Jack karena si Rikad pulkam ke Jakarta.

Huuuaaah… Hari Sabtu tiba. Tidak jauh berbeda hari ini kuhabiskan waktuku dengan bermalas-malasan. Bangun-tidur-makan. Itu aja kerjaannya. Yang tadinya pengen baca Al-Qur’an eh malah gak dibaca. Betapa bodohnya aku. Dalam hati aku berpikir, malam ini kan agenda rutinan ma si boz. Mau jawab pertanyaan bos gimana ya. Jujur, aku sulit bohong. Tapi kalau jawab aku lagi malas kan gak mungkin. Malu donkz.hehehe. Tepat pukul 18.30 aku mengantarkan Irwin pulang-ke tempat ngetem angkot di radio palasari. Sebelum itu aku dihubungi si boz kalau hari ini gak jadi ketemuan karena beliau agak gak enak badan dan kami (P&B serta aku) diminta pergi ke DPD Kabupaten untuk entry data PEMILU salah satu partai. Ingat sekali waktu itu jam 20.30 aku pergi dengan B&P ke DPD tersebut. Padahal tempatnya gak tau tuh. He, nebak-nebak aja. Modal nyali doank.

Sesampainya di DPD langsung gerak capat ngeluarin laptop, dikasih data, trus nginput data. Ehh… Tak disangka tak diduga. Excelnya suka hang. Jadilah pekerjaan nginputnya awut-awutan alias ngulang-ngulang. Cukup banyak data yang diinput. Mana aku sendiri lagi nginputnya, maklum dah expert dalam hal input-menginput. Sambil buka facebook tugas tersebut kujalankan. Lumayan mengibur lah.

Waktu menunjukkan pukul 2 dini hari. Pekerjaanku baru aja kelar. Kami memutuskan pulang ke kos aja. Ga usah bermalam di DPD. 1 jam waktu yang diperlukan untuk sampai ke kosan. Si P tidur di kosan. he.. Sebelumnya kuceritakan, waktu sampai kosan, pintu terkunci. Dah begitu aku lupa bawa kunci. Terpaksa pintu digedor-gedor. Dengan susah payah Raly akhirnya terbangun juga.

Sudah bisa ditebak kalau kami subuhnya terlambat. Jam 7! bayangkan saudara-saudara, betapa bodohnya kami. Huh. Perbuatan yang menyebalkan. Inilah dampak begadang yang kulakukan. Seharian aku tidur aja. He. Tapi terpaksa jam 2 siang rapat Pendekar BEM di Lab CNC. Banyak hal yang dibahas. Seminar, LKO2, LKO3, dll. Hari minggu tidak jauh beda. Malas, sia-sia, dan gak produktif.

Keesokan hari, tepat hari Senin. Berusaha mengawali hari dengan baik. Berpikir positif. Hari ini kurasa lebih baik dari kemarin. Aku mencoba untuk bangkit. Bisa. Aku bisa. Aku tergopoh-gopoh. Maju sedikit. Tidak pesat. Tapi cukup membawa arti.

Hari Selasa pun tiba. Inilah klimaks dari segala macam pergulatan batinku. Aku lupa apa saja yang kulakukan. Ehmmmm… Owh iya, kemarin (Senin) aku YM-an dengan Pak Deni,salah seorang dosenku. Beliau menanyakan kabarku. Beliau mendengar gosip kalau aku sudah lulus. Duh ni gosip bagus banget, tapi sayang hanya gosip. Itu semua gak benar. YM-an diakhiri dengan statement “Besok aku menghadap Pak Deni di ARS”. Lanjut, jam 11 aku berangkat ke ARS. Ketemu pak deni. Tidak dimarahi, tapi diberi semangat. Dan diminta untuk datang hari Kamis dengan membawa peralatan tempur PA. Jam 11 lewat aku balik. Kupikir aku pengen beli buku di Palasari. Pengen nyari buku yang bisa menyentuh hati. Akhirnya kuputuskan membeli buku Hafalan Shalat Delisa dan Rembulan Tenggelam di Wajahmu karangan Tere-Liye. Buku yang bagus pikirku. Di Palasari inilah aku melaksanakan Shalat Dzuhur. Begitu khusyuk. Aku merenungi kebodohanku beberapa hari ini. Jam 1 siang kuputuskan pulang ke kosan. Baca buku, dan hebatnya aku kembali Baca AL-QUR’AN. Begitu nikmat. Begitu rindu. Tenang, tentram. Yah, rasa yang selama ini kulupakan. Hingga kudapati aku membaca surat cintaNya, surah Al-Baqarah:286. Ayat terakhir dari Surah Sapi Betina (Indonesia). Tertegun ku dibuatnya.

Selama beberapa hari ini aku merasa tidak punya teman yang cocok untuk bercerita. Sampai aku ingat kalau aku punya kenalan di Jakarta. Akh Azhary Hadi namanya. Teman dunia mayaku. Kami bertemu di Friendster. Belum pernah bertemu barang sekalipun. Kuceritakan gundah hatiku. Dia bertanya lembut dan ingin tau. Begitu perhatian ia padaku. Inilah teman sejati pikirku. Teman yang dibangun atas dasar aqidah yang sama…

to be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s