Seribu Gundah Membuncah, larikah aku??

Melangkah gontai tanpa arah. Hari-hari itu kujalani dengan hampa. Sejak jumat sampai Senin minggu depannya. Sebenarnya perasaan ini sudah lama kurasakan, sejak berbulan-bulan lalu atau bahkan sejak 9 bulan yang lalu. Entahlah, aku sendiri juga bingung. Yang pasti sejak ikutan panitia PDKT 2008, ibadahku kacau balau. Tidak istiqomah, belang betong kayak zebra. Sebentar naik, sebentar turun. Namun turunnya lebih lama daripada naiknya. Puncaknya ya hampir seminggu itu, nagapa-ngapain malasnya luar biasa. Ibadah-ibadah rutin kutinggalkan. Tilawah, shaum, bahkan tahajjud. Namun aku masih sadar, itu salah. Aku tetap menjaga shalat wajib dan dhuhaku. Pikirku yang penting shalat wajib jangan sampai terlewat. Tepat hari jumat, keadaan menjadi lebih buruk. Perasaan berkecamuk dalam hati tak menentu arah. Kalut, resah, tak berdaya. Kalau saja waktu itu aku dipanggil Allah, entah apa yang bisa kuucapkan. Bahkan membayangkan memandang wajah-Nya saja aku tidak mampu. Bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan malaikat nanti. Arrgggghhhhh…. Pecah sudah harapanku.. bisa-bisa aku menjadi bahan bakar neraka yang paling baik..Na’udzubillah.. Seharian itu hatiku gundah gulana, bingung lebih tepatnya. Tidak tau apa yang harus kulakukan. Padahal ada setumpuk kerjaan yang menanti, gak PA-lah, BEM-lah, Lab-lah, kuliah-lah, dll. Aku memutuskan untuk berdiam diri meratapi nasib ini. Matahari mulai beranjak menjauh menuju peraduaanya, indah sekali melihatnya. Namun sayang tidak seindah nuansa hatiku saat itu. Aku lupa entah sore atau malam Kak Reza datang, tapi sorenya ketika aku main facebook, aku berniat mengajak Raly nonton dan jalan ke BSM. Ini salah satu kebiasaanku saat futur, kadang aku tersadar ketika di tengah jalan. Formalitas. Aku menyebutnya seperti itu. Memang tidak membawa perubahan apa-apa, karena pikiranku tetap pada permasalahku. Yah, setidaknya membuat aku merasa bersalah dan sesampainya di kosan bisa bertobat. Itulah harapanku. Berangkat ke mall jam 18.30, sesampainya kami (aku dan kak reza) langsung beli tiket bioskop. Dengan penuh keyakinan menuju lantai teratas mall tsb. Tidak sulit. Dengan sukses 4 tiker seharga Rp. 20.000,- kami beli. Kami (baca: aku kalah suara) memutuskan nonton film “KNOWING”. Gak seru ah pikirku, karena aku pengennya nonto The Fast and Furious 4. Tapi tak apalah, wong aku pas liat trailernya merasa filmnya lumayan bagus. Sesuai dengan janji kami, kalau adzan Isya tiba maka kami akan langsung shalat, dimanapun tempat dan kejadiannya. Langsung mencari tempat shalat/ masjid. Alhamdulillah dah nyampe BSM, jadi gak perlu repot-repot nyari masjid lagi. Shalat isya pun dilaksanakan, tidak begitu khuyuk rasanya. Kupaksakan shalat rawatib juga. Perut terasa keroncongan, kebetulan di depan Giant ada yang jual donut kentang asli, cuman Rp. 1500,- lagi. Pas banget! Tanpa pikir panjang aku pun ngantri untuk membeli jajanan bolong tengahnya dengan antusias. Aku beli 4 mba. Itu yang kuucapkan pada si mbak2 penjual. Agak lama nunggu, akhirnya dilayani juga. Belum puas untuk mengganjal perut, kami pun menuju food court BSM. Nyari tempat yang pewe aja deh, di bawah pohon gitu. Aku makan masakan jepang yang memang dah kucita-citakan dari kos tadi. Dengan mantap aku pilih menu itu (he, lupa nama menunya apa). Cukup enak lah. Tidka lama berselang, Dika dan Raly datang. Tak ayal mereka pun pesan makan. Padahal katanya sih dah makan, kok pesen lagi?? Tanya kenapa? Mereka pesan mie tarik apa ya??aku gak lupa. Yang pasti tempat pesan mie tsb menyita perhatian banget. Sampai-sampai aku bilang “mereka itu caper banget, cari perhatian”. Nyebelin. Gak tau kenapa sebel aja liat mereka. Sambil makan kami sambil ngobrol, mie yang mereka pesan mengkilat banget. Katanya  pake zat lilin yang luar biasa banget. Tuh kan apa aku bilang, mereka cuman cari perhatian aja, mie yang dibuat malah berbahaya bagi kesehatan. Ternayat masakan jepang tersebut belum cukup memenuhi hasratku, aku pesan kebab. Kebab yang dari kemarin-kemarin aku inginkan, akhirnya malam ini tercapai. Halah, lebay bgt.. Gak apalah uangku agak banyak terpakai malam ni, pikirku malam ini akan kuakhiri segala kemalasanku. to be continued…

Advertisements

2 thoughts on “Seribu Gundah Membuncah, larikah aku??

  1. risna1911z says:

    wah manyedihkan sekali
    tapi masa’ gara2 PDKT?
    wah saya jadi merasa bersalah

    hati2 ya tar kalo udah ekstensi?
    lebih berhati2 lagi aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s