Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (part.2)

continued…

Kegundahan masih menyelimuti seluruh akal pikiranku. Ditambah dengan kebelet pipis, lengkap sudah ketidakkonsenanku menyiak keadaan. Satu fakta terungkap. Aku melihat segerombolan orang berjalan, berbaju hitam. Entah tepat atau tidak aku sebut mereka pasangan-pasangan yang sedang refreshing semasa UTS. Mereka sangat kukenal. Teman satu kampus. Deg-degan aku melihatnya. Benar kata orang, benar gosip yang beredar. Secepat kilat perasaan kesal menjalari seluruh tubuh. Udah gak enakan dari tadi, malah ditambah ngeliat mereka.

Kak Reza yang terlebih dahulu melihat mereka langsung bersembunyi di samping pintu lift. Alih-alih harapannya gak keliatan. Sukses. Sukses besar. Kak Reza memang tidak tertangkap mata mereka. Aku yang sadar juga ikut bersembunyi. Aneh bukan?aku juga tidak tau kenapa kok aku malah ikut-ikutan sembunyi. Bergegas mengambil langkah seribu ingin mengejar. Namun aku terlambat. Mereka sudah berbeda lantai dengan kami. Dan aku melihatnya, melihat mereka. Tiba-tiba berkelebat sejuta tanya, inikah kenyataan sebenarnya? Bukankah ia bilang sudah tidak ada hubungan dengan cewek itu? Bukannya dia ADK seperti yang lain? Ternganga aku dibuatnya. Berjanji dalam hati, akan ku tabayyunin besok! Sayang kenyataannya berbeda, sampai saat aku menuliskan kisah ini aku belum menyinggung secuilpun permasalahan ini.

Disaat yang bersamaan ternyata Raly lebih cerdas dibanding diriku, ia merekam kejadian itu. Record! Luar biasa, aku punya bukti. Maka tidak akan ada yang bisa membantah kebenara itu. Lagi pula cukup dengan aku, Raly, Dika, dan Kak Reza saja yang bicara, aku yakin teman-teman yang lain akan percaya. Hehehe..

Back to topic,,waktu yang dinanti-nanti tiba. Kami nonton film “Knowing”. Bercerita pada tahun 1958, sekelompok pelajar sekolah dasar diminta untuk menggambar  sesuatu dan disimpan dalam sebuah kapsul. Namun seorang gadis cilik misterius meletakkan sebuah kertas yang penuh dengan barisan angka-angka. Lima puluh tahun kemudian, murid-murid angkatan baru membuka kapsul tersebut. Kertas milik gadis cilik misterius itu jatuh kepada Caleb Koestler. Namun ayah Caleb, Prof. John Koestler, mulai menemukan kode-kode terselubung menyangkut tanggal, kematian dan koordinat dari musibah besar yang terjadi selama 50 tahun terakhir. Diproduseri oleh Alex Proyas, Todd Black. Sutradara dan penulisnya pun Alex Proyas. Film yang kalau kubilang adalah Ghazwul Fikri! Bagaimana tidak, detik-detik terakhir film tersebut menggambarkan keadaan hampir kiamat. Dunia akan hancur. Manusia akan musnah. Namun Caleb dan seorang gadis kecil, yang memiliki kekuatan sama dengannya, diselamatkan oleh sekolompok orang tak dikenal. Orang-orang inilah yang selama ini mengikuti dan mengintai mereka. Membawa mereka ke langit. Keluar bumi. Tujuannya satu yaitu agar menjadi umat selanjutnya. Benar saja, sebelum film usai, kedua anak kecil itu datang ke tempat yang baru. Tempat yang indah, hanya berdua saja. Tak pelik seperti Adam dan Hawa. Sunggub TIDAK MASUK AKAL! Kesal, marah, dan muak melihat film itu. Berani-beraninya mereka berbuat seperti itu. Pelecehan nih. Mereka pikir ketika akan kiamat maka akan dengan mdah bisa menciptakan kehidupan baru lagi. Huh..nyesel banget deh nonton film nih. Makanya bagi teman-teman yang pengen nonton, jangan sekali-sekali nonton film “Knowing”.

Advertisements

One thought on “Seribu Gundah Membuncah, larikah aku?? (part.2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s