Taujihnya Mantapz

 

ADK saat ini kebanyakan dalam beramal dan berbuat hanya berdasarkan pada logika, bukan pada keimanan..

 

Yah itulah sepenggal kalimat dari kata-kata Ustad Darlis. Begitu bermakna wahai kawan!

Hari sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, pagi2 sekali hadir dalam acara Tartil Materi MQ; walaupun hari ini bukan acara tartil tapi sangat berkesan. Ketika datang di acara tersebut -terlambat,he-, aku masih dalam keadaan setengah sadar. Kerjaannya hanya celingak-celinguk tidak jelas.hehehe. Setelah penjelasan dari Akh Aldo -salah seorang pengurus MQ-, maka tibalah seorang ustad, beliau bernama Ustd. Darlis.https://thomhertsiadari.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Taujih dari beliau sungguh sangat mengena, paling tidak itulah yang dapat aku ungkapkan. Sindiran-sindiran, ungkapan-ungkapan, dan canda-canda penuh makna mengalir dengan lembut dan tegas dari mulut beliau. Kata-katanya sangat beraturan, menusuk-nusuk rongga dadaku. Yah, untuk kesekian kali sebenarnya aku sudah pernah mendengar taujih yang serupa temanya, Dakwah.

Wahai saudaraku, sungguh taujih dari beliau seakan teguran dan hidayah yang diberikan Allah kepada untuk lebih beriman. Akhir-akhir ini memang semuanya terasa berat atau malah bisa dikatakan “MALAS” itu bersarang ditubuhku. Segala terasa beban. Padahal dalam pekanan waktu dulu si bos pernah bilang “Bila amanah-amanah itu masih terasa berat, maka kemungkinan kita dalam melaksanakannya masih kurang ikhlash”. Na’udzubillah.

Kata-kata Ustad yang sungguh sangat teringat adalah “ADK saat ini kebanyakan dalam beramal dan berbuat hanya berdasarkan pada logika, bukan pada keimanan” (ada penambahan & pengurangan kata). Nah, tepat sekali. Bahkan hati ini langsung bergetar, “Jangan-jangan selama ini itulah yang aku lakukan”. Dan ada pertanyaan yang benar-benar membuat dada ini sesak, “Siapa yang sudah rutin menamatkan Al-Qur’an dalam 1 bulan??”. Bibir ini kelu. Aku terdiam, merinding dan ingin menangis. Bukan karena ustad, sama sekali bukan. Tapi karena aku takut akan apa-apa yang aku lakukan selama ini. Begitu lemahnya iman, begitu hinanya sikap ini. Sungguh sangat luar biasa maknanya.

Acara taujih hari ini ditutup dengan berbai’at kepada Allah bahwa aku akan merutinkan tamat membaca; bukan membaca saja, tapi juga memahami dan mengamalkan setiap surat cinta dari Rabb Sang Maha Pecinta!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s