Hikmah depan Astacala!!

Well2..
Curhat untuk kesekian kalinya neh. Suatu pelajaran yang sangat berharga yang menjadi hikmah atas tingkah laku manusia. Bagaimana tidak, tingkah laku manusia yang berbeda-beda dan pola pikir yang variatif menjadi sebauh cerita panjang yang tak akan pernah usai.Sebagai contoh, kepanitian Pelangi (Pendidikan Langsung Pemagang KAMMI) menceritrakan banyak sekali kisah. Ingat waktu pengikatan komitmen-ketika Daurah Marhalah-, cucuran air mata dan janji untuk istiqomah di jalan ini menjadi bingkai indah momen itu. Heran, kok sekarang malah gak ada kabarnya sama sekali! Memang manusia terkadang sangat sering lupa-termasuk aku-, namun ketika ukhuwah itu dibangun diatas dasar-dasar Islam, dan teorema nasiha-menasihati pun berlaku tetapi tidak menjadi efek positif yang signifikan membawa perubahan. Dibalik semua pendapat pribadiku ini, satu hal yang pasti adalah “AKU TIDAK BISA MENUNTUT APA-APA DARI MEREKA!”. Aku hanya bisa meratap dan berkomentar saja, dan berusaha untuk memperbaiki keadaan yang kurasa semakin hari semakin buruk.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan RasulNya dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”. (Al-Anfal:27)

Lain lagi dengan BEM KBM IT Telkom 2009, posisiku yang dibilang orang penting -padahal sangat gak penting-, membuat aku leluasa untuk mengamati (ceileh) dan meneliti sikap, perilaku, dan pola pikir rekan-rekanku sesama kabinet BEM. Mulai dari orang yang meledak-ledak emosianya, buruk manajemen emosi, cari muka, omong doang, rajin, kreatif, kritis, punya evaluasi tingkat tinggi, dan masih banyak lagi.

Jadi teringat curhat-curhatan aku dan temanku yang baik, kejadiannya ketika aku dan dia berada dii sekre. Kemudian kami pindah ke depan Astacala. Dia berkata “Kayaknya antum yang pantas jadi “xxxxx”. Wah, aku pikir sangat salah. Dia belum tau saja aku seperti apa. Mungkin itu hanya perspektif sesaatnya saja ketika lagi bimbang. Beliau sangat luar biasa, tutur bicara yang santun, penuh hikmah, dan dekat dengan Allah; insya Allah. Orang yang seperti itu saja masih merasa sangat kurang. Beliau bercerita, “Akh, ana itu orangnya gak bisa cepat tanggap, gak bisa langsung ngasih opini spontan”. Yah, aku rasa itulah kelebihan dia. Dia tau kalau dia kurang, bukan seperti orang-orang yang selalu merasa dirinya paling benar. Harusnya aku bisa bercermin pada dirinya yang santun, aku ini bukan siapa-siapa, bahkan begitu hinanya aku.

By the way, arah pembicaraanku jadi gak jelas ya??hehehe..emang beginilah gaya menulisku. Wallahu’alam Bishshawab.

Advertisements

One thought on “Hikmah depan Astacala!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s