Commentku untuk Akh Ulik

Berani-beraninya aku ksih comment yang tegas ke ulik. Ya, mungkin itu adalah ekspresiku yang sudah tak tertahankan atas semua keadaan yang ia juga rasakan. Emang semuanya seolah tertahan selama ini. Ada rasa enggan tuk berani mengungkapkan perasaan yang sebenarnya..Ini dia sepenggal kisah itu:

Ulik: udah ada solusi???ane pengen pulang aja nih… 😦

Thom: ana malam tadi baca novel Bidadari-Bidadari Surga akh. Novel yang sungguh sangat luar biasa. Mengingatkan ana tentang novel2 serupa, Laskar Pelangi misalnya, ana malu menatap pada diri sendiri. Betapa telah banyak mengecewakan orang2 disekitar ana, terutama orang tua. Mereka tidak pernah mengeluh walaupun ana bandel, ayah ibu tetap berusaha. Bahkan disaat usia sudah tidak lagi muda. Ayah terus bekerja. Walaupu ibu sering bilang itu memang kewajiban orang tuanya untuk memenuhi dan menghidupi anak2nya.Tapi bukankah tidak semudah itu akh??iya gak. Ana mencoba berkaca, sudah berapa lama ana terlena dengan semua ini. Seharusnya ana tidak mundur waktu itu,tapi apatah artinya sekarang. Akh, ana tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Apapun itu resikonya. Terserah orang mau bilang apa. Yang pasti, urusan orang tua menjadi lebih penting sekarang! Silakan orang mau mencibir, ana tidak peduli. Ana lebih peduli bagaimana orang tua ana akh.

Ulik: ama thom. ana khawatir, ngecewain orang tua untuk kedua kalinya dengan alasan, mempertahankan idelaisme seorang uliksatu sisi ane gak tega ma kawan-kawan sekitar ane, yang seperjuangan satu sisi lagi, jiwa ini remuk kala ibunda menanyakan kondisi kuliah gimana.wallahu’alam akh

Thom: harus siap memilih. hanya untuk memilih sementara waktu. cuman tiga bulan akh! bukan ingin dibanding2kan. Andaikata memang dakwah dan pengabdian itu penting, maka setelah lulus itu akan menjadi moment besar kita untuk berdakwah lebih luas dan massive lagi. ana jadi teringat kata-kata akh dedi kammi. beliau menyarankan ana lulus kala itu, karena dakwah diluarsana akan lebih “berasa”. Tapi ana yakin, semua perjalanan ini adalah yang terbaik. Sekarang saatnya banting steer..Amanah itu bisa kita jalankan dengan bersamaan!Min 3 bulan ke depan.

Ulik: tapi ana bukan tipikal orang yang bisa ngerjain ini dan itu secara bersamaan orang tua dah kasih kartu merah buat ane ttg kondisi kuliah ini yang mana ane kuliah gak sekedar kuliah saja apakah mau mengecewakan orang tua untuk kedua kalinya? ana rasa, tidak….
pusing thom…
kasihan ibu…

Thom: klo gitu antum STOP ORGANISASI aja. Jangan dipaksa! Ana rasa sudah saatnya menentukan sikap. ana juga berusaha gitu. ya seperti yg ana bilang tadi, 3 bulan aja STOP untuk ini itu..

Ulik:l agi berusaha do PA now,,, or never slogan yang mesti ditanamkan jauh ke jiwa kita

Yah..itulah sepenggal percakapan kami di salah satu website dunia maya..wallahu’alam bishshawab..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s