Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (end)

continue..

Malam itu pula aku memutuskan untuk bangkit. Kalau kata temanku, kita itu da’i. Da’i untuk ummat. Kalau da’inya saja lemah bagaimana ummat yang akan dibimbing. Cukup banyak aku sms-smsan dengan akh azhary. Dari hati ke hati kami bicara. Kutuliskan sedikit sms beliau yang cukup menggugahku walaupun sebenarnya mungkin bagi sebagian orang biasa-biasa aja:

Nikmatnya yang manakah yang kan kau dustakan, bila kau hidup dengan rizkiNya!! Nikmatnya yang manakah yang kan kau dustakan, bila kau bernafas dengan udaraNya?! Masihkan kita lalai?!”

Memang antum kenapa akh? Antum ada masalah? Gimana shalat wajibnya? Gimana tilawahnya? Gimana shalat sunnahnya? Gimana liqonya? Ada yang menurun kualitas atau kuantitasnya?”

Afwan ya akh terlalu mencampuri. Tapi jika kita merasa jauh dangan Allah, tu bukan karena Allah yang menjauhi, tapi karena kita yang menjauhi Allah dengan segala maksiat yang kita perbuat, kecil atau besar”

Kenalilah Allah saat kamu senang, niscaya Allah akan mengenalimu saat kamu sedang susah (HR. Ahmad, Tarmidzi, Hakim, Baihaqi)”

Akh,, Allah itu mau tau sejauh mana kita taat padaNya. Kalau kita bilang taat tapi perbuatan tidak, Allah akan terus menguji dengan maksiat yang sering kita lakukan. Terus menerus sampai kita sadar.”

Bukan berarti kita seorang kader lantas Allah menerima amal kita. Coba deh berpikir, kalau amal yang kita buat tanpa maksiat aja belum tentu diterima, apalagi jika kita beramal terus maksiat?!”

Terus apa yang membuat kita melakukan maksiat itu lagi. Ayo akh berubah, kita tukar kenikmatan semu dengan kenikmatan abadi. Dengan konsekuensi, diri ini akan lebih tersiksa…”

Insya Allah, salng mendo’akan ya. Yuk, sama-sam a berjuang. Kita raih ampunan Allah atas maksiat yang telah dilakukan, dengan sungguh-sungguh menjauhinya. S.M.A.N.G.A.T ^_’ “

Itulah sepenggal sms dari beliau. Sesaat menmbuatku merenung. Aku memang salah. Tak seharusnya aku melakukan tindakan bodoh itu. Sudah tau salah. Tapi malah menjauh. Huh.. Itulah kisahku bagaimana mencoba bangkit dari keterpurukan. Berpikir positif kalau Allah Maha Pengampun. Kuputuskan malam itu juga akan bangkit. Besok harus lebih baik lagi. Dan benar, hari Rabu ku awali hariku dengan lebih baik lagi. Semoga terus bertahan, pintaku pada Allah. Tulus aku meminta keistiqomahan itu.Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s