Seperti Temanku itu

Yupz..tulisan pertamaku di bulan April.

Tapt di hari ini, minggu 5 April 2009, aku mendengarkan curhat teman2ku. mulai dari yang satu organisasi ataupun yang beda organisasi. Ternyata apa yang mereka rasakan SAMA seperti yang AKU RASAKAN .

Betapa tidak, teman satu organisasi ku sekarang (red.BEM) merasa kurang enjoy dengan apa yang dijalankan. Terutama hal yang sangat sensitif yaitu permasalahan studi. Sebenarnya jauh hari ingin sekali kudeklarasikan “AKU PENGEN FOKUS PA”, namun tak pernah kusampaikan pada atasanku. Aku hanya berbicara pada wakil atasanku saja. huhf…betapa berat kurasa, waktu yang tersisa hanya 3 bulan lagi. Waktu penentuan atas masa depanku, mungkin terlalu lebay tapi kurasa wajar. Ada yang bilang masih “seharusnya kita bersyukur atas permasalahan kita, masalah kita ini kecil, masih banyak masalah orang lain yang lebih berat dari kita”. Tapi apa saudaraku, ngomong itu gampang, tapi tahukah engkau betapa berat rasanya! Betapa pedihnya perasaanku ketika melihat teman2ku yang lain telah lulus. Teman2 yang dulunya satu perjuangan, bahkan kurasa aku lebih berat berjuang(red.gaya ya). Yah, inilah realitanya, dilema antara organisasi atau kuliah. Kata orang, bisa kok dijalankan keduanya. tapi kok aku belum bisa ya??aku sangat sadar dengan kemampuanku. Memang benar aku belum bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal, aku akui itu. Dan itu adalah kesalahanku, tapi akan kuperbaiki.

Hal diatas terkait curhat temanku yang kedu, dia mantan stafku dulu di suatu kepanitiaan. Dia bercerita, bahwa staf2nya kurang maksimal dan agak lambat dalam kerja. Salah gak sih klo pemimpin merasa seperti itu??Jujur, aku pun ¬†merasakan hal yang sama. Sepertinya aku terlalu berkutat pada permasalahn2 ini. Atau memang managerial techniqku kurang baik, wallahu ‘alam. Tapi saat ini aku mencoba untuk berpikir tidak menuntut terlalu banyak dan berusaha lebih memahami mereka. Tapi apa yang kudapatkan, kurasa ada sebagaian yang masih belum bisa paham dan masih bermanja-manja. Bukan hal seperti itu yang kuharapkan, aku ingin kita semua belajar, belajar memahami dan dipahami serta belajar membagi prioritas. Tapi semua tidak bisa disalahkan, semua perlu kerja keras dan pembelajaran. Ehmm,,satu hal yang sangat sering terjadi: kadang jadi pemimpin orang itu lebih sering merasakan sakit hati dari pada yang dipimpin. Kawan, nanti kau akan membuktikannya. Wallahu ‘alam bishshawab..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s